Waspadai Tifoid dan Malaria

Klinikvaksinasi.com – Malaria dan demam tifoid bukan virus Ebola yang sangat ditakuti. Malaria dan Tifoid tetap menjadi ancaman kesehatan terbesar bagi wisatawan untuk daerah tropis di dunia, menurut sebuah studi baru.

Peneliti menganalisis data dari lebih dari 80.000 orang di Australia, Eropa, Israel, Jepang, Selandia Baru dan Amerika Utara yang mencari perawatan medis setelah bepergian ke daerah tropis antara tahun 1996 dan 2011.

Waspadai Tifoid dan MalariaLebih dari 3.600 (4,4 persen) dari pasien memiliki salah satu dari 13 penyakit yang mengancam kehidupan. Tiga belas dari pasien meninggal, termasuk 10 dengan malaria, menurut penelitian, yang dipublikasikan secara online 16 Januari dalam American Journal of Tropical Medicine and Hygiene.

Malaria menyumbang hampir 77 persen dari diagnosis, diikuti oleh demam seperti demam tifoid (18 persen), dan leptospirosis (2,4 persen).

Malaria disebabkan oleh parasit yang disebarkan oleh gigitan nyamuk betina yang terinfeksi. Demam tifoid didapatkan dari makanan dan air yang terkontaminasi di daerah dengan sanitasi yang buruk. Leptospirosis adalah infeksi bakteri yang disebabkan oleh paparan air yang terkontaminasi. Sebagian besar kasus malaria terjadi pada pelancong ke Afrika Barat, sementara sebagian besar kasus demam tifoid terlihat pada orang yang melakukan perjalanan ke benua India.

Tidak ada kasus Ebola, demam Lassa atau demam kuning di antara pasien yang dilibatkan dalam penelitian ini. “Sementara diagnosis dan pengobatan malaria dan demam tifoid dan banyak penyakit tropis lainnya telah meningkat pesat selama bertahun-tahun, orang masih bisa mati dari mereka jika mereka tidak ditangani dengan cepat setelah gejala dimulai,” kata peneliti Dr Mogens Jensenius, dari University of Oslo di Norwegia, mengatakan dalam sebuah rilis berita jurnal.

“Dokter dan perawat di negara-negara Barat perlu waspada dalam mempertimbangkan infeksi ini berpotensi mengancam nyawa tropis di wisatawan baru-baru ini kembali dengan demam, dan mengidentifikasi dan memperlakukan mereka dengan cepat,” tambahnya.

 

 

Author Info

No Comments

Post a Comment