featured2

Vaksinasi Kanker Serviks – Deteksi Kanker Serviks Sejak Dini

Vaksin selain bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit infeksi seperti TBC, Tetanus, Polio, Difteri, dan lain-lain, kini dunia kedokteran juga semakin maju dengan ditemukannya vaksinasi kanker servik atau vaksin terhadap virus penyebab kanker. Vaksin-vaksin terebut adalah vaksin bagi virus hepatitis untuk cegah kaker hati, serta vaksin bagi virus HPV (Human Papilom Virus) untuk mencegah kanker serviks atau kanker leher rahim

Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai kanker serviks dan penyebab dari kanker serviks, rendahnya kesadaran dan keengganan untuk deteksi dini, menyebabkan sebagian besar (lebih dari 70%) orang atau pasien datang ke dokter dalam kondisi yang sudah parah dan sulit disembuhkan atau stadium lanjut.

Vaksinasi Kanker ServiksKanker serviks berbeda dengan kanker jenis lainnya. Pada kanker serviks, ada fase yang disebut prakanker yang dapat dideteksi sejak dini. Jika segera mendapat pengobatan, angka kesembuhannya hampir 100%. Kanker serviks stadium dini seringkali tidak menunjukkan gejala atau tanda yang khas, bahkan tidak ada gejala sama sekali. Sedangkan, jika terjadi gejala seperti perdarahan setelah berhubungan intim; keputihan atau cairan encer dari vagina; mengalami perdarahan setelah menopause; keluar cairan kekuningan yang berbau atau bercampur darah; nyeri panggul; atau tidak dapat buang air kecil, maka kemungkinan besar sudah terjadi kanker serviks stadium lanjut.

Kanker serviks di Indonesia menduduki peringkat pertama penyebab kematian wanita. Dan sebenarnya, penyakit ini dapat dicegah dengan vaksinasi kanker serviks. Di dunia, kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan jenis kanker kedua yang paling banyak diderita wanita usia di atas 15 tahun. Sekitar 5000 wanita didiagnosis menderita kanker serviks, dan setiap 2 menit seorang wanita meninggal karena kanker ini. Di Indonesia, setiap satu jam seorang wanita meninggal karena kanker.

Vaksinasi kanker serviks dapat dilakukan dengan mendatangi dokter, klinik atau rumah sakit yang menyediakan vaksinasi HPV. Anda yang melalukan vaksinasi ini akan diberikan tiga kali suntikan, dengan jarak suntikan kedua 2 bulan setelah suntikan pertama, dan sutikan terakhir 4 bulan setelah suntikan kedua. Efektivitas vaksinasi ini diharapkan bisa bertahan seumur hidup. Untuk memaksimalisasi pencegahan kanker serviks, disarankan untuk secara rutin.

Baca juga :

Beberapa hal yang memicu kanker serviks
Bagaimana pencegahan dan pengobatan Kanker Rahim
Kanker Serviks dapat di cegah dengan vaksin HPV
Indonesia jumlah penderita kanker serviks terbanyak
Kanker serviks bukan penyakit keturunan
Vaksin HPV untuk Prewedding

Author Info

admin

No Comments

Comments are closed.