Vaksinasi DPT – Melalui Vaksinasi Cegah Difteri, Tetanus, Dan Pertusis.

Vaksinasi DPTSetiap tahun 1,7 juta anak, dengan Indonesia sekitar 34.690 bayi, meninggal diseluruh dunia disebabkan oleh berbagai penyakit yang sesungguhnya dapat dicegah oleh berbagai vaksin yang sudah tersedia. Misalnya meninggalnya bayi akibat tetanus bukan saja disebabkan karena kurangnya kehigienisan pada alat-alat yang digunakan untuk tindakan pembedahan, misalnya memotong tali pusar, saat digunakan tapi juga karena tidak adanya imunitas yang dimiliki ibu dan bayi terhadap sumber dari penyakit tersebut yaitu bakteri tetanus.

Bahaya dampak bayi anak tidak diimunisasi atau divaksinasi adalah diantaranya tubuh sang bayi atau anak tidak mempunyai kekebalan terhadap jenis penyakit tertentu. Maka bila ada kuman berbahaya, virus atau pun bakteri yang masuk cukup banyak maka tubuhnya tidak mampu melawan kuman tersebut sehingga bisa menyebabkan sakit berat, cacat atau bahkan bisa sampai meninggal. Bila penyakit tersebut menular maka anggota keluarga lainnya akan bisa juga tertular.

Vaksinasi atau Imunisasi melindungi anak terhadap beberapa penyakit berbahaya. Anak yang tidak mendapat imunisasi akan lebih mudah jatuh sakit dan menjadi cacat selamanya atau kurang gizi dan kemudian meninggal. Imunisasi tetap aman dilakukan bagi anak yang sedang sakit ringan, cacat atau kurang gizi.

Imunisasi bisa meningkatkan imunitas tubuh dan menciptakan kekebalan terhadap penyakit tertentu dengan menggunakan sejumlah kecil mikroorganisme yang dimatikan atau dilemahkan. Tujuan vaksinasi atau imunisasi merupakan upaya yang dilakukan untuk memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu.

Vaksinasi DPT atau imunisasi DPT
Vaksinasi DPT atau Imunisasi DPT adalah jenis vaksinasi gabungan atau kombinasi yang terdiri dari bakteri pertusis, toksoid (zat yang menyerupai racun) dari difteri serta tetanus. Imunisasi DPT diberikan untuk mencegah penyakit seperti difteri, tetanus, dan pertusis. Bayi disarankan untuk diberikan imunisasi ini saat usianya 2 bulan. Tapi jika bayi Anda usianya sudah melebihi 2 bulan dan belum di imunisasi DPT lakukan saja sesuai urutan tahapan berdasarkan usianya.

Vaksin ini di kombinasikan agar supaya anak tidak perlu di suntik berkali-kali, sehingga dengan imunisasi DPT ini anak telah mendapatkan 3 vaksin sekaligus. Vaksinasi DPT diberikan dengan tujuan untuk pencegahan terhadap penyakit difteri yang bisa menyebabkan mematikan, Pertusis yang biasa disebut dengan batuk 100 hari dan penyakit Tetanus.]

Baca juga:

Cegah penyakit DPT dengan vaksin
DPT – Difteri Tetanus dan Pertusis
Cara penularan dan penyebab penyakit pertusis
Kinerja dari bakteri difteri
Efek samping DPT terhadap anak
Akibat terkena penyakit DPT
Penyakit Rotavirus yang mudah menyerang anak
Polio wajib bagi seluruh dunia

Author Info

admin

No Comments

Comments are closed.