Vaksinasi IPDIPD singkatan dari Invasive Pneumococcal Disease, IPD adalah sekelompok penyakit seperti radang paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis) dan infeksi darah (bakteremia) yang penyebab utamanya adalah Streptococcus pneumoniae. Penyakit ini telah mengakibatkan kematian anak lebih dari 1 juta tiap tahunnya, dan pasien yang berhasil sembuh biasanya mengalami kecacatan.

Penyakit infeksi darah (bakteremia) merupakan kelanjutan dari pneumonia dengan lebih dari 50.000 kasus per tahun. Sedangkan radang selaput otak (meningitis) biasanya dimulai dengan pneumonia. Gejalanya berupa sakit kepala, muntah, gelisah, panas, leher kaku, kejang dan koma, bila berhasil sembuh akan meninggalkan kecacatan seperti lumpuh, tuli, epilepsi dan masalah mental.

Cara kerja virus IPD
Bakteri ini menyebar di udara (airborne disease) melalui cairan/lendir hidung dan tenggorokan saat seseorang bersin dan batuk. Saat bersin atau batuk, jutaan partikel air liur yang sangat kecil terlontar dengan kecepatan 100 meter per detik. Partikel tersebut umumnya berdiameter sekitar 10-100 mikrometer. Partikel ini akan segera berubah menjadi partikel yang lebih kecil lagi (droplet nuclei) berukuran 1-4 mikrometer dan berisi virus atau bakteri. Inilah yang menjadi sarana penularan yang sangat cepat. Itulah sebabnya interaksi antara anak dan manula yang mengidap penyakit ini terus menerus, serta antarbayi dan anak di tempat-tempat umum, kendaraan umum, likungan tetangga, tempat penitipan anak (TPA) dan kelompok bermain (playgroup), merupakan lokasi potensial bagi penyebaran bakteri IPD ini.

Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar bayi dan anak di bawah usia dua tahun pernah menjadi pembawa (carrier) bakteri pneumokokus di dalam saluran pernapasan mereka. Karena itu, bayi baru lahir hingga usia dua tahun berisiko terkena penyakit IPD. Bakteri ini menyebar di udara saat seseorang bersin atau batuk.

Vaksinasi IPD dapat cegah Meningitis
Angka kematian bayi di Indonesia masih sangat tinggi. Penyebabnya bisa bermacam-macam mulai dari kekurangan gizi, adanya masalah kesehatan pada bayi sejak lahir dan karena penyakit yang berbahaya. Salah satu cara mengurangi angka kematian bayi tersebut adalah dengan memberikan vaksinasi IPD (Invasive Pneumococcal Disease).

Meningitis memang dapat dicegah dengan vaksinasi IPD atau pneumokokus. Kecenderungan menunda vaksinasi sampai berumur lebih dari satu tahun bisa membahayakan karena meningitis lebih sering terjadi pada anak kecil berumur kurang dari satu tahun.

Untuk mencegah terjadinya peningkatan angka kematian bayi akibat meningitis, maka penggunaan vaksin IPD terus digalakkan. Mengingat meningitis dapat berakibat kematian atau kecacatan, maka sangat penting bagi para orangtua untuk segera memvaksinasi buah hatinya dengan vaksinasi IPD.

Dengan memberikan vaksinasi IPD pada bayi Anda, bisa mencegah bayi atau anak anda terkena penyakit yang disebabkan oleh infeksi pneumokokus ini. Sehingga jumlah bayi yang meninggal akibat penyakit ini jauh berkurang dan bisa menurunkan angka kematian bayi di Indonesia.

Baca juga:

Waspadai meningitis saat ingin berergian ke luar negeri
Meningitis untuk para calon jamaah Haji dan Umroh
Apa itu penyakit Meningitis??
Vaksinasi sebelum mengunjungi negara Arab Saudi
Syarat untuk Haji dan Umroh harus di vaksinasi dulu

error: Content is protected !!