Vaksin Tetanus (TT) Dewasa

Di seluruh dunia, tetanus membunuh kira-kira 180 000 bayi baru lahir. Tetanus menyumbang 5 % dari seluruh kematian bayi baru lahir (data tahun 2002) dan hingga 30.000 wanita meninggal (sekitar 5% penyebab kematian pada ibu). Jika si ibu tidak diimunisasi dengan vaksin tetanus toksoid dalam jumlah dosis yang tepat, baik ibu maupun bayinya tidak terlindungi dari tetanus saat melahirkan.

Sejak 2005, Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) telah merekomendasikan vaksin Difteri – Tetanus – aselular Pertusis (Tdap) booster untuk semua remaja usia 11 sampai 18 tahun dan juga pada semua orang dewasa berusia 19 – 64 tahun yang pada saat remajanya belum mendapatkan suntikan ini. Dan ACIP merekomendasikan untuk orang usia lanjut yang memiliki kontak erat dengan anak kecil pun divaksin.

Mengapa Perlu Vaksin Tetanus dan Difteri ?

Tetanus dan difteri adalah penyakit yang sangat serius. Saat ini di Amerika penyakit ini sangat jarang, namun di Indonesia difteri mewabah karena adanya sekelompok golongan antivaksin yang tidak memvaksinkan diri.  Komplikasi dari penyakit ini sangat parah. Vaksin Td digunakan untuk melindungi remaja dan dewasa untuk kedua penyakit ini.

Baik difteri maupun tetanus adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Difteri menyebar dari orang ke orang melalui batuk atau pilek. Sementara tetanus masuk ke tubuh manusia melalui luka.

TETANUS menyebabkan rasa kaku dan nyeri pada otot, tidak hanya pada bagian yang terinfeksi saja namun kekakuan ini terjadi pada seluruh otot tubuh. Kekejangan otot ni dapat terjadi di sekitar leher dan kepala sehingga pasien yang terkena tetanus tidak adapat membuka mulut, menelan dan terkadang mereka mengalami kesulitan bernapas. Tetanus membunuh 1 dari 10 orang yang terinfeksi walaupun sudah mendapatkan penanganan kesehatan yang memadai.

DIFTERI menyebabkan perselubungan putih tebal di belakang tenggorokan. Hal ini menyebabkan kerusakan jantung, kelumpuhan dan kematian. Sebelum era vaksinasi, 200.000 kasus difteri dan ratusan kasus tetanus dilaporkan di Amerika setiap tahunnya. Sejak dimulainya era vaksinasi, laporan menyatakan kedua penyakit tersebut turun hingga 99%.

Vaksin Tetanus (TT  – Td – Tdap)

Vaksin Td dapat melindungi remaja dan dewasa dari tetanus dan difteri. Vaksin Td biasanya diberikan sebagai booster (ulangan vaksin) setiap 10 tahun namun dapat pula diberikan sebelum periode 10 tahunan jika mengalami luka kotor ataupun luka bakar serius.

Vaksin lainnya (Tdap), dapat melindungi diri dari pertussis (batuk rejan) sebagai tambahannya dari difteri dan tetanus. Oleh karena itu vaksin Tdap lebih direkomendasikan daripada vaksin Td yang berdiri sendiri.

Vaksin tetanus ini aman diberikan bersamaan dengan vaksin lain dan tidak memberikan interaksi. Vaksin tetanus ini juga diberikan pada calon pasutri yang akan menikah dalam jangka waktu dekat, untuk melindungi si buah hati ketika ia lahir.

Sediaan Vaksin Tetanus Dewasa

Vaksin Tetanus Dewasa image005 image007

Beberapa merk tersedia untuk mencegah tetanus. Setelah disuntikkan, antibodi akan tumbuh dalam 10 hari sampai 2 minggu. Ada sediaan dengan isi TT (Tetanus Toxoid), Tdap (Tetanus – Difteri – aselular Pertusis) dan Td (Tetanus- Difteri).

Siapa yang perlu divaksin tetanus ?

  1. Orang yang belum pernah mendapatkan vaksin tetanus selama masa anak- anaknya
  2. Orang yang belum mendapatkan booster Td/Tdap dalam 10 tahun terakhir.
  3. Orang dewasa yang terkena diabetes, berisiko tinggi terkena tetanus perlu dicek riwayat vaksinasi tetanusnya dan menerima vaksinasi Td atau Tdap jika mereka belum divaksin dalam 10 tahun terakhir.
  4. Pasien dewasa yang telah sembuh dari kejang tetanus.
  5. Bagi orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin Tdap sebelumnya dapat menggantikan booster Td dengan vaksin Tdap.
  6. Semua pekerja kesehatan dan orang yang dekat dengan anak-anak kurang dari 1 tahun harus menerima vaksin Tdap untuk melindungi diri dan anak tersebut dari pertusis (batuk rejan).

Pencegahan Tetanus pada Luka

Sebagai standard dari pencegahan tetanus pada luka yang sudah terjadi, vaksin tetanus toxoid (Td) direkomendasikan jika seseorang terkena luka pada usia di atas 19 tahun jika dalam 5 tahun terakhirnya tidak diketahui status suntikan Tetanusnya. Jika booster tetanus dibutuhkan dan pasiennya belum pernah menerima vaksinasi Tdap sebelumnya setelah dia dewasa, lebih baik divaksinkan menggunakan Tdap (Tetanus-Difteri dan Pertusis) dibandingkan hanya dengan vaksinasi Td.

Pemberian vaksin tetanus pada saat luka terhadap pasien yang sama sekali belum pernah divaksinasi terhadap tetanus, tidaklah dapat menjamin perlindungan terhadap tetanus, karena untuk mendapatkan antitoksin dalam serum sampai di garis proteksi minimal dibutuhkan waktu 2 – 3 minggu, sedangkan masa inkubasi tetanus ada yang lebih cepat.  Dalam hal inilah diperlukan pemberian antitoksin (immunisasi pasif) bersamaan dengan pemberian toksodi tetanus tadi.

Tetanus Imunnoglobulin yang digunakan di Indonesia ada 2 jenis, yang dari manusia (Human Immunoglobulin Tetanus) dan Serum dari kuda (ATS) buatan Biofarma. Anti tetanus serum ini efektif jika disuntikkan sebelum usia luka 24 jam. Pemberian serum dalam dosis terapetik untuk ATS bagi orang dewasa adalah sebesar 10.000 – 20.000 IU IM dan untuk anak – anak sebesar 10.000 IU IM, untuk hypertet (HIG) bagi orang dewasa adalah sebesar 300 IU – 6000 IU IM dan bagi anak – anak sebesar 3000 IU IM.  Pemberian antitoksin dosis terapetik selama 2 – 5 hari berturut – turut.

Antitoksin untuk profilaksis diberikan secara simultan dengan vaksin tetanus tetapi dengan spuit dan jarum yang berbeda, juga tempat penyuntikan harus berbeda, gunanya agar jaringan terjadi aglutinasi antara keduanya.

image009

Keamanan Vaksin

Vaksin Td sangat aman, hanya segelintir orang yang mengalami efek samping. Jika terjadi efek samping pun, biasanya hanya nyeri di tempat suntikan, kemerahan, atau bengkak sedikit, mungkin ada sedikit peningkatan suhu tubuh. Sebagaimana layaknya semua obat-obatan, ada sedikit risiko untuk terjadinya masalah serius setelah mendapatkan vaksin. Anda tidak mungkin terserang tetanus dari vaksinnya.

Author Info

admin

No Comments

Comments are closed.