Vaksin Polio – Vaksinasi Polio Wajib Bagi Seluruh Dunia

Pastikan balita yang anda sayangi sudah diimunisasi polio, jika anda yang masih memiliki anak usia balita. Demi kesehatan balita anda segera lakukan imunisasi. Namun, saat ini sang ibu bisa memilih dua jenis imunisasi apa yang baik untuk si anak, apakah dengan OPV atau IPV?

Vaksin PolioVaksin Polio terbagi menjadi dua, yaitu:
a. Vaksin virus polio oral (Oral Polio Vaccine atau OPV) yang diberikan dengan cara diteteskan ke mulut. OPV mengandung virus polio yang dilemahkan.

b. Vaksin polio Inactivated (Inactivated Poliomieltis Vaccine atau IPV) yang diberikan dengan cara disuntikan. IPV mengandung virus polio yang sudah dimatikan.

Vaksin polio menjadi salah satu vaksinasi wajib yang direkomendasi oleh World Helth Organization (WHO). Menurut lembaga kesehatan dunia itu, vaksin polio harus diberikan pada bayi sebanyak empat kali dengan jarak 6-8 minggu. Lalu, pemberian vaksin polio dilakukan kembali pada usia 1,5 tahun, 5 tahun, dan 15 tahun.

Sejarah Vaksin Polio dari sel Hela
Polio adalah penyakit sangat melemahkan juga menyerang tulang sum-sum dan tulang otak yang dapat meninggalkan seorang anak yang lumpuh seumur hidup. Tahun-tahun setelah Perang Dunia II, polio pada penyakit yang paling ditakuti di antara orang tua di Amerika Serikat.

Henrietta Lacks telah meninggal 60 tahun lalu di New York. Tapi perempuan miskin yang meninggal di usia 30 tahun ini telah meninggalkan sel-sel tubuhnya yang menyelamatkan dunia. Sebuah sel yang diambil dari perempuan kulit hitam itu telah memberikan kontribusi yang besar dalam dunia medis. Karena melalui penelitian selnya bisa dikembangkan vaksin polio dan beberapa obat. Keluarga Henrietta Lacks tidak pernah menyangka vaksin polio yang beredar saat ini adalah berdasarkan penelitian dari sel Lacks yang kemudian dinamakan sel HeLa.

Sel HeLa pertama kali digunakan dalam penelitian untuk pembuatan vaksin polio, serta membantu mengembangkan obat-obatan untuk melawan kanker, flu dan Parkinson. Selain itu sel ini juga digunakan dalam pemetaan gen, kloning dan menguji efek dari radiasi atom yang dikirim ke luar negeri. Sampai hari ini sel-sel HeLa telah memberikan terobosan berharga dalam hal perkembangan medis seperti untuk pengembangan vaksin polio, obat-obatan kanker, flu dan penyakit Parkinson.

Author Info

admin

No Comments

Post a Comment