Vaksin Pneumonia / IPD/ Pneumokokus bagi Bayi dan Anak-anak

Infeksi akibat bakteri Streptococcus pneumoniae dapat membuat anak-anak menderita sakit yang parah. Bakteri ini menyebabkan infeksi telinga, pneumonia (radang paru-paru), dan meningitis, terutama pada anak-anak.

Bakteri pneumokokus tersebar dari orang ke orang melalui kontak dekat. Infeksi pneumokokus mungkin akan sulit untuk diobati karena beberapa turunan bakteri telah kebal terhadap obat-obatan yang digunakan untuk mengatasinya. Di sinilah fungsi vaksin IPD ini bekerja, yaitu membuat pencegahan infeksi pneumokokus menjadi jauh lebih penting daripada pengobatannya.

Jenis- jenis Vaksin Pneumonia

Vaksin Pneumonia Konjugat (PCV)

Ada lebih dari 90 jenis bakteri pneumokokal. Vaksin konjugasi pneumokokal baru (PCV13) melindungi terhadap 13 jenis bakteri ini. Jenis bakteri ini bertanggung jawab atas sebagian infeksi pneumokokal parah di antara anak-anak.

PCV13 menggantikan vaksin konjugasi sebelumnya (PCV7), yang melindungi terhadap 7 jenis pneumokokal dan telah digunakan sejak tahun 2000. Selama waktu itu penyakit pneumokokal parah berkurang hampir 80% di antara anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Vaksin Pneumokokus Polisakarida (PPSV)

Vaksinasi Pneumokokus Polisakarid (PPSV) melindungi dari 23 jenis bakteri pneumokokus, termasuk bakteri yang kemungkinan menyebabkan penyakit serius. Vaksin ini dapat diberikan jika anak sudah berusia di atas 2 tahun. Jika masih di bawah 2 tahun digunakan vaksin IPD jenis PCV.

Siapa yang Sebaiknya Mendapat Vaksin IPD ?

  • Bayi dan Anak-Anak Di Bawah Usia 2 Tahun
    • PCV13 direkomendasikan sebagai rangkaian 4 dosis, satu dosis di setiap usia ini: 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, dan 12 hingga 15 bulan.
    • Anak-anak yang telah memulai seri imunisasi mereka dengan PCV7 harus melengkapi seri tersebut dengan PCV13.
  • Anak-anak sehat di antara usia 2 hingga 6 tahun dengan aturan sebagai berikut :
vaksin ipd

Satu dosis PCV13 mungkin diberikan kepada anak-anak dan remaja berusia 6 hingga 18 tahun yang mengalami kondisi medis tertentu, bahkan jika sebelumnya mereka telah mendapatkan PCV7 atau PPSV23.

Anak-anak yang telah menyelesaikan seri 4-dosis PCV7: Anak-anak sehat yang belum berusia 5 tahun, dan anak-anak yang mengalami kondisi medis yang belum berusia 6 tahun, harus mendapatkan satu dosis PCV13 tambahan.

PCV13 dapat diberikan bersamaan dengan vaksin lainnya.

Kontraindikasi Vaksin IPD

Anak-anak seharusnya tidak mendapatkan PCV13 jika mereka mengalami reaksi alergi serius (mengancam jiwa) terhadap dosis vaksin sebelumnya, terhadap PCV7, atau terhadap setiap vaksin yang mengandung toksoid difteri (misalnya, DTaP).

Anak-anak yang menderita penyakit ringan, seperti batuk pilek, dapat divaksinasi. Tapi anak-anak yang menderita penyakit tingkat sedang atau parah biasanya harus menunggu sampai mereka pulih sebelum mendapatkan vaksin tersebut.

Efek Samping Vaksin IPD pada Anak

  • Sekitar setengah dari anak-anak mengantuk setelah mendapatkan suntikan, mengalami kehilangan nafsu makan sementara, atau mengalami kemerahan atau rasa sakit di tempat diberikannya suntikan tersebut.
  • Sekitar 1 dari 3 mengalami pembengkakan ringan (2 – 3 hari) di tempat diberikannya suntikan tersebut.
  • Sekitar 1 dari 3 menderita demam ringan, dan sekitar 1 dari 20 menderita demam lebih tinggi (di atas 39 ° C) dan kemungkinan bukan disebabkan karena vaksinnya namun karena adanya sakit lain yang menyertai.
  • Hingga sekitar 8 dari 10 menjadi rewel sementara.

Reaksi alergi yang mengancam jiwa akibat pemberian vaksin sangat jarang terjadi. Jika hal ini terjadi, maka reaksi ini akan timbul dalam beberapa menit hingga beberapa jam setelah vaksinasi. Dan biasanya dokter Anda sudah terlatih untuk menangani reaksi alergi berat di kliniknya.

Jika Anda ingin memvaksinkan bayi dan anak Anda vaksin IPD ini, dapatkan harga khusus di : Klinik Vaksinasi In Harmony

 

 

 

 

Author Info

admin

No Comments

Comments are closed.