Vaksin Meningitis

Vaksin meningitis saat ini sudah tersedia untuk melindungi seseorang dari 3 serogrup penyakit meningitis yang sering ditemukan di Amerika (serogroup B, C, dan Y), namun memang tidak melindungi 100 % kasus. Ada 3 jenis vaksin meningitis di Amerika:

  • Meningococcal conjugate vaccines (Menactra®, MenHibrix® dan Menveo®)
  • Meningococcal polysaccharide vaccine (Menomune®)
  • Serogroup B meningococcal vaccines (Bexsero® dan Trumenba®)

Lihatlah table berikut ini untuk mengetahui serogrup mana dari meningitis yang dapat dilindungi oleh vaksin tersebut: Bagian yang distabilo kuning adalah merk yang terdapat di Indonesia.

Merk dagang Jenis Vaksin Meningitis Serogrup Meningococcal Serogroups
yang terlindungi
Bexseroi® Recombinant B
Menactra® Conjugate A, C, W, Y
MenHibrix® Conjugate C, Y (dan Haemophilus influenzae type b [Hib])
Menomune® Polysaccharide A, C, W, Y
Mencevax ® Conjugate A, C, W, Y
Menveo® Conjugate A, C, W, Y
Trumenba® Recombinant B

Dapatkan Vaksin Meningitis meyebabkan Penyakit Meningitis ?

Jawaban singkatnya TIDAK. Sebenarnya ada 2 vaksin meningokokus yang sudah mendapat lisensi dari Amerik Serikat. Tidak ada satupun vaksin meningokokus yang mengandung bakteri hidup.

Vaksin ini mengandung antigen – suatu substansi yang dapat memacu sistem imunitas tubuh untuk memproduksi antibodi. Antibodi inilah yang dapat melindungi tubuh seseorang dengan cara menyerang dan membunuh bakteri yang masuk.

Vaksin pertama meningococcal yang berbentuk polisakarida MPSV4, dikeluarkan izin edarnya tahun 1978. Vaksin ini dibuat dari antigen kapsul bakteri yang mengandung polisakarida yang mengelilingi tubuh bakteri tersebut.

Vaksin selanjutnya yang dikembangkan adalah bentuk konjugat atau disebut juga MCV4. Dirilis tahun 2005. Vaksin terbaru ini menggunakan antigen yang diambil dari kapsul polisakarida dan kemudian berikatan dengan protein khusus yang kemudian menuju sel kekebalan tubuh. Cara seperti ini memudahkan tubuh untuk melihat dan mengenali antigen.

Salah satu jenis MCV4, Menveo, berlisensi untuk digunakan pada orang yang berusia 2-55 tahun. Versi lain, Menactra, telah disetujui untuk diberikan pada bayi 9 bulan hingga usia 55 tahun. Orang yang berusia di atas 55 tahun diberikan vaksinasi dengan MPSV4 Kedua vaksin melindungi terhadap empat jenis penyakit meningococcal.

Apakah kedua jenis vaksin tersebut sama Efektifnya?

Baik MCV4 maupun MPSV4 efektif mencegah penyakit meningkokus sekitar 90%. Sebenarnya ada beberapa jenis bakteri N meningitidis yang menyebabkan penyakit meningococcal. Kedua vaksin tersebut melindungi seseorang terhadap infeksi empat tipe bakteri meningitis, termasuk dua jenis yang paling umum di Amerika Serikat.

Vaksi meningitis MCV4 relatif lebih baru hingga belum ada data yang membandingkan efektivitas jangka panjang kedua vaksin. Tapi kebanyakan ahli berpendapat bahwa MCV4 lebih baik, memberikan perlindungan tahan lebih lama.

Apakah mungkin setelah vaksin meningitis masih bisa terjangkit meningitis?

Karena vaksin meningitis tidak melindungi semua penyebab meningitis, maka masih dimungkinkan bahwa seseorang yang telah menerima vaksin masih bisa terjangkit meningitis. Tapi tentu saja risiko tertular meningitis meningococcal secara signifikan lebih rendah bagi individu yang telah divaksin.

Vaksin lainnya seperti vaksin Hib dan vaksin pneumokokus sangat efektif melindungi tubuh dari penyebab meningitis lain, dan vaksin HIB dan pneumokokus dimasukkan sebagai bagian dari jadwal vaksinasi rutin masa kanak-kanak. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk memastikan bahwa Anda dan keluarga Anda dilindungi terhadap meningitis, serta penyakit serius lainnya.

Siapa yang perlu vaksin meningitis dan kapan pemberiannya?

Meskipun vaksin MCV4 adalah vaksin yang dapat diberikan bagi kebanyakan orang, namun jika MCV4 tidak tersedia dan perlu vaksinasi, MPSV4 dapat digunakan.

Vaksin meningitis untuk ANAK – ANAK

Vaksin meningitis konyugat (MenACWY atau Hib-MenCY-TT) dianjurkan untuk anak-anak 2 bulan sampai 10 tahun yang berada pada daerah berisiko meningitis. Mungkin ada anak-anak yang berisiko tinggi tertular meningitis seperti anak yang pergi ke daerah endemis meningitis, atau mungkin sedang terjadi wabah meningitis dalam komunitas mereka. Dosis ulangan (booster) mungkin direkomendasikan jika anak Anda masih berisiko terpapar meningitis.

Vaksin meningitis untuk REMAJA

Vaksin konyugat (MenACWY) secara rutin direkomendasikan untuk semua 11 sampai 18 tahun di Amerika, tidak di Indonesia. Dosis pertama harus diberikan pada 11-12 tahun. Dosis booster di usia 16 tahun. Untuk remaja yang menerima dosis pertama pada usia 13 melalui 15 tahun, dosis booster kedua harus diberikan, sebaiknya antara usia 16 – 18 tahun, sebelum puncak pada peningkatan risiko. Seseorang yang menerima vaksin meningokokus konjugat saat usia 16 tahun atau lebih tidak perlu dosis booster.

Vaksin meningitis untuk DEWASA

Baik vaksin meningokokal konjugat (MenACWY) maupun vaksin meningokokal polisakarida direkomendasikan untuk diberikan rutin untuk dewasa jika:

  • Menderita kerusakan limpa atau pernah operasi pengangkatan limpa
  • Defisiensi mineral
  • Seseorang yang bekerja rutin dengan bakteri Neisseria meningitidis (kuman penyebab)
  • Seseorang yang bepergian ke daerah atau tinggal di daerah di mana penyakit ini banyak sekali didapatkan.
  • Kelompok orang yang berada di daerah wabah penyakit meningokokal serogroup A, C, W, or Y meningococcal
  • Orang yang tinggal di asrama/ pesantren
  • Anggota militer

Dosis ulangan (booster) dibutuhkan jika Anda masih mengunjungi dareah endemis meningitis.

Vaksin ini dapat diberikan pada wanita hamil. Namun, bagaimanapun, MCV 4 ini tergolong vaksin baru (dirilis tahun 2005) jadi data mengenai keamanannya pada kehamilan belum banyak. Namun CDC memberikan aturan, jika wanita tersebut pergi ke daerah endemis, vaksin ini tetap perlu dibrikan.

Seseorang yang alergi terhadap satu atau lebih komponen vaksin ini sebaiknya tidak mendapatkan vaksin ini. Jadi sangat penting memberitahukan dokter Anda mengenai riwayat alergi Anda.

Seseorang yang sakit ringan tetap dapat menerima vaksin ini. Namun orang yang sakit parah harus menunggu hingga pulih dahulu sebelum menerima vaksin ini.

Setiap orang yang pernah menderita sindrom Guilain Barre, harus berkonsultasi dahulu dengan dokter Anda sebelum mendapatkan vaksin meningitis.

Vaksinasi Meningitis Untuk Perjalanan

Penyakit Meningococcal sering ditemukan di Negara tertentu. Namun tidak semua Negara adalah endemis meningitis. Indonesia contohnya bukan Negara endemis meningitis, namun karena banyaknya Jemaah haji yang pergi ke Arab Saudi, bisa menjadi pembava bakteri meningitis untuk keluarganya.

 

Author Info

No Comments

Post a Comment

error: Content is protected !!