Vaksin Kombo, Amankah?

clinical_analysis

 

Pernah Anda mendengar kata “kombo? Kombo bisa diartikan sebagai gabungan atau perpaduan dua produk menjadi satu kemasan. Bagaimana dengan vaksin kombo? Vaksin kombo adalah vaksin yang berisi beberapa jenis vaksin untuk mencegah beberapa penyakit secara bersamaan dalam satu suntikan. Vaksin kombo lebih tepat disebut combined vaccine alias vaksin kombinasi.

Tujuan pemberian vaksin kombinasi adalah untuk mempersingkat waktu imunisasi, mempermudah pemberian, mengurangi jumlah suntikan pada bayi kecil, mengurangi kunjungan ke dokter dan lebih murah dibandingkan pemberian vaksin terpisah. Vaksin kombinasi pertama adalah DPT (Difteri-Pertusis-Tetanus). Dari penggabungan vaksin DPT yang memiliki keamanan yang teruji, kemudian timbul gaggasan untuk menggabungkan beberapa vaksin lainnya.

Penggabungan vaksin DPT dengan vaksin lain berupa vaksin kombinasi. Misalnya saja, DPT + Hepatitis B, DPT + Hib ( Haemophilus influenzae tipe-B), dan sebagainya. Kini, tersedia juga berbagai vaksin kombinasi jenis lain. Misalnya, MMR (Mumps Measles Rubella) + Varisela, DPT + Hepatitis B + Hib + IPV (polio), serta banyak lagi.

Menurut Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Profesor dr. Sri Rezeki S. Hadinegoro, orangtua tidak perlu takut dengan efek samping vaksin, mengingat manfaat yang besar dari vaksin. Bahkan beliau telah menjamin vaksin kombo sudah teruji keamanannya.

Apakah benar-benar aman?

Pemberian vaksin kombinasi juga kerap dicurigai meningkatkan risiko efek samping yang berbahaya karena kandungannya yang lebih keras. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menyatakan bahwa imunisasi simultan dengan vaksin multipel tidak membebani sistem imun anak normal.

Tahun 1999 Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP), AAP, dan American Academy of Family Physicians (AAFP) justru merekomendasikan pemberian vaksin kombinasi. Namun seperti yang sudah dibahas sebelumnya vaksin kombinasi memberikan lebih banyak keuntungan daripada kerugian. Vaksin kombinasi justru bisa mengurangi jumlah suntikan, biaya penyimpanan dan pemberian vaksin, mengurangi jumlah kunjungan ke dokter, serta memfasilitasi penambahan vaksin baru ke dalam program vaksinasi. Sekarang…tinggal Anda menentukan: vaksin biasa atau vaksin kombinasi.

Aneka Vaksin Kombo

Vaksin kombo memiliki banyak jenis, ada baiknya Anda memiliki pengetahuan yang cukup mengenai vaksin kombo sebelum melakukan vaksinasi. Apa saja vaksin-vaksin itu?

1.      Glaxo Smith Kline

GlaxoSmithKline merupakan produsen produk farmasi berbasis di London, Inggris Raya. Salah stau hasil produksinya adalah vaksin. Mereka juga memproduksi vaksin kombo yang banyak dipergunakan di seluruh dunia termasuk Indonesia. Infanrix, Infanrix Hib IPV, dan Infanrix Hexa adalah tiga vaksin hasil produksi GSK.

Infanrix—vaksin yang diberikan 5 kali pada anak berusia 5 bulan-7 tahun. Vaksin ini digunakan untuk mencegah penyakit-penyakit seperti difteria (penyakit akibat infeksi bakteri Corynebacterium diphteriae. Kuman yang masuk melalui hidung ke tenggorokan dan bisa menyumbat saluran pernafasan), tetanus, dan batuk rejan (dikenal sebagai batuk 100 hari atau pertusis).

Infanrix Hib IPV—diindikasikan untuk keperluan imunisasi dasar yang diberikan pada bayi pada usia 6 minggu dan mencegah penyakit seperti difteri , tetanus, pertussis, polio , dan Haemophilus Influenzae tipe b.

Infanrix HEXA—digunakan untuk mencegah enam penyakit : difteri , tetanus , pertusis ( batuk rejan ) , hepatitis B , polio (polio) dan haemophilus influenzae tipe b (Hib ). Infanrix® – hexa juga dapat digunakan untuk vaksinasi susulan untuk anak-anak Anda hingga usia 10 tahun.

2.      Sanofi Pasteur

Sanofi Pasteur merupakan perusahaan farmasi yang berbasis di Paris, Perancis. Salah satu produsen farmasi di dunia, seperti halnya GSK, Sanofi Pasteur juga mmeproduksi vaksin.

Tectract hib—vaksin kombinasi yang diindikasikan dalam pencegahan infeksi Haemophilus influenzae tipe b ( meningitis , septikemia , selulitis , radang sendi , epiglottitis.) , difteri , tetanus dan pertusis . Vaksinasi primer  dapat dilakukan lebih dari usia dua bulan, 3 suntikan dosis unit vaksin ( 0,5 ml ) pada interval satu atau dua bulan.

Pediacel/Pentacel—diberikan untuk vaksinasi pada bayi berusia 2 bulan dan anak-anak berusia 6 tahun. Vaksin ini dapat mencegah terjadinya penyakit difteri, tetanus, pertussis (batuk rejan), polio, dam penyakit yang disebabkan oleh infeksi Haemophilus influenzae tipe b.

Adacel  (disebut  juga Tdap )—digunakan untuk mencegah tetanus , difteri , pertusis dan pada orang yang berusia minimal 10 tahun . Dalam kelompok usia ini membutuhkan hanya satu injeksi Tdap untuk perlindungan terhadap penyakit tetanus, difteri, dan pertussis.

3.      Biofarma

Jika dua perusahaan farmasi seperti GSK dan Sanofi Pasteur merupakan perusahaan berbasis di Eropa, Biofarma adalah perusahaan farmasi bermarkas di Indonesia, lebih tepatnya lagi di Bandung. Biofarma juga memproduksi vaksin kombo, Pentabio. Pentabio  merupakan vaksin yang dipergunakan untuk mencegah penyakit difteri, tetanus, pertussis, hepatitis B, dan Haemophilus influenzae tipe b. Vaksin ini tidak boleh diberikan pada bayi yang baru lahir. Di negara-negara dimana pertusis memebahayakan bayi, vaksinasi harusnya dilakukan secepat mungkin dengan diberikan pada usia 6 minggu, dan dua dosis berikutnya diberikan dengan jarak waktu 4 minggu. Vaksin ini aman dan efektif diberikan bersamaan dengan vaksin BCG, campak, polio (OPV atau IPV), yellow fever dan suplemen vitamin A.

 

Author Info

admin

No Comments

Comments are closed.

error: Content is protected !!