featured_header1

Vaksin Kanker Serviks – sebuah Kontroversi

Ilmuwan Terkemuka Memperingatkan Akan Bahaya Vaksin HPV. Menurut salah satu website yang cukup aktif, dikatakan bahwa Gardasil (Vaksin kanker serviks 4 virus) telah menyebabkan efek samping seperti misalnya kejang-kejang, mati rasa, pusing, pingsan, dan juga kelumpuhan. Di Australia, lebih dari 17 anak perempuan dalam seminggu mengalami reaksi seperti di atas setelah menerima vaksinasi, tapi Departemen Kesehatan menolak memberikan perincian. Tahun 2007, 496 laporan akan kontraindikasi vaksin terdokumentasi oleh Australia’s Therapeutic Goods Association (TGA). Di antaranya, 468 dicurigai terjadi oleh karena vaksin kanker serviks.Di Amerika Serikat, 1.700 wanita telah melaporkan menderita kontraindikasi Gardasil, dan di antara mereka 7 orang telah meninggal.

Ternyata setelah dikaji ulang oleh beberapa dokter In Harmony Clinic, situs tersebut menjual PRODUK HERBAL dan PEMBALUT WANITA. Oleh karena itu sebaiknya kita membahas mengenai fakta mengenai vaksin HPV berdasarkan penelitian asli dan terpublish di jurnal kedokteran.

Apa manfaat Vaksin HPV?

Tiga kali suntikan HPV yang diberikan dalam jangka 6 bulan, akan memberikan proteksi terhadap infeksi HPV tipe 16 dan 18. Hingga saat ini masih dalam penelitian berapa tahun lama proteksinya, namun berdasarkan penelitian terakhir, dalam 13 tahun ini kadar antibodi dalam darahnya masih 14 kali lebih tinggi dibandingkan yang tidak divaksin.

Manfaat vaksin HPV ini tidak sama pada tiap-tiap orang, tergantung dari seberapa besar paparan dari HPV yang telah terjadi. Bagi yang belum pernah terpapar HPV, vaksin ini akan memberikan 100% proteksi terhadap infeksi HPV 16 dan 18. Jika sudah pernah terpapar oleh HPV (sudah melakukan hubungan seksual), sebaiknya dipap smear sebelum dilakukan vaksinasi.

Kontrol pasca Vaksin HPV?

Vaksinasi HPV mengurangi risiko terkena kanker serviks 70-80%, sehingga paptest rutin pasca vaksinasi HPV tetap dianjurkan karena 20-30% risiko yang tidak dapat dicegah oleh vaksinasi ini tetap harus dipantau melalui prosedur paptest.

Berdasarkan penelitiannya, ada lebih 100 tipe HPV. Dan, vaksin tersebut efektif membunuh HPV tipe 16 dan 18, dengan tingkat keberhasilan mencapai 80-95 persen. Bahkan, vaksin tersebut mampu melakukan cross protection untuk menangkal tipe HPV jenis lainnya.

Apakah vaksin HPV aman?

FDA telah menyatakan bahwa vaksin HPV ini aman dan efektif, nyaris tanpa efek samping. Efek samping yang mungkin terjadi adalah Efek samping yang pernah dilaporkan berupa :

  • Nyeri pada daerah suntikan (83.9 %)
  • Bengkak pada daerah suntikan (25.4 %)
  • Merah pada daerah injeksi (24.6 %)
  • Demam (13 %), Mual (6.7 %), Pusing (4%), Diarrhea (3.6%),
  • Efek samping lainnya yang kurang dari 1% : mual, muntah, batuk, sakit gigi, tidak enak, nyeri sendi, insomnia, dan hidung tersumbat.

Efek samping tersebut belum tentu dirasakan oleh semua orang dan belum tentu berhubungan dengan vaksinnya, tetapi hanya berupa laporan pasien saja. Orang yang alergi terhadap vaksin ini sangat jarang dan belum pernah didapatkan di klinik vaksin In Harmony.

Berapa harga vaksin kanker serviks ?

Harga Vaksin HPV berkisar 700 ribu hingga 900 ribu rupiah per kali suntiknya. Dibandingkan dengan harga pengobatan kanker serviks harga vaksin tersebut lebih murah. Biaya operasi kanker sekitar 50 juta rupiah, kemoterapi bekisar 20 juta/kemoterapi yang perlu dilakukan enam kali, ditambah radiasi yang butuh dana tak juga sedikit. Jadi sebagai kesimpulannya, pencegahan yang terbaik adalah dengan VAKSINASI HPV 3x (dan Pap smear rutin jika telah menikah) didukung oleh kehidupan sex yang sehat.

Author Info

admin

No Comments

Comments are closed.