Vaksin Kanker Serviks pada Anak

Kanker serviks atau leher rahim hanya akan diderita oleh wanita. Rata-rata kejadian kanker serviks diderita oleh perempuan di usia 25 hingga 45 tahun. Namun infeksi HPV yang menjadi penyebab kanker serviksnya terjadi 3 tahun hingga 17 tahun sebelum kanker tersebut terdeteksi. Oleh karena itu perlu sekali pencegahan infeksi HPV pada anak-anak.

Menurut survey yang dilakukan di Jakarta tahun 2010, di antara remaja perempuan usia SMP – SMA, 70 persen di antara mereka sudah tidak perawan lagi. Artinya kejadian seks bebas di kalangan remaja Indonesia sangat meningkat yang berkontribusi terhadap banyaknya kasus HPV yang ditularkan melalui hubungan seksual.

Kutil kelamin pun disebabkan karena virus HPV. Kutil kelamin dapat diderita oleh perempuan maupun laki-laki. Oleh karena itu saat ini sudah saatnya kita berpikir mencegah kutil kelamin dan kanker serviks sejak dini.

Sediaan Vaksin HPV

Vaksin yang diberikan untuk anak maupun dewasa adalah vaksin yang sama dengan dosis yang sama. Vaksin HPV yang ada di dunia ini ada 2 jenis, yaitu Cervarix dan Gardasil. Berikut ini perbandingannya:

Cervarix Gardasil
Isi HPV 16, 18 HPV 6,11,16,18
Manfaat Mencegah kanker serviks Mencegah kanker serviks dan kutil kelamin
Disuntikkan pada Anak perempuan di atas 10 tahun Anak perempuan di atas 10 tahun dan anak laki-laki 10-26 tahun
Pabrik pembuat Glaxo Smith Kleine Merck Sharp Dohme
Harga 750.000 880.000
Cara penyuntikan 3x dengan interval : bulan ke 0-1-6 3x dengan interval : bulan ke 0-2-6

Vaksin kanker serviks diberikan untuk anak di atas 10 tahun, dan menurut penelitian yang dilakukan di Belgia, antibodi yang dibentukakan lebih tinggi terbentuk pada anak anak dibandingkan dengan dewasa yang divaksin.

Pemberian Vaksin kanker serviks pada anak sedikit berbeda dalam hal skrining awalnya. Pada orang yang sudah pernah melakukan hubungan sexual, sebelum mendapatkan vaksin ini, perlu melakukan Pap Smear untuk medeteksi apakah sudah ada infeksi HPV atau belum. Anak tidak memerlukan pap smear atau IVA tes sebelum vaksinasi.

Rekomendasi Pemberian Vaksin HPV

Perkumpulan dokter ahli sudah merekomendasikan pemberian vaksin HPV untuk anak di atas 10 tahun yaitu IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), PAPDI (Persatuan Ahli Penyakit Dalam Indonesia), POGI (Persatuan Obstetridan Ginekologi Indonesia).

Amankah Vaksin Kanker Serviks untuk Anak ?

Vaksin HPV sangat aman diberikan pada anak, sudah lebih dari 20 tahun vaksin ini diberikan pada puluhan juta anak di Amerika. Banyak gerakan anti vaksin yang mengutarakan kasus-kasus setelah vaksin Kanker Serviks.

Mitos : Vaksin HPV membuat mandul anak perempuan

Fakta : ada beberapa klaim yang menyatakan bahwa penyuntikan vaksin Gardasil memberikan efek kemandulan pada beberapa remaja di Australia, London danAmerika. Hal ini membuat para peneliti vaksin mulai meneliti mengenai vaksin ini. Dan menurut jurnal resmi AMA (Australian Medical Journal Ascociation), ditemukan bahwa tidak ada hubungan antara Gardasil dengan kemandulan (premature ovarian failure).Yang terjadi pada beberapa kasus tersebut adalah anak itu sebelumnya memang sudah ada kelainan haid dan kelainan ovarium yang belum terdeteksi sebelumnya. Hanya kebetulan setelah vaksinasi, pemeriksaan akan kesuburannya baru dilaksanakan sehingga seolah olah itu disebabkan karena vaksinasi HPV nya. Namun sebetulnya, kelainannya sendiri sudah ada pada anak tersebut jauh sebelum vaksinasi.

Mitos :Vaksin HPV diberikan setelah anak mendapat haid

Fakta :Vaksin HPV dapat diberikan setelah anak berusia 10 tahun baik pada perempuan atau laki-laki. Tidak menunggu anak tersebut mendapatkan haid atau tidak, karena vaksin HPV tidak mempengaruhi hormone kesuburan sama sekali.

Mitos :setelah mendapatkan vaksin HPV, anak bisa kejang hingga meninggal

Fakta :efek samping dari setiap obat selalu ada, begitu juga dengan vaksin, namun belum tentu efek samping itu muncul pada semua orang. Berdasarkan penelitian, vaksinasi HPV memberikan efek samping sebagai berikut :

Efek samping sering :

-          Nyeri di tempatsuntikan (9 dari 10 )

-          Kemerahan atau bengkak sedikit di tempat suntikan yang hilang dalam beberapa hari (1 dari 2 orang mengalami ini)

Efek samping ringan lainnya :

-          Demam di atas 38 C dialami 1 dari 8 orang

-          Sakit kepala atau perasaan lelah (1 dari 2 orang)

-          Gejala perut tidak enak (1 dari 4 orang)

-          Nyeri sendi (1 dari 2 orang)

Alergi dapat ditemukan namun sangat jarang dan jarang sekali yang menyebabkan kasus syok anafilaktik.

Efek samping tersebut di atas adalah hasil dari survey jejak pendapat pasien setelah disuntik, namun tidak diteliti lebih lanjut apakah rasa tidak nyaman tersebut ada hubungannya dengan vaksin HPV ataukah disebabkan karena penyebab penyakit lain yang menyertai saat disuntik.

Artikel bagus yang dapat dibaca mengenai Bahaya vaksin Kanker Serviks ada di halaman web berikut :http://doktermeta.blog.inharmonyclinic.com/imunisasi-anak/vaksin-kanker-serviks-kutil-kelamin-hpv/apa-saja-sih-efek-samping-vaksin-kanker-serviks-gardasilcervarix/

Mitos :Vaksin HPV khusus diberikan pada anak perempuan, laki-laki tidak memerlukan vaksinasi HPV

Fakta : HPV tidak hanya menyebabkan kanker serviks pada kaum hawa saja, namun dapat menyebabkan kejadian kanker anus pada lelaki, kutil kelamin pada area penis dan sekitarnya. Vaksin HPV dapat mencegah laki laki menyebarkan virus HPV kepasangannya dan melindungi dirinya sendiri. Vaksin yang diberikan pada laki-laki adalah merk Gardasil yaitu diberikan pada 0-2-6 bulan di usia 10-26 tahun.

 

 

 

Author Info

admin

No Comments

Comments are closed.

error: Content is protected !!