Vaksin Kanker Serviks – Kanker Serviks Bukan Penyakit Keturunan

Vaksin Kanker ServiksSemua wanita harus mewaspadai akan kehadiran virus human papilloma penyebab kanker serviks. wanita dapat terinfeksi virus human papilloma tanpa terkecuali anda yang sudah menikah dan memiliki pasangan tetap.Fakta selanjutnya menunjukan bahwa jenis usia bukanlah faktor yang menentukan penderita kanker serviks. Penyakit kanker serviks yang paling aktif (Adenokarsinoma) jenis kanker yang sering ditemukan pada kasus perempuan muda.

Kanker serviks bukan penyakit keturunan, akan tetapi penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus human papilloma yang bersifat penyebab kanker. Ada beberapa macam virus human papilloma dan diantaranya yang paling banyak menyerang wanita adala tipe 16 dan 18 , ditemukan 80% kasus kanker serviks diserang oleh tipe jenis ini.

Tingginya kematian karena kanker serviks di Indonesia, disebabkan penyakit ini belum bisa ditangani dengan baik lantaran belum adanya program secara nasional mengenai skrining kanker serviks. Jadinya, kasus sering ditemukan dalam kondisi stadium lanjut. Juga, rendahnya pemahaman masyarakat terhadap penyakit ini sehingga menyebabkan sebagian besar perempuan datang memeriksakan diri saat sudah stadium lanjut.

Gejala kanker serviks
Gejala kanker serviks merupakan gejala penyakit yang sulit ditemukan perkembangannya. Gejalanya sama dengan wanita non-penderita. Gejala penyakit ini akan ditemukan setelah memasuki stadium lanjut yaitu memasuki stadium 3 , sehingga telah mengalami kerusakan organ-organ di dalam tubuh. Pada stadium lanjut sering memberikan gejala : perdarahan post coitus, keputihan abnormal, perdarahan sesudah mati haid (menopause) serta keluar cairan abnormal (kekuning-kuningan, berbau dan bercampur darah).

Cegah kanker serviks
Pencegahan terhadap kanker serviks dapat dilakukan dengan program skrinning dan pemberian vaksinasi berupa vaksin kanker serviks. Di negara maju, kasus kanker jenis ini sudah mulai menurun berkat adanya program deteksi dini melalui pap smear. Vaksin Kanker Serviks atau HPV akan diberikan pada perempuan usia 10 hingga 55 tahun melalui suntikan sebanyak tiga kali, yaitu pada bulan ke nol, satu, dan enam. Dari penelitian yang dilakukan, terbukti bahwa respon imun bekerja dua kali lebih tinggi pada remaja putri berusia 10 hingga 14 tahun dibanding yang berusia 15 hingga 25 tahun.

Author Info

admin

No Comments

Post a Comment

error: Content is protected !!