Vaksin japanese B Encephalitis

Penyakit Japanese B Encephalitis (JE) merupakan penyakit viral yang penularannya melalui vektor dan menyebabkan penyakit ensefalitis pada manusia terutama anak-anak di Asia, dan juga dapat menyerang ternak. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang bersifat zoonosis, sehingga mempunyai dampak yang cukup serius terhadap kesehatan masyarakat.

Penyakit Japanese B Encephalitis (JE) disebabkan virus yang menimbulkan infeksi JE pada otak. Virus JE dibawa nyamuk Culex yang hidup di daerah Asia (dari India Timur ke Korea, Jepang, dan Indonesia). Sumber alami virus Japanese B Encephalitis adalah babi dan burung liar.

Sejak tahun 1960-an Japanese B Encephalitis sudah dilaporkan keberadaannya di Indonesia. Penyakit itu tersebar di Jawa, Bali, Lombok, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, dan Irian Jaya. Namun demikian, densitasnya tidak sama untuk setiap wilayah. Sejumlah daerah di Indonesia mempunyai potensi risiko adanya Japanese encephalitis.

Penyakit Japanese  B Encephalitis dapat menyebabkan demam, sakit kepala, leher kaku dan sawan. Tiap satu dari lima kasus Japanese Encephalitis bisa berakibat fatal.

Pencegahan Japanese B Encephalitis paling efektif adalah dengan Vaksin Japanese B Encephalitis. Vaksin Japanese B Encephalitis diberikan melalui suntikan pada hari ke-0, 7, dan 28. Dilakukan vaksinasi booster Japanese Encephalitis setahun kemudian. Vaksin Japanese B Encephalitis diulang setiap 3 tahun.

Baca juga:

Apa itu hepatitis?
Gejala hepatitis secara umum
Tips mencegah penyakit Hepatitis
Seberapa penting vaksin hepatitis
Sudahkah anda mengenal Hepatitis?
Virus hepatitis menyerang fungsi hati!!
Gejala yang di timbulkan penyakit hepatitis B
Penyakit hepatitis B dan C terjadi di Indonesia 
Kepedulian Indonesia terhadap hepatitis
Hepatitis A dan hepatitis B dapat di sembuhkan

Author Info

admin

No Comments

Comments are closed.