Vaksin HPV / Kutil Kelamin Pada Laki- Laki

Kutil Kelamin Pada Laki- LakiKlinikvaksinasi.com – Jika kita mendengar vaksin kanker serviks, konotasinya adalah vaksin ini dikhususkan untuk wanita, namun pandangan ini salah, karena kita salah kaprah menyebutnya dengan vaksin kanker serviks, seharusnya adalah vaksin HPV. Vaksin HPV tidak hanya untuk perempuan saja, laki-laki pun memerlukan vaksin HPV ini, karena penyakit HPV juga menyerang laki- laki, menyebabkan kanker dubur/ anus, kanker penis, kutil kelamin dan kanker orofaring (tenggorokan). Memang di wanita, HPV ini menyebabkan kanker serviks, namun karena laki- laki tidak memiliki serviks, HPV bisa hinggap di organ seks lainnya yang dimiliki oleh laki- laki dan membuat kanker di sana.

Rekomendasi Penggunaan Vaksin HPV pada laki- laki

ACIP (Ikatan Dokter Anak Amerika) merekomendasikan vaksinasi HPV sebanyak 3 dosis untuk laki-laki usia 11 dan 12 tahun hingga usia 21. Sebetulnya vaksinasi ini dapat dimulai dari usia 9 tahun. Laki- laki usia 22- 26 tahun boleh divaksinasi.

Rekomendasi Untuk Populasi Khusus

Gardasil bukanlah vaksin hidup, dan dapat diberikan pada orang yang mengalami imunokompromise (tidak memiliki kekebalan tubuh) sebagai hasil dari infeksi HIV, penyakit ataupun pengguna obat steroid. Respon tubuh pada pasien ini biasanya lebih rendah daripada seseorang yang imunokompeten. ACIP merekomendasikan vaksinasi rutin Gardasil untuk laki- laki usia 26 tahun.

MSM (Male sex with male) adalah kelompok yang berisiko tinggi terhadap infeksi HPV tipe 6, 11, 16, dan 18 termasuk kutil kelamin, dan kanker anus. Untuk kelompok MSM ini, ACIP merekomendasikan untuk pemberian vaksin untuk semua kelompok usia sebanyak 3 dosis.

Efikasi Vaksin HPV pada Laki-laki (Derajat Kemempanan)

Penelitian Gardasil menunjukkan efikasi (kemempanan) untuk mencegah kutil kelamin sebesar 88,1 %. Kemempanan untuk mencegah AIN1/2/3 adalah 77.5%

Pencegahan Kutil Kelamin dengan Vaksinasi HPV

Data dari penelitian Gardasil (HPV4) menunjukkan bahwa penyuntikan vaksinasi Gardasil sangat efektif dalam mencegah kutil kelamin, dan kanker anus/ kanker dubur. Gardasil tidak dilisensikan untuk pria di atas 26 tahun, karena belum ada informasi untuk kelompok usia ini. Masih dalam penelitian. Analisis efektivitas menunjukkan penghematan sebesar $50,000 untuk orang yang divaksinasi dibandingkan jika dia harus terkena kanker atau kutil kelamin.

Seseorang yang mengidap virus HIV (human immunodeficiency virus) juga memiliki risiko tinggi untuk terkana HPV. Kutil kelamin sangat sering terjadi di populasi ini dan kutilnya sulit untuk diobati pada orang pengidap HIV. Kanker dubur sering dialami oleh pengidap HIV yang MSM dan walaupun sudah mendapat terapi ARV untuk HIV tetap saja jumlah kanker dubur meningkat. (ARV tidak mengurangi beban kanker dubur yang disebabkan oleh HPV pada pria).

Satu penelitain yang sangat bagus hasilnya didapatkan bahwa Gardasil (vaksin HPV4) sangat aman dan berkhasiat untuk mencegah infeksi HPV pada anak yang sudah mengalami HIV dengan khasiat yang sama tingginya dengan anak yang normal. Walaupun titer antibody dari vaksinasinya memang lebih rendah daripada anak yang tidak HIV, namun signifikansi secara klinisnya belum diketahui. Saat ini sedang diteliti mengenai lamanya respon imunitas dan efikasi vaksin Gardasil pada orang yang sudah terinfeksi oleh HIV.

Di Amerika sudah ada vaksin Gardasil 9, berisi 9 tipe HPV. Di Indonesia kita masih menantikan launchingnya vaksin tersebut.

Artikel by : dr Meta Melvina untuk In Harmony Clinic

 

Author Info

No Comments

Post a Comment