Vaksin HPV / Kanker Serviks Pada Perempuan

Karena tingginya prevalensi kanker serviks di Indonesia, sudah ada rekomendasi dari beberapa persatuan dokter di Indonesia untuk memberikan vaksinasi kanker serviks pada wanita dan anak perempuan. Namun ada perubahan di jadwal imunisasi dewasa, yaitu pemberian vaksin HPV 4 valen pada laki-laki usia 10 – 26 tahun.

Apa saja jenis- jenis vaksin HPV ?

vaksin hpv

Ada 2 jenis vaksin HPV di pasaran, yaitu merk Cervarix dan Gardasil.

Harga tersebut di klinik kami sudah termasuk biaya administrasi, jasa suntik dan sertifikat vaksin. Namun harga tersebut bervariasi di dokter, bidan, klinik, rumah sakit dan dokter spesialis.

Siapa saja yang bisa mendapatkan vaksin ini ?

POGI (Persatuan Dokter Obstetri dan Ginekologi Indonesia), PAPDI (Persatuan Ahli Penyakit Dalam Indonesia) dan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) merekomendasikan vaksin HPV ini diberikan sejak usia 10 tahun hingga 55 tahun. Jadi maksudnya vaksin ini diberikan pada anak perempuan jika sudah menginjak usia 10 tahun, tidak melihat apakah anak tersebut sudah dapat haid atau belum, karena vaksin HPV tidak mempengaruhi hormon seseorang.

Paling baik diberikan pada orang yang belum terpapar sex, namun jika sudah pernah melakukan hubungan badan, baik sudah menikah ataupun belum, disarankan untuk melakukan pap smear terlebih dahulu. Tujuan pap smear adalah mengecek apakah seseorang telah terinfeksi HPV atau belum. Jika hasil dari pap smear dinyatakan negatif lesi prekanker HPV, baru akan diberikan vaksin HPV.

Vaksin HPV 4 valen diberikan pada anak laki- laki usia 10- 26 tahun dengan tujuan untuk mencegah terjadinya kutil kelamin pada anak laki – laki dan menurunkan insidensi kutil kelamin pada pasangannya kelak. Vaksin ini juga diberikan jika pria di atas 26 tahun dan menderita penyakit imunosupresi (daya tahan tubuh lemah).

Bagaimana cara memberikan vaksin HPV?

Untuk merk Cervarix diberikan 3 x yaitu pada bulan ke 0-1-6. Jadi misalnya Anda mendapatkan vaksin ini untuk pertama kalinya pada tanggal 16 Februari 2015, dosis keduanya adalah 16 Maret 2015, dan dosis terakhirnya adalah 16 Agustus 2015.

Untuk merk Gardasil diberikan 3 x yaitu pada bukan ke 0-2-6. Jadi misalnya Anda mendapatkan vaksin ini untuk pertama kalinya pada tanggal 16 Februari 2015, dosis keduanya adalah 16 April 2015, dan dosis terakhirnya adalah 16 Agustus 2015.

Vaksin HPV disuntikkan di lengan atas.

Bagaimana jika terlambat datang untuk vaksin ? Atau bagaimana jika Hamil ?

Ada jadwal untuk mengejar ketertinggalan vaksin ini. Pada dasarnya, menurut penelitian, dosis ke 1 ke dosis ke 2 maksimal sudah diberikan dalam rentang 3 bulan. Jika sudah lewat dari 3 bulan maka harus diulang dari awal lagi. Jarak dari dosis ke 2 ke dosis ke 3 maksimal 12 bulan. Jika sudah lewat dari 12 bulan maka harus diulang dari awal lagi.

Hamil merupakan keadaan kontra indikasi pada pemberian vaksin HPV, bukan karena efek teratogeniknya, namun karena belum ada penelitian untuk ibu hamil untuk vaksin HPV. Jika Anda hamil dan Anda sudah menerima 2 x suntikan HPV sebelumnya, Anda tinggal melanjutkan dosis ke-3 nya setelah Anda melahirkan. Jangan khawatir jika Anda menyusui, vaksin HPV boleh diberikan untuk ibu menyusui dan tidak ikut ke dalam ASI. Namun jika Anda hamil padahal baru saja mendaapatkan 1 x suntikan vaksin HPV, artinya vaksin Anda hangus dan harus diulang sejak suntikan pertama hingga ketiga setelah Anda melahirkan.

Apa Efek Samping yang Dapat Terjadi setelah Vaksinasi HPV ?

Tidak semua orang mengalami efek samping ini, namun masih bisa terjadi hal seperti ini menurut pooling penelitian yang dilakukan oleh CDC (Center for Disease Control) dan berlangsung hanya 1- 2 hari :

  • Reaksi lokal di daerah bekas suntikan : nyeri (8 dari 10), kemerahan atau bengkak (1 dari 4 )
  • Demam ringan kurang dari 38 C (1 dari 10), demam hingga 39 C ( 1 dari 65)
  • Sakit kepala ( 1 dari 3)

Informasi untuk Vaksinasi HPV/ Kanker Serviks di Jakarta :  Klinik Vaksinasi In Harmony

Author Info

admin

No Comments

Comments are closed.