Vaksin HPV – Indonesia Jumlah Penderita Kanker Serviks Terbanyak

Vaksin HPVPada tahun 2006, telah ditemukan sebuah vaksin yang dapat mencegah terjadinya kanker serviks bagi perempuan. Penekanannya adalah, vaksin ini hanya dapat efektif jika diberikan kepada perempuan yang belum aktif melakukan hubungan seksual. Jadi umur terbaik untuk pemberian vaksin HPV ini sekitar 15 – 27 tahun. Vaksin ini diberikan sebanyak 3 kali dalam rentang waktu masing-masing 2 bulan, jaraknya tidak boleh terlalu cepat atau terlalu lambat.

Vaksin HPV digunakan untuk pencegahan kanker serviks pada dasarnya diberikan bagi orang yang belum terinfeksi HPV. Paling ideal diberikan pada mereka yang belum berhubungan seksual atau masih gadis. Pada anak remaja sudah bisa diberikan usia 10 th. Hal ini memberikan proteksi yang lebih tinggi. Pada perempuan yang sudah melakukan kontak seksual aktif masih bisa diberikan suntikan tersebut namun sebaiknya melakukan pemeriksaan pap smear terlebih dahulu untuk skrining apakah sudah terinfeksi HPV, apakah sudah ada lesi prakanker di mulut rahim. Karena jika ada sebaiknya diterapi dulu.

Vaksin HPV bukan virus yang dilemahkan. Jadi tidak perlu khawatir, Vaksin tersebut berisi komponen protein yang strukturnya mirip dengan virus HPV namun tidak dapat bereplikasi atau memperbanyak diri. Jadi bukan virus asli atau yang dilemahkan. Efek yang sering ditimbulkan hanya nyeri di tempat suntikan.

Indonesia jumlah penderita kanker serviks terbanyak
Di antara puluhan jenis kanker, penderita kanker mulut rahim atau kanker serviks disebut sebagai penyebab terbesar kematian. Perkiraan yang dilansir dari kurva data kesehatan tahunan itu diperhitungkan hingga 2030 mendatang. Bahkan, tingginya kasus kanker serviks membuat WHO menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penderita kanker serviks terbanyak di dunia.

Di Indonesia, 70 persen kanker serviks baru diketahui setelah pasien sudah stadium lanjut dan kebanyakan mereka tidak menyadari dirinya terkena karena tidak menimbulkan gejala awal. Data Kemenkes dan Yayasan Kanker Indonesia 2012 menyebutkan, sekitar 15 ribu perempuan Indonesia terdeteksi kanker serviks tiap tahunnya. Artinya, 41 perempuan per hari atau tiga perempuan setiap dua jam menderita penyakit yang mematikan ini. Dari angka itu, sekitar 8.000 perempuan meninggal setiap tahunnya.

Author Info

admin

No Comments

Post a Comment