Vaksin Hepatitis A untuk Pelaut

Indonesia adalah negara maritim, ada lebih dari 17.000 pulau di Indonesia, maka jumlah lautnya pun banyak sekali, sehingga ada lagu Nenek Moyangku Orang Pelaut. Dunia kelautan sangat digemari oleh seluruh manusia di dunia karena di laut masih terdapat banyak sumber daya alam yang belum terjamah dan terolah yang sudah Tuhan sediakan. Menjadi pekerja di laut merupakan kebanggan tersendiri. Selain Anda diwajibkan untuk memiliki : passport, seaman book (buku pelaut), BOSIET dan HUET, OGUK atau OKUAA MCU, kartu tenaga kerja luar negri, Anda pun mendapat nilai positif untuk diberangkatkan jika sudah siap memiliki sertifikat vaksinasi dan sertifikat menyelam.

Para pelaut, pekerja di kapal pesiar dan pegawai off shore minyak dan gas memiliki syarat/ regulasi vaksin dan medical check up yang ketat untuk melindungi diri mereka dari sakit penyakit yang dapat menghambat pekerjaannya di laut ataupun saat kembali ke darat. Sebagaimana kerasnya ombak di laut, pekerja pun diharapkan memiliki mental dan fisik yang sehat. Saat ini setiap kapal sudah memiliki kebijakan vaksinasi sendiri untuk kru mereka yang mengacu pada WHO International Travel and Health.

Mengapa Pelaut membutuhkan vaksinasi Hepatitis A ?

Hepatitis A (sakit kuning) disebabkan karena virus hepatitis A  yang ditularkan melalui rute fekal oral dari makanan atau minuman yang terkontaminasi. Tidak akan menjadi kronis namun dapat akut dan menyebabkan kematian. Penularan hepatitis A ini banyak terjadi di negara belahan dunia ketiga dimana sumber air bersih sulit didapatkan, begitu pula dengan keadaan di laut yang dibatasi jumlah air bersihnya.

Anda dapat terkena hepatitis A dari makanan yang disediakan oleh orang yang memiliki virus hepatitis A di tangan atau kukunya, atau juga dari bahan makanan yang diambil dari laut jika laut tersebut terkontaminasi dengan tinja.

Di satu kapal pesiar atau kapal apapun, banyak terdapat orang di sana yang makan dan tidur bersamaan, dan dinilai overcrowded (padat) yang membuat penyakit hepatitis A, tifoid dan diare sangat mudah menyebar. Mengingat hepatitis A sangat berbahaya bagi tubuh dan sulit penyembuhannya jika berada di kapal, kru kapal perlu divaksin sebelum berangkat.

Tujuan yang Berisiko

Negara yang endemis hepatitis A adalah :

-          sub Sahara dan Afrika Utara,

-          Subkontinen India : Bangladesh, India, Nepal, Pakistan

-          Belahan Dunia Timur kecuali Jepang

-          Asia Timur

-          Amerika Selatan dan Sentral Amerika.

Sediaan Vaksin Hepatitis A

Vaksin hepatitis A adalah vaksin yang sangat aman, dibuat dari virus yang telah mati dan tidak aktif sehingga tidak meyebabkan sakit ataupun demam.

Vaksin Hepatitis A yang beredar di Indonesia adalah Avaxim dan Havrix. Avaxim buatan Sanofi Pasteur, sementara Havrix buatan Glaxo Smith Kleine. Tersedia pula vaksin hepatitis A yang kombo dengan hepatitis B, bernama Twinrix buatan Glaxo Smith Kleine. Jadi dalam 1 kali suntikan, sudah mengandung vaksin hepatitis A dan hepatitis B. Di luar negri, ada vaksin hepatitis A yang dikombokan dengan vaksin tifoid. Namun sediaan ini belum masuk ke Indonesia.

Jadwal Penyuntikan dan Keterlambatannya

Vaksin Hepatitis A disuntikkan sebanyak 2 x dengan interval 6 bulan. Jadi sebelum Anda berangkat, Anda akan disuntikkan vaksin ini dan mendapatkan kartu vaksinasi. Setelah anda pulang berlayar, pada bulan ke 6, Anda diharapkan kembali ke klinik untuk mendapatkan suntikan kedua hepatitis A ini sehingga Antibodi yang didapatkan maksimal dan bertahan hingga 20 tahun tanpa memerlukan booster.

Jika Anda pergi berlayar dan lebih dari 6 bulan, ada baiknya apabila kapal yang Anda tumpangi menyediakan fasilitas kesehatan yang menyediakan vaksin sehingga jadwal imunisasi Anda tidak terganggu, namun jika Anda harus suntik di darat dan terlambat, dosis kedua dapat diberikan maksimal 12 bulan setelah dosis pertama diberikan. Apabila lebih dari 12 bulan, Anda harus mengulang penyuntikan hepatitis A ini dari awal.

Kebanyakan Pelaut belum sadar akan Pencegahan Penyakit

Pencegahan penyakit dengan vaksin hanya efektif jika Anda disuntikkan dengan jarak 2 minggu atau lebih sebelum keberangkatan. Jadi bukan besok berlayar, hari ini Anda suntik. Kebanyakan mereka yang pelaut kurang memperhatikan hal ini. Memang untuk dokumentasi dan persyaratan saja sudah cukup yang penting dapat sertifikat vaksin, namun vaksinasi sebenarnya bukan semata- mata hanya untu memenuhi persyaratan saja. Esensi dari vaksinasi pelaut diharapkan agar para pelaut tidak saling menularkan penyakitnya dengan teman-teman lainnya dan juga mendapatkan perlindungan yang maksimal dari antibodi yang didapatkan dari vaksinasi. Oleh karena itu idealnya datang ke klinik untuk vaksinasi minimal 2 minggu sebelum keberangkatan.

 

 

 

 

Author Info

admin

No Comments

Comments are closed.