Vaksin Combo Hepatitis A dan B

klinikvaksinasi3(Artikel by : dr Meta Melvina)

Penyakit kuning sering diderita oleh anak- anak hingga dewasa muda karena pola makanan dan sering jajan makanan yang diduga kurang bersih pembuatannya dan mengandung virus Hepatitis A.

Penyakit kuning berbeda dengan demam kuning, oleh karena itu vaksinasi yang diberikannya berbeda. Untuk mencegah penyakit kuning, kita menggunakan vaksinasi Hepatitis A, untuk mencegah demam kuning kita menggunakan vaksinasi Yellow Fever.

Penyakit ini perlu mendapat perhatian khusus karena menyebabkan masa sakit yang cukup panjang hingga pulih benar dalam waktu 6 bulan.

Perbedaan Vaksin Hepatitis A, dan Hepatitis A + B

Vaksin Monovalen (Hepatitis A single dan Hepatitis B single)

Vaksin monovalen hepatitis A ada empat merk yang saat ini tersedia di dunia. Dibuat dari berbagai jenis virus hepatitis A. Semua ditanam di sel diploid manusia (MRC5). Tiga (Havrix ®, Vaqta ® dan Avaxim ®) menggunakan ajuvan aluminium hidroksida. Keempat, vaksin Epaxal ®, mengandung partikel Hepatitis A inaktif yang melekat fosfolipid vesikel dengan haemagglutinin virus influenza berasal dari virus influenza H1N1 inaktif.

Vaksin ini diberikan 2 dosis, dengan jarak 6 bulan. Jika Anda mendapatkan vaksin monovelen Hepatitis A, anda hanya akan memiliki kekebalan terhadap hepatitis A, namun tidak terhadap hepatitis B sehingga diperlukan suntikan vaksin hepatitis B di kemudian hari.

Vaksin Kombinasi Hepatitis A dan Hepatitis B

Gabungan vaksin yang mengandung virus hepatitis A yang dimurnikan dikombinasikan dengan rekombinan antigen permukaan hepatitis B yang dilarutkan ke dalam aluminium hidroksida (Twinrix ®) atau aluminium fosfat (Ambirix ®), dapat digunakan ketika perlindungan terhadap infeksi hepatitis A dan hepatitis B diinginkan.

Dalam keadaan darurat misalnya adanya kemungkinan terhadap paparan (1 keluarga ada yang terkena hepatitis A), ataupun selama ditemukan wabah di suatu tempat, dibutuhkan perlindungan terhadap hepatitis A yang cepat segera terbentuk, maka pilihan kita jatuh pada dosis tunggal vaksin Hep A monovalen. Pada anak-anak di bawah umur 16 tahun, dosis tunggal Ambirix ® juga dapat digunakan untuk cepat perlindungan terhadap hepatitis A.

Vaksin monovalent dan Ambirix mengandung jumlah antigen hepatitis A lebih tinggi dan karena itu akan memberikan perlindungan hepatitis A lebih cepat daripada Twinrix.

Vaksin ini diberikan 3 dosis dengan interval : 0 – 1 – 6 bulan.

Manfaat Vaksinasi Hepatitis A dan B

Efikasi (derajat kemempanan) vaksin Twinrix untuk mencegah hepatitis A dan B adalah sebanyak 95 %. Dengan penyuntikan vaksin Twinrix di komunitas Anda, telah mengurangi angka kematian karena sirosis dan juga mengurang angka rawat inap dari penyakit menular.

Vaksin Twinrix sangat bermanfaat bagi orang yang sehat karena kita tidak pernah tahu kapan akan terpapar virus ini. Hepatitis menyerang Anda lewat makanan dan luka. Vaksin Twinrix ini perlu disuntikkan 3 x, sementara jika Anda menggunakan dosis terpisah, Anda memerlukan suntikan sebanyak 5 x, artinya kunjungan ke dokter akan semakin berkurang. Hal ini sangat baik.

Cara Pemberian Vaksin Hepatitis A + B

Untuk kekebalan tubuh yang tahan lama Anda memerlukan 3 sampai 4 dosis, tergantung pada jenis vaksin yang digunakan.

Anak-anak harus mendapatkan dosis pertama mereka saat dilahirkan dan mendapatkan secara komplit vaksin ini ketika mereka berusia 6 bulan. Biasanya, dosis kedua akan diberikan ketika bayi 1 bulan dan dosis ketiga ketika anak berusia 6 bulan.

Bayi yang lahir dari wanita yang mempunyai hepatitis B harus segera mulai vaksinasi dan juga mendapatkan obat lain (Hyperhep/ HB quin / Hepabig– Hepatitis B Immunoglobulin) untuk mencegah aktifnya virus Hepatitis B dan juga melaksanakan cek laboratorium untuk memastikan bahwa mereka dalam keadaan sehat.

Jadwal susulan vaksinasi Hepatitis A dan B direkomendasikan untuk anak-anak dan remaja yang riwayat vaksinasinya tidak lengkap atau bahkan belum sama sekali diimunisasi.

Jika Anda orang dewasa yang ingin divaksinasi, Anda harus mendiskusikan pilihan Anda dengan dokter Anda. Jika Anda dipertimbangkan butuh keduanya (Hepatitis A dan B), mintalah pada dokter Anda untuk menyuntikkan Twinrix, yang menggabungkan vaksin hepatitis A dan B untuk mengurangi jumlah suntikan yang perlu Anda terima.

Indikasi Penyuntikan Vaksin Hepatitis A + B

Siapa Yang Memerlukan Vaksinasi Hepatitis A

CDC (Bagian Infeksi dari Badan Kesehatan Dunia, WHO) merekomendasikan SEMUA ANAK antara usia 12 bulan hingga 23 bulan mendapatkan vaksinasi Hepatitis A. Namun pedoman Imunisasi IDAI, anak yang diberikan vaksinasi Hepatits A dimulai sejak usia 24 bulan sebanyak 2 dosis, kemudian tidak perlu diulang lagi.

Orang – orang di bawah ini adalah orang yang sangat memerlukan vaksinasi Hepatitis A karena rentan tertular.

KELOMPOK ORANG YANG MEMERLUKAN VAKSINASI SEBELUM TERTULAR

Orang yang bepergian ke daerah yang tinggi insidensi penyakit Hepatitis A nya

Imunisasi hepatitis A dianjurkan bagi mereka berusia satu tahun dan selama bepergian ke daerah di mana kejadian Hepatitis A sering didapatkan, seperti India, untuk waktu yang lama, terutama jika hygiene sanitasi dan makanan cenderung kurang bersih. Vaksin ini juga dianjurkan bagi semua individu yang akan berada di atau mungkin akan ditugaskan untuk waktu yang lama ke negara-negara endemik virus hepatitis A.

Meskipun hepatitis A biasanya tidak bergejala (ringan) pada anak-anak, infeksi ini dapat parah dan membutuhkan rawat inap. Bahkan anak-anak yang memperoleh infeksi ringan atau sub klinis hepatitis A mungkin menjadi sumber penularan infeksi kepada orang lain. Risiko penyakit untuk anak di bawah satu tahun rendah, dan vaksin tidak digunakan pada usia ini. Kita harus ambil aktif dalam mencegah penularan infeksi hepatitis A melalui makanan dan air.

Untuk wisatawan, vaksin hepatitis A sebaiknya diberikan setidaknya dua minggu sebelum keberangkatan, tetapi dapat diberikan kepada hari keberangkatan. Meskipun antibodi mungkin tidak akan terdeteksi selama 12-15 hari setelah penyuntikan vaksin hepatitis A monovalen, vaksin mungkin memberikan perlindungan sebelum antibodi dapat dideteksi menggunakan tes saat ini.

Imunisasi tidak dianggap diperlukan untuk orang-orang bepergian ke atau pergi untuk tinggal di utara atau Eropa Barat (termasuk Spanyol, Portugal dan Italia), atau Amerika Utara, Australia atau Selandia Baru.

Pasien yang Memiliki Penyakit Hati Kronis

Meskipun pasien dengan penyakit hati kronis belum tentu tertular hepatitis A, namun jika mereka tertular hepatitis A, dapat menghasilkan penyakit yang lebih serius pada pasien ini. Oleh karena itu sangat dianjutkan melakukan imunisasi terhadap hepatitis A untuk pasien dengan penyakit hati yang berat apapun penyebabnya. Vaksin ini juga dipertimbangkan untuk diberikan pada pengidap infeksi hepatitis B atau C kronik.

Pasien dengan Hemofilia (Darah Sulit Beku)

Sebagaimana standar yang ada bahwa proses inaktifasi virus mungkin tidak efektif untuk melindungi diri dari hepatitis A, pasien dengan haemophilia yang menerima plasma faktor pembekuan harus diimunisasi terhadap hepatitis A. pasien dengan haemophilia harus diimunisasi secara subkutan.

Men who have sex with men (MSM)

MSM dengan beberapa mitra seksual harus diberitahu tentang risiko hepatitis A dan kebutuhan untuk mempertahankan standar tinggi kebersihan pribadi. Imunisasi harus ditawarkan kepada individu-individu tersebut, terutama selama periode ketika wabah yang terjadi.

Pengguna Narkoba Suntik

Hepatitis A imunisasi direkomendasikan untuk pengguna narkoba suntikan dan dapat diberikan pada waktu yang sama seperti vaksin hepatitis B, sebagai sediaan terpisah atau gabungan.

Berkaitan dengan pekerjaan di bawah ini :

  1. Pekerja laboratorium
  2. Pekerja social di daerah kumuh dan padat penduduk
  3. Tukang sampah
  4. Orang yang bekerja dengan hewan primata / monyet : dokter hewan, perawat hewan, petugas kebun binatang.
  5. Petugas kesehatan
  6. Pengasuh di day-care (tempat penitipan bayi)
  7. Orang yang berkaitan dengan penyajian makanan

Siapa Yang Memerlukan Vaksinasi Hepatitis B

CDC merekomendasikan semua bayi perlu mendapatkan vaksinasi Hepatitis B pada saat lahir.

Orang yang membutuhkan vaksinasi ini adalah :

  • Anak dan dewasa muda yang belum pernah divaksinasi sebelumnya. Atau dewasa setelah 19 tahun jika titer antibodi kurang dari 10.
  • Jika partner seks Anda memiliki Hepatitis B, Anda perlu divaksin.
  • Orang yang aktif secara seksual.
  • Seseorang yang memiliki infeksi menular seksual
  • Laki-laki yang berpartner seks dengan laki-laki.
  • Pengguna narkoba jarum suntik
  • Jika di rumah Anda ada seseorang yang terinfeksi hepatitis B,
  • Orang yang pekerjaannya kontak dengan cairan tubu atau yang mengurus orang lain sehingga perlu kontak dengan cairan tubuhnya.
  • Orang dengan gagal ginjal kronik tahap akhir yang memerlukan cuci darah
  • Pekerja di panyi cacat
  • Pelancong/ turis yang akan bepergian ke daerah yang endemisitas Hepatitsi B nya sedang hingga tinggi.
  • Pasien dengan penyakit liver kronis
  • Pasien pengidap HIV positif

Jika Anda pernah mengalami alergi karena vaksin ini sebelumnya atau alergi terhadap jamur- jamuran, sebaiknya tidak mendapatkan vaksin ini kerena pembuatan vaksin ini menggunakan jamur.

Efek Samping Penyuntikan

Efek samping terhadap vaksinasi hepatitis A biasanya ringan dan menghilang setelah beberapa hari setelah vaksinasi. Rasa tidak nyaman yang paling sering dirasakan adalah nyeri-kemerahan ringan di lokasi bekas suntikan. Benjola kecil, tidak nyeri pada tempat suntikan dapat terjadi, dan menghilang sendirinya.

Efek samping umum seperti demam ringan, lemas, tidak bergairah, nyeri kepala, mual, tidak selera makan pernah dilaporkan, namun jarang terjadi.

Reaksi alergi anafilaktik dapat terjadi pada individu dengan hypogamma-globulinaemia yang memiliki antibodi IgA atau mereka yang pernah memiliki reaksi atipik setelah transfusi darah.

Kontra Indikasi Vaksin

  • Pernah mengalami reaksi anafilaktik setelah penyuntikan vaksin Hepatitis A.
  • Pernah diketahui mengalami reaksi anafilaktik pada komponen vaksin.

Author Info

No Comments

Post a Comment