Vaksin Combo DpaT+Hib+Polio

KlinikVaksinasi.com – Vaksin kombinasi adalah vaksin yang mengandung sejumlah antigen penyakit yang diberikan dalam satu kali suntikan. Sedangkan imunisasi simultan adalah beberapa vaksin diberikan pada waktu kunjungan yang sama, dengan beberapa suntikan di tempat yang berbeda. Perbedaan keduanya dalam jumlah pemberian suntikan, kesamaanya dalam potensi, keamanan, jumlah kunjungan dan besaran biaya.

Adapun tujuan kenapa kita menggunakan vaksin kombo adalah:

1. Mengurangi jumlah suntikan

2. Mengurangi jumlah kunjungan ke fasilitas kesehatan (sehingga sangat menguntungkan untuk ibu yang sibuk).

3. Lebih praktis dari pada vaksin terpisah, sehingga dapat meningkatkan compliance dan cakupan imunisasi.

4. Mempermudah penambahan vaksin lain ke dalam program imunisasi yang telah ada.

5. Mempersingkat waktu untuk mengejar imunisasi yang terlambat.

6. Mengurangi kebutuhan alat suntik dan tempat penyimpanan vaksin.

7. Mengurangi biaya pengobatan.

vaksin kombinasi

Ada 3 merk vaksin yang mengandung DPT – Hib – Polio dalam satu suntikan. Vaksinasi ini sering sekali digunakan untuk bayi dan anak. Merknya adalah Pediacel (buatan Sanofi) dan Infanrix Hib IPV (buatan Glaxo Smith Kleine). Boostrix polio tidak digunakan untuk anak di bawah 1 tahun karena dosisnya adalah separuh dosis biasa.

Kombinasi Vaksin pertusis aselular (tanpa demam) dengan Difteri, toksoid tetanus, polio inaktif tipe 1,2, dan 3, serta Haemophilus influenzae Type b.

Produk ini tidak megandung thimerosal.

Seperti layaknya semua jenis vaksin, Pediacel maupun Infanrix Hib IPV tidak memproteksi 100 %. Namun proteksi sebesar 80 – 90 % pun sudah cukup untuk menekan angka kejadian pertusis dan DPT dalam 1 komunitas.

Cara Pemberian

Imunisasi primer vaksin kombo untuk DpaT – Hib – IPV terdiri dari 3 dosis, direkomendasikan untuk diberikan pada bulan ke 2, 4 dan 6. Disuntikkan di paha di dalam otot.

Efek Samping

Sama seperti vaksin lain yang kombinasi DPT, vaksin ini dapat menyebabkan nyeri di daerah suntikan dan demam ringan pada beberapa pasien.

 

Author Info

admin

No Comments

Comments are closed.