Vaksin Anti Rabies – Kapan Vaksin Rabies Dilakukan ?

Gigitan hewan yang terkena rabies terbukti nyata mematikan bagi korban. Penanganan lebih dari 12 jam akan membuka peluang virus rabies menunjukkan gejalanya. Bila hal ini sampai terjadi, bisa dipastikan korban akan meninggal.

“Saat digigit pastikan untuk segera diberi vaksin. Bila sangat parah dan dalam bisa diberikan serum antirabies. Pemberian vaksin akan memberikan perlindungan terhadap dampak gigitan rabies dan kematian hingga 100 persen.

Kapan Vaksin Rabies di Lakukan ?

Pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) tersebut terbagi menjadi 3 periode, antara lain yaitu :

1. Saat digigit (pre-exposure)

Vaksin anti rabies diberikan tiga kali yaitu saat digigit, dan diulang di hari ke-7 dan ke-21 atau ke-28 setelah gigitan. Dosis pertama yang diberikan adalah 0,5 mililiter, kemudian menjadi 1,5 mililiter, dan kembali menjadi 0,5 mililiter. Pemberian dilakukan lagi pada tahun berikutnya, kemudian diulang tiap 3 tahun.

2. Setelah digigit (post exposure)

Vaksin anti rabies diberikan pada saat yang sama dengan vaksin pre eksposure. Namun suntikan pertama diberikan dua kali dengan dosis 0,5 mililiter. Dosis yang sama juga diberikan pada peyuntikan yang kedua dan ketiga.

“Untuk suntikan ketiga bergantung pada kondisi hewan penggigit. Bila hewan penggigit berhasil ditangkap kemudian mati saat suntikan kedua diberikan, maka korban harus disuntik yang ketiga kalinya. Hal ini mengindikasikan hewan penggigit terserang rabies, dan korban harus diberi pelindung,” .

3. Gigitan berulang (reexposure)

Bila korban kembali digigit dalam waktu kurang dari 3 bulan suntikan re eksposure tidak perku diberikan. Hal ini dikarenakan antibodi yang diproduksi masih cukup untuk melindungi tubuh.

Bila gigitan terjadi dalam kurun waktu 3 bulan hingga satu tahun, korban harus kembali disuntik satu kali, dengan dosis 0,5 mililiter. Namun jika gigitan terjadi lebih dari satu tahun, maka suntikan diberikan tiga kali dengan dosis dan durasi seperti suntikan post eksposure.

Vaksin anti rabies tersebut tidak menimbulkan dampak buruk apapun. Bekas suntikan terkadang berjejak merah, sedikit bengkak, atau gatal. Namun kondisi ini akan segera menghilang.

Luka gigitan yang sangan parah bisa dibarengi dengan serum anti rabies (SAR), dengan dosis 20 IU per kilogram berat badan. Andi mengatakan, SAR yang diberikan berupa human rabies immunoglobulin bersifat homolog. Suntikan SAR diberikan menyebar di daerah sekitar luka gigitan.

Vaksin anti rabies ini wajib diberikan pada seseorang yang selalu berinteraksi dengan hewan berpotensi terkena rabies, misal pengasuh anjing. Vaksin juga wajib diberikan pada daerah dengan populasi anjing tinggi, yaitu Bali, Sulawesi Barat, Sumatera Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera Barat.

 

Baca juga :

Tentang penyakit rabies dan pencegahannya
Waspadai meningitis saat ingin berergian ke luar negeri
Meningitis untuk para calon jamaah Haji dan Umroh
Apa itu penyakit Meningitis??
Vaksinasi sebelum mengunjungi negara Arab Saudi
Meningitis dapat di cegah dengan vaksinasi
Syarat untuk Haji dan Umroh harus di vaksinasi dulu

Author Info

admin

No Comments

Comments are closed.