Selamatkan Nyawa melalui Vaksin Kolera

Cholera-outbreak1

Kolera  sepertinya  tidak lagi asing lagi di telinga Anda apalagi sejak 10 tahun terakhir.  Kolera selalu identik dengan negara-negara berkonflik , peperangan, atau kehidupan yang penuh penderitaan. Apakah ini benar-benar pasti? Kenyataannya tidak sellau demikian, kolera bisa terjadi kepada siapa saja, dimana pun Anda berada.

Kolera adalah penyakit diare akut yang disebabkan oleh infeksi bakteri vibrio cholera. Diperkirakan 3-5 juta kasus dan lebih dari 100.000 kematian terjadi setiap tahun di seluruh dunia . Infeksi ini sering ringan atau tanpa gejala , tapi terkadang  bisa parah . Sekitar satu dari 10 orang yang terinfeksi bakteri ini akan ditandai dengan diare tanpa henti (hanya keluar cairan) , muntah , dan kram kaki . Dalam orang-orang ini , mudah hilangnya cairan tubuh menyebabkan dehidrasi dan syok . Tanpa pengobatan , kematian dapat terjadalam beberapa jam. Kolera sendiri banyak menyerang negara-negara berkembang di Asia, Asia Selatan, dan Amerika Latin.

Sebagian orang yang terkena kolera akan mengalami diare terlebih dahulu yang sangat berlebihan hingga menimbulkan dehidrasi hebat hingga berujung pada kematian. Umumnya, orang terjangkit  kolera setelah menelan bakteri vibrio cholerae yang mengontaminasi makanan atau air. Vaksin merupakan salah satu upaya pencegahan kolera.

Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) memasukkan vaksin oral ke dalam daftar rekomendasi untuk mencegah penyakit yang sudah membunuh ratusan jiwa setiap tahunnya. Wabah ini sebenarnya ‘berasal’ Sierra Leone yang menyebabkan kematian sekitar 327 orang. Wabah ini kemudian menyebar hingga Guinea. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika, sekitar tiga hingga lima juta orang terinfeksi setiap tahun dan 100.000 orang dilaporkan meninggal.

Perlu kita akui tidak semua orang di Indonesia dianugerahi oleh kehadiran air bersih dan hidup dalam lingkungan yang terjamin. Banyak diantara kita hidup dalam lingkungan yang tidak sehat karena hidup di dalam kemiskinan. Makanan yang tidak sehat, sanitasi yang buruk, dan gaya idup yang buruk bisa menyebabkan bakteri ini muncul.

Kemungkinan di antara kita untuk terjangkit Kolera selalu saja ada. Untuk mengantisipasinya dapat dilakukan dengan pemberian vaksin kolera lewat mulut yang disetujui WHO merupakan satu cara untuk memperbaiki usaha melawan perebakan penyakit ini. Penularan penyakit ini dapat dicegah dengan penggunaan air bersih dan sanitasi yang baik selain pemberian vaksin.

Selamatkan Banyak Nyawa

Vaksin kolera tersedia untuk anak usia minimal dua tahun, dan telah terbukti aman dan efektif. Menurut WHO, enam bulan setelah vaksin kolera diberikan, tingkat keberhasilan di semua kelompok usia adalah 85%-90%, dan menurun menjadi 62% pada orang dewasa dalam waktu satu tahun.  Saat ini , dua vaksin kolera oral telah tersedia di dunia yaitu: Dukoral® dan ShanChol® yang telah disepakati oleh  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Ada dua jenis vaksin kolera yaitu Dukoral® dan ShanChol®.  Vaksin kolera oral yang Dukoral berisi campuran bakteri Vibriocholerae ( bakteri penyebab kolera ) yang  tidak aktif  dan komponen non – beracun berasal dari bakteri ini. Vaksin ini bekerja dengan merangsang respon kekebalan tubuh terhadap bakteri kolera.Vaksin ini diberikan melalui mulut. Vaksin ini diberikan kepada orang dewasa dan anak-anak  di atas usia 6 tahun harus mengambil dua dosis Jarak pemberiaan vaksin DUKORAL® setidaknya berjarak 1-6 minggu. Anak-anak usia 2 – 6 tahun harus mengambil tiga dosis dan pemberiaan vaksin  setidaknya berjarak 1-6 minggu yang diberikan secara terpisah . Jika Anda berencana berpergian ke negara berepidemik sebaiknya mendapatkan vaksin ini 3 minggu sebelum meninggalkan tanah air.

ShanChol® merupakan vaksin produksi perusahaan farmasi ternama asal India, Shantha Biotech. Shanchol diberikana  untuk proteksi aktif terhadap Vibrio cholerae. Vaksin dapat diberikan kepada siapa pun yang berusia di atas 1 tahun. Vaksin ini belum bisa diberikan kepada bayi. Seperti Dukoral®, ShanChol® juga diberikan melalui mulut. Pemberiaan vaksin ini tidak dianjurkan bagi penderita HIV/AIDS dan wanita hamil.

Bagaimana dengan pemberian vaksin injeksi ?  Meski tidak lagi digunakan , vaksin kolera  yang disuntikkan efektif untuk orang yang hidup di daerah umum, dimana kolera bukan menjadi mewabah. Vaksin  kolera jenis ini mmeiliki proteksi hingga dua tahun setelah sekali suntik, dan selama tiga sampai empat tahun dengan penguat tahunan. Mereka mengurangi risiko kematian akibat kolera sebesar 50 % pada tahun pertama setelah vaksinasi.

 

Author Info

admin

No Comments

Comments are closed.

error: Content is protected !!