Sebelum TBC Menyebar Luas

Seperti yang dibahas sebelumnya, tuberkolusis bukan penyakit keturunan, melainkan menular melalui udara. Jika penderita TB tanpa sengaja batuk, bersin, bicara, menyanyi, bahkan tertawa di depan Anda, Anda pun secara resmi terinfeksi virus ini. Namun ada beberapa cara yang dilakukan agar penyakit ini tidak bertambah parah.

  • Lindungi Keluarga dan Sahabat

Setelah Anda melakukan tes mantoux dan tes membuktikan Anda terinfeksi virus TB, ada beberapa cara agar penyakit ini tidak membahayakan orang-orang terdekat Anda. Misalnya seperti melakukan terapi pengobatan TB sebelum virus ini mebahayakan fungsi tubuh Anda. Terapi ini membutuhkan waktu berbulan-bulan, tetapi layak untuk dicoba sebagai upaya pencegahan TBC menjadi parah.

  • Tinggal di Rumah. Jika Anda memiliki virus TB yang aktif, usahakan untuk tidak sekolah atau bekerja , atau tidur dengan orang lain dalam satu ranjang selama 2-4 minggu.
  • Perhatikan Ventilasi Ruangan. TB lebih cepat menyebar di dalam ruangan yang memiliki ventilasi yang minim. Berusahalah untuk memperhatikan ventilasi Anda. Mengapa hal ini harus dilakukan? Kuman TBC mati melalui “bantuan” paparan sinar matahari, jangan lupa untuk membuka jendela Anda.
  • Tutupi Saat Batuk. Jika Anda sedang batuk atau tetawa misalnya, tutuplah mulut Anda dengan tisu. Tempatkan tisu tersebut dalam sebuah tempat khusus, ditutupi dengan baik, dan buang wadah itu.
  • Gunakan Masker. Gunakanlah masker wajah khusus ketika Anda berada di tengah-tengah banyak orang untuk mencegah proses pencegahan penyebaran penyakit TB.
  • Vaksinasi
    Di beberapa negara dimana TB menjadi penyakit umum seperti di Indonesia, vaksin TB (BCG) banyak diberikan oleh para bayi. BCG dapat mencegah tuberkulosis tingkat parah.

5 Fakta Menarik Mengenai TB  yang Perlu Diketahui

  1. Dokter Albert Calmette dan seorang peneliti bernama Camille Guerin, berhasil menemukan vaksin untuk mencegah penyakit TBC, yang dinamakan vaksin Bacillus Calmette Guerinatau BCG. Guerin berasal dari nama si penemu penyakit TB.
  2. Tahun 1921, mereka berhasil mengembangkan jenis vaksin yang tidak brbahaya bagi manusia, kemudian diujicoba kepada bayi-bayi di Paris.
  3. Pengunaan BCG sempat ditentang di Amerika Serikat, tepatnya di Universitas Illionis pada tahun 1950.
  4. Indonesia menjadi salah satu dari tiga negara di dunia dengan jumlah penderita tuberkulosis terbanyak selama lebih dari satu dekade. Angka penderita tuberkulosis (TB) terus meningkat setiap satu dekade. Mengacu pada data dasar TB tahun 1990, angka insiden (penderita baru) adalah 343 per 100.000 penduduk, angka prevalensi (kejadian) TB mencapai 443 per 100.000 penduduk, dan angka mortalitas (kematian) akibat TB sebanyak 92 per 100.000 penduduk.
  5. Tahun 2013, 9 juta orang di dunia sedang terjangkit penyakit Tuberkolusis.

 

Author Info

No Comments

Post a Comment

error: Content is protected !!