Rotavirus, Berbahayakah?

rotavirus

Rotavirus adalah penyakit menular yang menyebabkan terjadinya rotavirus gastroenteritis. Penyakit ini dapat menyerang Anda tanpa memperlihatkan gejala berarti dan lebih berbahaya lagi  terutama bagi bayi. Bahkan di Australia, penyakit ini menjadi penyebab utama bayi-bayi harus dirawat inap. Tanpa penanganan serius, bayi di bawah enam bulan bisa meninggal. Sekitar 18% penyebab kematian pada bayi dan balita di Indonesia disebabkan oleh virus yang membawa penyakit ini.

Tidak menutup kemungkinan orang dewasa tidak dapat terserang rotavirus bukan terbatas pada bayi atau anak-anak, karena kemungkinan tersebut selalu saja ada. Seorang anak yang terjangkit penyakit ini kemungkinan memiliki gejala-gejala seperti dehidrasi, feses cair (namun muncul tanpa darah), sakit perut, muntah-muntah, terkadang mengalami demam, serta sakit perut.

Lalu apa yang sebenarnya menyebabkan Rotavirus ini ? Virus ini sebenanya tidak berhubungan dengan makanan kotor atau makanan basi atau air kotor. Tetapi penularannya lebih sering melalui kotoran masuk melalui mulut. Biasanya virus yang tersebar lewat muntahan tersebar di sekitar mainan, pintu, lantai atau di sekitar anak-anak.

Vaksin Rotavirus

Rotavirus (1)

Namun orang tua tidak seharusnya hilang harapan karena dunia kesehatan memiliki solusi terhadap penyakit satu ini. Pada tahun 2006, dua vaksin baru melawan infeksi telah ditemukan. Vaksin ini menjadi aman dan efektif diberikan kepada anak-anak, dan pada Juni 2009 World Health Organization direkomendasikan bahwa vaksinasi rotavirus dimasukkan dalam semua program-program imunisasi nasional untuk memberikan perlindungan terhadap virus ini.

Vaksin menjadi jawaban yang solusi tepat agar terhindar dari penyakit. Vaksin Rotarix adalah vaksin monovalent hidup yang dilemahkan (human live attenuated rotavirus vaccine) berasal dari rotavirus manusia.  Pemberian vaksin ini diberikan dengan cara  diteteskan pada bayi. Semenjak itu, kedua jenis vaksin ini mulai dipasarkan secara luas ke seluruh negara di dunia, termasuk di Indonesia.

Vaksin Rotarix dinilai tidak berbahaya. Vaksin Rotavirus bisa diberikan bersamaan dengan vaksin DTaP (juga DTwP), Vaksin Hib, vaksin polio IPV, vaksin hepatitis B, dan vaksin PCV (pneumococcal conjugate vaccine). Data ilmiah yang ada membuktikan bahwa rotavirus vaksin ini tidak berpengaruh buruk terhadap interaksi imunologis jika diberikan pada vaksin-vaksin lainnya. Pemberian vaksin rotavirus, bersamaan dengan jenis vaksin virus yang telah dimatikan (seperti vaksin influenza), dapat diberikan pada saat yang bersamaan (simultaneous vaccination). Jika diberikan sebelum dan sesudahnya, perlu diberi interval minimal 28 hari.

 

 

Author Info

admin

No Comments

Comments are closed.

error: Content is protected !!