Premarital Check Up dan Premarital Vaccine, Bukti Cinta Pada Pasangan Sebelum Menikah

 

Saat tanggal asdpernikahan sudah ditentukan, pada umumnya para pasangan yang mau menikah beserta keluarganya dibuat sibuk luar biasa den

gan tetekbengek persiapan teknis, seperti gedung, format acara, baju pengantin, katering, dan sebagainya. Sedikit sekali pasangan yang memasukkan premarital check up dan premarital vaccine ke dalam daftar persiapan pernikahannya. Oleh karena itu, artikel ini akan memaparkan kenapa premarital check up dan premarital vaccine sangat penting sebelum Anda melanjutkan hubungan ke langkah yang lebih serius.

Pentingnya Cek Kesehatan Sebelum Menikah

Sebagian besar pasangan pada umumnya tidak sepenuhnya mengetahui status kesehatan pasangannya termasuk dirinya sendiri secara detail, apalagi bagi yang tidak melaksanakan general check up rutin tahunan. Seseorang yang terlihat sehat saja ternyata bisa menjadi silent carrier atau pembawa dari beberapa penyakit infeksi & hereditas dan nanti pada saat hamil dapat mempengaruhi janin atau bayi yang dilahirkannya kelak. Oleh karena itu, premarital check up dan premarital vaccine hadir disini sebagai jalan keluar masalah hubungan Anda. Premarital check up sendiri terdiri atas beberapa kelompok tes untuk pasangan yang akan menikah. Tes-tes ini dirancang untuk mengidentifikasi adakah masalah kesehatan saat ini atau yang akan muncul di kemudian hari saat pasangan mengandung dan memiliki anak.

A.      Premarital Check Up

Pemeriksaan kesehatan secara umum ini terdiri dari :

  • Pemeriksaan Fisik / Klinis Lengkap

Beberapa manfaat dari pemeriksaan fisik/klinis adalah mengetahui status tekanan darah pasangan dan mengetahui apakah calon pasangan obesitas atau tidak. Tekanan darah tinggi/hipertensi berbahaya saat wanita hamil karena dapat menyebabkan pertumbuhan janin terhambat. Di sisi lain, obesitas dapat mempengaruhi kesuburan. Obesitas selama kehamilan menyebabkan beberapa resiko seperti diabetes, pre-eklampsia, meningkatnya resiko infeksi saluran kemih, sulit untuk melahirkan tepat waktu, meningkatkan resiko keguguran, dan kesulitan saat melahirkan.

  • Pemeriksaan Darah Rutin, meliputi Kadar Hemoglobin (Hb), Hematokrit, Sel Darah Putih (Leukosit), dan Faktor Pembekuan Darah (Trombosit).

Bagi calon ibu, perlu diketahui kadar hb nya apakah menderita anemia atau tidak, juga agar diketahui apakah calon ibu mengalami gangguan faktor pembekuan darah.  Dari hasil pemeriksaan darah juga dapat diketahui apakah pasangan mengalami kondisi kadar kolesterol tinggi yang meningkatkan resiko penyakit jantung koroner dan stroke. Hal penting lainnya adalah  pemeriksaan gula darah , yang diperiksa sewaktu puasa dan tidak puasa agar diketahui apakah calon ibu mengidap diabetes mellitus, atau setidaknya memiliki kelainan yang dapat berkembang menjadi diabetes mellitus, seperti intoleransi glukosa. ibu hamil yang menderita diabetes tidak terkontrol dapat mengalami beberapa masalah seperti : janin yang tidak sempurna/cacat, hipertensi, hydramnions (meningkatnya cairan ketuban), meningkatkan resiko kelahiran prematur, serta macrosomia (bayi menerima kadar glukosa yang tinggi dari ibu saat kehamilan sehingga janin tumbuh sangat besar).

  • Pemeriksaan yang Berhubungan Dengan Organ Reproduksi dan Kesuburan

 

ü  Untuk wanita

Meliputi pemeriksaan USG agar diketahui kondisi rahim, saluran telur, indung telur. Pemeriksaan lebih lanjut seperti HSG (Hysterosalpingogram) untuk mengetahui kondisi tuba falopii dan adakah sumbatan akibat kista, polip endometrium, dan tumor fibroid. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk wanita yang siklus haidnya tidak teratur atau sebaliknya berlebihan. Hormon yang diperiksa misalnya hormon FSH (Follicle stimulating hormone), LH (Lutenizing hormone) dan Estradiol (hormone estrogen).

ü  Untuk pria

Meliputi pemeriksaan fisik seperti pemeriksaan penis, skrotum, dan prostat, selain itu juga dilakukan pemeriksaan hormon FSH yang berperan dalam proses pembentukan sperma serta kadar hormon testosteron.

 

B.  Premarital Vaccine

 

Premarital vaccine juga merupakan salah satu pemeriksaan kesehatan yang diwajibkan bagi calon pengantin dengan memberikan vaksin ke dalam tubuh mereka. Setidaknya, mereka mendapatkan lima vaksin untuk pencegahan beberapa virus. Vaksin untuk calon pengantin meliputi :

      1.       HPV (Human Papiloma Virus)

HPV adalah virus yang dapat menyebabkan kanker serviks dan kutil kelamin pada wanita dan  penyebab kutil kelamin pada pria. Pria dan wanita perlu mendapat vaksinasi ini dengan merk yang berbeda. Sebaiknya diberikan sebelum menikah sebanyak 3x suntikan (bulan 0,1 atau 2,6).

      2.       Hepatitis B

Penyakit ini menular melalui cairan tubuh yang terkontaminasi, menyebabkan sakit kuning dan radang liver, bahkan sirosis dan kanker hati. Mudah sekali untuk dicegah dengan imunisasi.
Sebaiknya diberikan setelah pemeriksaan darah HbsAg dan Anti Hbs, suntikan 3x (bulan 0,1,6)

      3.      MMR (Mumps-Measles-Rubella)

Tujuan orang menikah salah satunya adalah untuk mendapatkan keturunan. Jangan sampai harapan ini kandas karena Anda/ pasangan terkena gondongan. Mumps/gondongan menjadi penyebab infertilitas/tidak suburnya seorang pria maupun wanita. Rubella pada ibu hamil pun berdampak buruk bagi bayi karena bayi akan mengalami katarak seumur hidupnya sejak lahir.
Vaksin ini hanya diberikan 1x sebelum menikah dan harus diberikan dalam keadaan sehat.

      4.      Varicela Zoster Virus

Adalah suatu mitos bahwa cacar harus diderita semua orang. Seseorang yang tidak pernah menderita cacar air, tidak akan mengidap sakit herpes. Cacar air/herpes pada ibu hamil trimester akhir akan menghasilkan bayi yang dilahirkan pun menderita cacar air.
Vaksin ini hanya diberikan 1x sebelum menikah dan harus diberikan dalam keadaan sehat.

      5.       DIPHTERIA-TETANUS-PERTUSSIS

Vaksin tetanus tidak hanya memberikan perlindungan pada ibu yang melahirkan, tetapi juga antibodi yang dibentuk oleh ibu dan akan masuk ke dalam darah bayi melalui tali pusat. Imunisasi TT ini sifatnya optional.

Jadwal Penyuntikan Yang Ideal :
7 bulan sebelum menikah : HPV (I), Hepatitis B (I)
6 bulan sebelum menikah : HPV (II), Hepatitis B (II), Varicela (I)
4 bulan sebelum menikah : varicela (II), Vaksin MMR, Diphteria-Tetanus-pertussis
1 bulan sebelum menikah :  HPV (III), Hepatitis B (III)

Sekian dulu artikel mengenai Premarital Check Up dan Premarital Vaccine diatas. Semoga artikel ini bermanfaat dan berguna bagi kesehatan tubuh Anda dan pasangan, baik untuk sekarang dan nanti ke depannya. Akhir kata, cintai pasangan Anda dengan Premarital Check Up dan Premarital Vaccine!

 

Author Info

admin

No Comments

Post a Comment

18 + twenty =