Pentingnya Vaksin Influenza Untuk Orang Dewasa

Influenza merupakan salah satu penyakit menular yang banyak menimbulkan kematian, terutama pada kelompok usia lanjut. Di Negeri Paman Sam, setiap tahun 150.000 sampai 200.000 orang dirawat karena influenza dan jumlah meninggal mencapai 36.000 orang.

Penyakit influenza juga dapat menimbulkan penyulit berupa pneumonia pada kelompok usia diatas 65 tahun, serta penderita dengan penyakit jantung, paru, dan diabetes mellitus. Oleh karena itu imunisasi influenza dan pneumokok amat dianjurkan pada usia lanjut.

Satu hal yang harus diperhatikan dalam pemberian vaksin influenza adalah variabilitas galur serta mutabilitas influenza cukup tinggi. Tiap tahun virus influenza terus bermutasi, dan biasanya galur yang baru terbentuk ini akan jadi dominan. Oleh karena itu pemakaian vaksin influenza ini harus terus di-update setiap tahun dan disesuaikan dengan galur yang diperkirakan paling dominan. Untuk hal ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) lah yang berkoordinasi dan merekomendasikan jenis vaksin apa yang digunakan.

Selain itu untuk menguji keefektifan dan kemanan vaksin ini, telah dilakukan beberapa studi meta analisis pada tiga kelompok usia, yakni dewasa, anak, dan lansia. Pada orang dewasa, vaksin menunjukkan efikasi tinggi melawan galur target, namun keefektifan secara menyeluruh rendah. Sedangkan pada anak, vaksin juga memperlihatkan efikasi tinggi, namun efektivitasnya mencegah flu rendah.

Sementara pada lansia, vaksinasi mungkin tidak mengurangi frekuensi influenza, namun bisa mengurangi pneumonia, tingkat perawatan di rumah sakit, dan kematian akibat influenza atau pneumonia. Jadi, vaksin influenza memperlihatkan manfaat paling jelas pada lansia, karena berisiko tinggi mengalami komplikasi.

Menurut sebuah studi yang hasilnya dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine edisi 4 Oktober 2007, pemberian vaksin influenza pada lansia bisa mengurangi risiko perawatan di rumah sakit hingga 27% karena influenza atau pneumonia. Selain itu, pemberian vaksin influenza juga mengurangi risiko kematian akibat kedua penyakit tersebut hingga 48%.

Efek samping yang mungkin timbul segera setelah penggunaan vaksin influenza adalah demam, nyeri, merah, dan bengkak pada tempat injeksi. Pada orang dewasa juga dilaporkan pada pemakaian sediaan semprot hidung, terjadi batuk, sakit kepala, lemas, dan hidung penuh.

Author Info

admin

No Comments

Comments are closed.