Pencegahan Pneumonia / IPD Pada Bayi dan Anak

Agar anak dan bayi terhindar dari pneumonia, dibutuhkan perilaku yang sehat, antara lain :

a.Pemberian imunisasi vaksin IPD sangat efektif untuk mencegah penyakit karena pneumokokal disease. Pada bayi, vaksin ini diberikan 4 x yaitu saat usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan dan 12 bulan. Infeksi pneumokokal mungkin akan sulit untuk diobati karena beberapa turunan bakteri telah kebal terhadap obat-obatan yang digunakan untuk mengatasinya. Hal ini membuat pencegahan infeksi pneumokokal melalui vaksinasi menjadi jauh lebih penting.

b. Menghindari faktor paparan asap rokok dan polusi udara. Udara yang tidak sehat banyak mengandung kuman yang dapat hinggap ke siapa saja yang menghirupnya. Asap rokok, lingkungan tidak bersih, cuaca panas, cuaca dingin, perubahan cuaca dan dan masuk angin sebagai faktor yang memberi kecenderungan untuk terkena penyakit pneumonia.Mengurangi polusi di dalam dan di luar rumah. Untuk mencegah pneumonia disarankan agar kadar debu dan asap diturunkan dengan cara mengganti bahan bakar kayu dan tidak membawa balita ke dapur serta membuat lubang ventilasi yang cukup.

c. Membatasi penularan terutama di rumah sakit misalnya dengan membiasakan cuci tangan dan penggunaan sarung tangan dan masker. Rumah sakit atau fasilitas umum lainnya adalah tempat yang paling sering meyebarkan infeksi. Orang yang sehat bercampur baur dengan orang lain yang status kesehatannya tidak diketaui, maka

d. Isolasi penderita : Jika ada anggota keluarga yang terkena pneumonia, misalkan kakeknya atau neneknya, sebaiknya dijauhkan dari cucunya agar tidak menularkan. Penularannya melalui udara, oleh karena itu penderita perlu diisolasi di ruang terbuka dan cukup jauh.

e. Pemberian ASI – Bayi yang mendapat air susu ibu secara eksklusif, apalagi sampai usia 2 tahun, menurut WHO lebih jarang menderita diare dan pneumonia. Karena ASI terjamin kebersihannya, tidak terkontaminasi serta mengandung faktor-faktor antibodi sehingga dapat memberikan perlindungan dan ketahanan terhadap infeksi virus dan bakteri.

f.  Menghindarkan bayi/anak kecil dari kontak dengan penderita ISPA. Anak yang menderita ISPA (batuk pilek) dapat membawa kumannya pada paru-parunya jika pertahanan tubuh bagian atas sudah tidak mampu menahan infeksi sehingga terjadi kolonisasi bakteri di paru paru sebagai saluran nafas bagian bawah dan menimbulkan pneumonia. Dengan menghindarkan abak dari ISPA, turut membuatnya aman dari pneumonia.

g. Memeriksakan anak sedini mungkin apabila terserang batuk

Balita yang menderita batuk harus segera diberi pengobatan yang sesuai untuk mencegah terjadinya penyakit batuk pilek biasa menjadi batuk yang disertai dengan napas cepat/sesak napas.

Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai pencegahan pneumonia pada anak, dapat menghubungi :

Klinik Vaksinasi In Harmony

 

Author Info

admin

No Comments

Comments are closed.