Pencegahan Mumps- Measles – Rubella

Mumps, measles dan rubella menular melalui pernafasan dan kontak langsung, oleh karena itu cara pencegahannya mirip atau hampir sama.

Anak yang sehat sebaiknya menjauhkan diri sebisa mungkin dari orang yang terinfeksi campak setidaknya hingga 4 hari setelah kemerahan kulitnya muncul.

Jika ada orang yang kontak erat dengan anak yang terkea campak, untuk menghindari dia sebagai sumber penularan, orang ini pun harus diisolasi.

  1. Anak sehat yang tidak divaksin, dia harus menjauhkan diri dari orang yang sakit campak  selama 14 hari dari munculnya bintik kemerahan si anak campak. Jika anak yang sehat kontak selama 72 jam dengan pasien campak, namun anak tersebut kemudian mendapatkan vaksinasi, anak tersebut bisa kembali ke sekolah.
  2. Penurunan sistem imun – orang ini harus menjahi orang yang sakit campak selama 14 hari dari munculnya bintik.

Pencegahan lain yang sangat baik selain dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah dengan pemberian IMUNISASI.

Campak sangat baik dicegah dengan vaksin MMR. Hampir setiap orang harus menerima 2 dosis vaksin MMR yang dapat mencegah campak, campak jerman dan gondongan.

Anak sehat di atas usia 9 bulan sampai dengan orang dewasa, jika tidak sengaja ternyata kontak dengan pasien campak, kemungkinan infeksinya bisa dicegah dengan pemberian vaksin segera (maksimal 72 jam dari kontak awal). Jika didapat bahwa kontaknya sudah lebih dari 3 – 7 hari, yang diberikan adalah  immunoglobulin (cairan yang berisi antibodi/ serum) untuk mencegah infeksi.

Pada bayi kurang dari 9 bulan yang kontak dengan pasien campak, risiko terjadinya campak dapat diminimalisir dengan pemberian imunoglobulin dalam 7 hari pertama kontak. Kemudian vaksin MMR diberikan pada usia minimal 12 bulan, atau setidaknya 5 sampai 6 bulan setelah menerima serum.

Terapi Penyakit Mumps – Measles – Rubella

Terapi yang diberikan adalah terapi suportif, maksudnya pemberian makanan dan cairan yang cukup. Karena disebabkan oleh virus, maka pada anak yang sakit campak, campak jerman ataupun gondongan, tidak memerlukan antibiotik. Antibiotik bisa diberikan jika terbukti ada infeksi sekunder.

Antivirus seperti ribavirin (dosis 20-35 mg/kgBB/hari i.v) telah dibuktikan secara in vitro terbukti bermanfaat untuk penatalaksanaan penderita campak berat dan penderita dewasa yang immunocompromissed. Namun penggunaan ribavirin ini masih dalam tahap penelitian dan belum digunakan untuk penderita anak.

Obat anti demam seperti paracetamol dapat diberikan jika demam di atas 37,8 derajat celcius. Terapi vitamin A untuk anak-anak dengan campak di negara-negara berkembang terbukti berhubungan dengan penurunan angka kejadian morbiditas dan mortalitas.

Author Info

admin

No Comments

Comments are closed.