Pencegahan Meningitis

KlinikVaksinasi.com – Neisseria meningitidis disebarkan dari orang ke orang melalui pertukaran secret saluran napas (air liur) saat berdekatan (contohnya tersemprot batukan atau berciuman) atau melalui kontak erat khususnya pada orang yang tinggal bersamaan. Bakteri tersebut tidak disebarkan dengan cara berjabat tangan atau nafas biasa di udara. Infeksi ini sangat umum terjadi dan menjadi serius di anak- anak, dewasa muda dan orang tua.

Pada bayi baru lahir dan anak kecil, antibodi ibu dapat ditransfer dari ibu ke anak melalui plasenta dan air susu ibu, dengan catatan ibu memiliki antibody dari vaksinasinya yang lengkap. Setelah terputusnya hubungan ibu dan anak melalui plasenta dan ASI, semakin menurun juga antibody pasif yang dimiliki anak. Oleh karena itu sudah saatnya anak mendapatkan vaksinasi.

Melalui paparan asimtomatik oleh kolonisasi bakteri, secara natural tubuh anak mampu membuat antibody, namun jarang sekali paparan tanpa gejala ini terjadi, biasanya jika kuman masuk, langsung terjaid infeksi berat. Anak yang tidak lagi menerima antibodi dari ibu mereka dan belum memiliki mendapatkan antibody dari flora nasofaring mereka, tidak akan memiliki antibody (kekebalan tubuh) yang mampu melindungi dirinya dari infeksi N. meningitidis di masa yang akan datang.

Anak kecil itu adalah kelompok usia paling rentan untuk tertular meningitis. Banyak obat-obatan yang biasanya diresepkan untuk melawan infeksi N. meningitidis tidak aman untuk anak-anak kurang dari 2 tahun. Berita baiknya adalah sekarang ini sudah ada vaksin yang diperbolehkan untuk diberikan pada anak di bawah 2 tahun untuk mencegah meningitis.

Tingkat infeksi meningkat lagi untuk kelompok usia dewasa muda karena peningkatan tingkat eksposur dan transmisi terutama di asrama di mana orang tinggal bersamaan dalam ruang yang relatif kecil. Tingkat infeksi juga tinggi pada populasi lanjut usia. Orang tua umumnya memiliki sistem kekebalan yang lemah yang menyebabkan mereka untuk menjadi lebih rentan terhadap infeksi.

Pencegahan Meningitis melalui PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)

  • Cuci Tangan. Cuci tangan yang benar (6 langkah cuci tangan WHO) penting sekali untuk mencegah infeksi bakteri. Ajarkan pada anak Anda untuk rajin mencuci tangan, khususnya sebelum makan dan setelah menggunakan toilet, juga setelah berada di lingkungan yang padat dan setelah memberi makan binatang. Mencuci tangan ini harus menggunakan sabun dan dilakukan untuk bagian dalam dan luar tangan.
  • Menjaga Kebersihan Diri. Jangan berbagi makanan dan minuman dengan orang lain. Penggunaan sedotan pun tidak boleh bersamaan dengan orang lain, juga penggunaan lip balm, sikat gigi, dan barang pribadi lainnya. Dan Anda pun tidak boleh meminjamkan barang pribadi Anda ini pada siapapun.
  • Menjaga Kesehatn. Menjaga kekebalan tubuh debgan cukup istirahat, olah raga teratur, memilih makanan yang banyak mengandung buah segar, sayuran dan biji- bijian.
  • Tutup mulut Anda. Jika Anda bersin, batuk, pastikan Anda menutup mulut dan hidung Anda dengan sapu tangan atau siku Anda.
  • Jika Anda sedang hamil, hati- hatilah dengan makanan Anda. Mengurangi risiko infeksi listeria (listeriosis) dengan memasak daging, termasuk hot dog minimal 74 C dan menghindari keju lembut yang terbuat dari susu yang tidak dipasteurisasi. Jangan makan keju jenis ini kecuali dilabel bahwa keju itu dibuat dengan susu dipasteurisasi.

Pencegahan Meningitis melalui Vaksinasi

Ada vaksin yang membantu memberikan perlindungan terhadap semua bakteri Neisseria meningitidis serogroups (A, C, W, dan Y). Bakteri ini tidak umum di Indonesia, sehingga vaksinasi meningitis tidak dijadikan sebagai vaksinasi rutin untuk anak dan dewasa. Hanya orang yang perlu bepergian ke luar negri yang memerlukan vaksinasi ini.

Vaksin meningokokus tidak 100% efektif. Ini berarti bahwa bahkan jika Anda telah divaksinasi, masih mungkin Anda tertular infeksi meningococcal. Orang harus tahu gejala meningitis meningokokus dan meningococcal septikemia sehingga bisa mendapatkan penanganan yang lebih dini. Setidaknya orang yang sudah divaksinasi, jikapun terkena meningitis, tidak sampai meninggal dan penyakitnya menjadi lebih ringan.

Vaksin meningitis ini diberikan 1 kali untuk perlindungan selama 10 tahun, jadi jika 10 tahun mendatang ingin mengunjungi negara yang endemis meningitis, diperlukan booster vaksin ulangan.

Jenis vaksinasi yang ada di Indonesia adalah :

  1. Menactra
  2. Mencevax
  3. Menveo

Tiga jenis vaksin tersebut di atas adalah vaksinasi untuk melindungi diri dari meningitis yang disebabkan oleh infeksi meningokokal (Neiseria meningitidis). Ada infeksi bakteri dan virus lain penyebab meningitis / peradangan selaput otak yaitu :

  1. Hemofilus influenza type B
  2. Pneumococcal
  3. Meningitis typhosa
  4. Meningitis TBC

Kesemuanya dapat dicegah dengan vaksin yang berbeda untuk setiap penyakit.

Vaksinasi di Klinik In Harmony akan mendapatkan sertifikat vaksin internasional yang dikeluarkan oleh CDC (Center for Disease Control) WHO.

Author Info

No Comments

Post a Comment

thirteen − five =