Pencegahan Infeksi HPV / Kanker Serviks pada Anak

Kanker serviks adalah salah satu kanker yang bisa dicegah, karena penyebabnya adalah virus. Selain kanker serviks, kanker yang bisa dicegah dengan vaksin adalah sirosis (kanker hati).

Ada 2 cara untuk mencegah kanker serviks :

  1. Pencegahan primer : mencegah masuknya HPV ke dalam leher rahim. Pencegahan ini dilakukan dengan EDUKASI dan VAKSINASI.
  2. Pencegahan sekunder : mencegah HPV yang sudah masuk agar tidak jadi kanker. Pada tahap ini maksudnya adalah DETEKSI DINI dengan Pap Smear.

EDUKASI

Klinik In Harmony sering melakukan edukasi ke komunitas dan perkantoran, termasuk ke sekolah- sekolah di Jakarta dan Sekitarnya untuk mempromosikan materi Pencegahan Kanker Serviks.

Karena kanker serviks terjadi paling banyak di usia 35 tahun- 45 tahun, dan diawali infeksi HPV antara 3 – 17 tahun sebelumnya, maka target edukasinya adalah sekolah SMP hingga usia wanita dewasa.

Di dalam edukasi, akan dikupas tuntas mengenai penyebab kanker serviks, karakteristik kuman HPV (Human Papilloma Virus) upaya pencegahan kanker serviks yang bisa dilakukan secara sederhana, vaksinasi kanker serviks yang saat ini sangat trend di masyarakat, pap smear dan IVA test, hingga penggunaan vaksin pada orang yang sudah melakukan hubungan seksual.

Jika komunitas Anda menginginkan edukasi seperti ini, dapat menghubungi klinik kami 021- 4220214 dengan syarat edukasi minimal 30 orang, dan permintaan dilakukan 2 minggu hingga 1 bulan sebelumnya. Edukasi ini GRATIS.

VAKSINASI

Pencegahan terbaik dari kanker serviks adalah dengan vaksinasi. Vaksinasi untuk anak ini termasuk vaksin yang direkomendasikan oleh WHO dan Satgas Imunisasi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). Vaksin ini diberikan untuk anak laki- laki dan perempuan sejak mereka berusia 10 tahun.

Vaksin HPV untuk anak dapat diberikan dengan merk Cervarix dan Gardasil. Gardasil berisi vaksin HPV 6, 11, 16 dan 18 untuk mencegah kanker serviks dan kutil kelamin. Vaksin Cervarix berisi HPV 16 dan 18 untuk mencegah kanker serviks. Vaksin Gardasil bisa diberikan untuk anak laki- laki.

DETEKSI DINI

Deteksi dini dilakukan untuk seseorang yang sudah pernah kontak seksual. Tidak mengenal apakah seseorang tersebut sudah menikah atau belum, yang dimaksudkan di sini adalah seseorang yang sudah melakukan hubungan badan, walaupun hanya sekali.

Pap smear adalah prosedur yang sangat sederhana dengan cara mengambil cairan dari leher rahim yang mengandung sel leher rahim yang usdah luruh. Spesimen yang diambil, dikirim ke laboratorium untuk dilihat di mikroskop apakah ada sel kanker serviks atau tidak. Wanita usia subur antara 25 – 69 tahun perlu melakukan pap smear setiap tahun, atau setidaknya 3 tahun sekali setelah menerima vaksin kanker serviks.

Metode yang mirip dengan Pap Smear adalah IVA test. Untuk pemeriksaan masal, IVA test lebih disukai karena hasil instan. IVA test adalah prosedur deteksi dini menggunakan larutan asam dan kemudian dilihat perubahan warna di leher rahimnya.

Jika hasil Pap Smear tidak baik, maka dilanjutkan dengan pemeriksaan Kolposkopi atau Biopsi Konus.

 

Author Info

No Comments

Post a Comment

13 + four =