Mengapa Campak Harus Diwaspadai?

penyakit campakPerhatian dunia teralihkan setelah lima bayi di pusat penitipan anak di pinggiran kota Chicago, negara bagian Illinois, telah didiagnosa terkena campak Februari 2015 lalu. Padahal tahun 2000-an virus campak telah dinyatakan telah hilang atau musnah di Amerika Serikat. Virus ini diduga berkaitan dengan wabah campak yang dimulai di taman hiburan Disneyland di California Desember 2014 silam. Campak juga menyerang satu orang dewasa di Illinois Januari 2015. Apakah yang membuat virus campak kembali muncul di Amerika?

Campak adalah penyakit virus yang menular dan mempengaruhi sebagian besar anak-anak. Campak ditularkan melalui hidung, mulut atau tenggorokan dari orang yang terinfeksi. Gejala awal yang biasanya muncul 10-12 hari setelah infeksi adalah demam tinggi, pilek, mata merah, dan bintik-bintik putih kecil di bagian dalam mulut. Beberapa hari kemudian, ruam akan berlanjut, dimulai pada wajah dan leher bagian atas dan secara bertahap menyebar pada bagian tubuh lainnya. Tidak ada pengobatan khusus untuk campak dan kebanyakan orang sembuh dalam 2-3 minggu. Namun, pada anak-anak yang kekurangan gizi dan mereka yang memiliki kekebalan rendah, campak dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk kebutaan, ensefalitis, diare berat, infeksi telinga dan pneumonia.

Kontroversi Vaksin

Campak sendiri memang memiliki sejarah panjang. Dimulai pada abad ke-9, seorang dokter Persia menerbitkan satu tulisan pertama mengenai penyakit campak. Kemudian dilanjutkan oleh Francis Home, seorang dokter Skotlandia, pada tahun 1757 menyatakan bahwa campak disebabkan oleh agen infeksi dalam darah pasien.

vaksin campakPada tahun 1912, campak menjadi penyakit nasional di Amerika Serikat, yang membutuhkan penyedia layanan kesehatan AS dan laboratorium untuk melaporkan semua kasus yang didiagnosis. Pada satu dekade pertama pelaporan, rata-rata 6.000 kematian akibat campak terkait dilaporkan setiap tahun. Sebelum  tahun 1963 ketika vaksin menjadi tersedia, hampir semua anak mendapat campak pada saat mereka 15 tahun. Diperkirakan 3-4 orang di Amerika Serikat terinfeksi setiap tahun. Selain itu, setiap tahun sekitar 400 sampai 500 orang meninggal, 48.000 dirawat di rumah sakit, dan 4.000 menderita ensefalitis (peradangan otak) karena campak.

Di Indonesia sendiri campak mencatat peristiwa yang layak mendapatkan perhatian. Banjarmasin dinyatakan mengalami kejadian luar biasa (KLB). sepanjang tahun 2014, masih terdapat 34 kasus, angka ini tergolong angka tinggi untuk penyakit campak. Hingga Maret tahun 2015, sudah ada 17 kasus ditemukan. Mengapa penyakit ini masih saja mengancam manusia?

Tingginya kasus campak disebabkan oleh masih adanya penolakan pada vaksinasi campak. Jika dilihat dari berbagai sisi, kasus penolakan anti vaksin campak ini menyebabkan penyakit ini semakin sulit untuk dihindari. Penolakan vaksinasi campak ini diawali oleh sebuah pendapat dari seornag dokter asal Inggris, Andrew Wakefield. Tahun 1998 dokter asal Inggris ini memaparkan pemberian vaksin kombinasi MMR (measles, mumps, dan rubella) untuk mencegah penyakit campak, gondong, dan rubella (campak Jerman) bisa mencetuskan autism spectrum disorder (ASD) kendati tidak mengandung merkuri.

Campak dapat dicegah dengan MMR (measles, mumps, dan rubella). Satu dosis vaksin MMR adalah sekitar 93% efektif untuk mencegah campak dan dua dosis bahkan lebih efektif 97% untuk mencegah dari bahaya virus campak. Pendapat  Wakefield cukup mempengaruhi opini masyarakat terhadap vaksin MMR. Ini dibuktikan melalui penggunaan vaksin MMR di Inggris berkurang dari 92% menjadi 88%.  Apakah validasi penelitian Andrew Wakefield bisa dibuktikan?

Pendapatan Wakwfield yang dilakukan akhir 90’an dibantah dengan penelitian yang baru-baru ini terkait korelasi pemberian vaksin MMR dan resiko ASD. Penelitian di selatan Inggris dapat melihat hubungan antara vaksin measles dengan patogenesis ASD dapat dijadikan bahan perbandingan. Teknik validasi penelitian ini dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Semua anak pada kelompok ASD maupun grup pembandingnya mendapatkan vaksin MMR. Hasilnya, penelitian yang dipimpin Gillian Baird, PhD dari Guy’s Hospital London ini menyimpulkan tidak terlihat adanya kaitan antara vaksinasi measels dengan ASD (Autistic Spectrum Disorder).

Perlu Dikhawatirkan

Di tengah kebangkitan campak di seluruh Amerika Serikat, banyak orang mungkin masih percaya itu tidak berbahaya, dan meganggap campak adalah penyakit transien. Tetapi banyak ahli memperingatkan bahwa sebelum ruam kulit-tanda muncul, infeksi biasanya muncul pada daerah mata. Dalam kasus yang jarang terjadi, campak dapat memicu masalah penglihatan jangka panjang dan bahkan kebutaan.

vaksin MMRKomplikasi berat dari penyakit campak dapat mencakup pembengkakan otak bersamaan dengan terjadinya iritasi atau dapat mengaburkan kornea mata. Hal ini mampu merampok penglihatan anak Anda. Karena inilah vaksin campak sangat penting untuk dilakukan demi melindungi Anda dan keluarga. Tidak hanya itu  vaksinasi campak ternyata dapat menyembuhkan kanker.

Seorang wanita yang menderita kanker darah tipe multiple myeloma berhasil terbebas dari penyakit ini setelah dokter melakukan terapi vaksin virus campak.  Kanker yang diderita Stacy Erholtz (50) yang sudah menyebar ke seluruh tubunya. Kemudian para dokter di Mayo Clinic mencoba melakukan percobaan dengan menyuntikkan vaksin campak dengan kekuatan vaksin yang cukup untuk 10 juta orang. Hasilnya cukup menggembirakan karena Erholtz mengalami remisi komplet dan selama 6 bulan ini telah bersih dari penyakit kanker tersebut. Ini merupakan berita baik bagi dunia kesehatan.

 

 

Author Info

admin

No Comments

Comments are closed.