Manfaat dan Fungsi Vaksin

KlinikVaksinasi.com – Imunisasi itu sendiri adalah merupakan suatu cara serta upaya yang dilakukan dengan sengaja dengan memberikan kekebalan (imunisasi) pada seseorang sehingga terhindar dari penyakit-penyakit tertentu sesuai dengan jenis macam imunisasi yang diberikannya tersebut. Imunisasi diberikan pada bayi, anak-anak dan orang dewasa hingga manula.

Prinsip pemberian imunisasi dalam hal ini adalah memasukkan kuman yang telah dilemahkan ke dalam tubuh yang fungsinya untuk menangkal penyakit. Cara tehnik pemberian imunisasi ini adalah melalui suntikan (injeksi) ataupun oral (lewat mulut). Melalui imunisasi, beberapa penyakit bisa dilenyapkan seperti halnya penyakit cacar di tahun 1970-an.

Manfaat fungsi pemberian imunisasi bagi kesehatan keluarga adalah penting untuk diketahui oleh kita semua yang tentunya menginginkan kesehatan yang baik serta optimal. Penting juga untuk mengenal akan manfaat vaksinasi imunisasi itu sendiri.

Imunisasi Menghemat Anggaran Kesehatan

Imunisasi bisa menghemat 20-25 kali biaya kesehatan nasional. Saat ini program imunisasi kurang berjalan karena implementasi kebijakan kesehatan di tingkat pusat dan daerah tidak konsisten.

Efektivitas biaya kesehatan dari imunisasi sangat tinggi. Contoh, untuk mencapai cakupan imunisasi lengkap lebih dari 80 persen, satu desa butuh dana sekitar Rp 1 juta. Dengan imunisasi, biaya pengobatan untuk penyakit menular yang bisa dicegah dengan imunisasi bisa ditekan hingga 20-25 kali.

Kalkulasi ini belum termasuk manfaat lain dari imunisasi, yaitu mencegah kecacatan dan kematian, kehilangan waktu produktif karena harus menunggui anak sakit, dan kualitas hidup menurun karena kecacatan yang ditimbulkan penyakit itu. Oleh karena itu, imunisasi telah menjadi kebijakan global di banyak Negara. Apalagi imunisasi bisa meningkatkan kualitas hidup dan mencegah kematian akibat penyakit.

MANFAAT IMUNISASI BAYI DAN ANAK

Pada tahun 2008, pembagian jenis imunisasi untuk bayi dibedakan menjadi 2 kategori, yaitu imunisasi wajib dan imunisasi tambahan (dianjurkan). Untuk imunisasi wajib, pemerintah mewajibkan 5 jenis vaksinasi bayi/anak, yaitu: BCG, Polio, Hepatitis B, DPT, dan Campak. Sementara untuk jenis imunisasi tambahan dianjurkan untuk menambah daya tahan tubuh terhadap beberapa jenis penyakit, di mana vaksinnya antara lain adalah Hib, Pneumokokus (PCV), Influenza, MMR, Tifoid, Hepatitis A, Varisela, dan HPV

Namun sekarang ini imunisasi untuk anak jadwalnya sudah mengikuti jadwal IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) di mana semua imunisasi perlu diberikan pada anak- anak.

JADWAL IMUNISASI ANAK 2014

JADWAL IMUNISASI ANAK 2014

Berikut beberapa jenis vaksin imunisasi lengkap dan manfaat imunisasi yang diberikan antara lain adalah :

1. Imunisasi Hepatitis B

Pemberian vaksinasi hepatitis B ini berguna serta bermanfaat dalam rangka untuk mencegah virus Hepatitis B yang dapat menyerang dan merusak hati dan bila hal itu terus terjadi sampai si anak dewasa akan bisa menyebabkan timbulnya penyakit kanker hati di usia mudanya.

2. Imunisasi BCG

Pemberian vaksinasi BCG (Bacillus Celmette-Guerin) dan juga imunisasi BCG ini bermanfaat dan berguna dalam rangka untuk mencegah timbulnya penyakit TBC berat (TBC otak, TBC tulang dan TBC milier). Dilakukan sekali pada bayi sebelum usia 3 bulan. Biasanya dilakukan bila bayi berusia 1 bulan.

Bila bayi telah berusia lebih dari 3 bulan dan belum mendapat imunisasi BCG maka harus dilakukan uji tuberkulin untuk mengetahui apakah bayi sudah terpapar bakteri TBC. Imunisasi bisa diberikan bila hasil tes tuberkulin negatif.

3. Imunisasi DPT

Diberikan dalam rangka pencegahan terjadinya penyakit Difteri, Pertusis dan Tetanus. Penyakit Difteri dapat menyebabkan pembengkakan dan penyumbatan pernafasan, serta mengeluarkan racun yang dapat melemahkan otot jantung. Penyakit Pertusis yang disebut juga dengan batuk rejan, dalam kondisi berat bisa turun ke bawah menyebabkan terjadinya pneumonia. Kuman Tetanus mengeluarkan racun yang menyerang syaraf otot tubuh, sehingga otot menjadi kaku, sulit bergerak dan bernafas.

Imunisasi DPT diberikan pada bayi lebih dari 6 minggu, vaksinnya dapat diberikan bersamaan dengan vaksin Hepatitis B. Ulangan DPT diberikan pada usia 18 bulan dan 5 tahun. Dan usia 12 tahun diberikan vaksin TT melalui program BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah).

4. Imunisasi Polio

Ini adalah jenis vaksinasi yang pemberiannya melalui oral (mulut) dan manfaat imunisasi polio ini untuk mencegah penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan atau kecacatan. Imunisasi diberikan sebanyak 4 kali, yaitu saat bayi lahir hingga berusia 6 bulan.

5. Imunisasi Campak

Tujuan pemberian imunisasi campak ini adalah mencegah penyakit campak. Campak dapat menyebabkan komplikasi.Pemberiannya hanya sekali saja yaitu pada saat anak berusia 9 bulan. Pemberiannya dapat diulang pada saat anak masuk SD atau mengikuti program BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) yang dicanangkan pemerintah.

6. Imunisasi MMR (Mumps, Measles, Rubella)

Manfaat: Melindungi tubuh dari virus campak, gondok, dan rubella (campak Jerman). Campak pada anak selain demam dan kemerahan di kulit, dapat memberikan komplikasi diare dan juga infeksi paru-paru. Gondongan pada anak di bawah 17 tahun dapat menghasilkan infertilitas di masa dewasanya sehingga sulit memiliki keturunan. Rubella adalah campak jerman, jika terkena pada bayi dan anak, efeknya mirip dengan campak.

MMR dapat dicegah dengan vaksin MMR. Vaksin ini aman dan tidak menyebabkan autisme. Diberikan pada usia 15 bulan, dan diulang saat anak berusia 6 tahun. Bisa diberikan pada umur 12 bulan, jika belum mendapat campak di usia 9 bulan. Dengan kata lain, imunisasi campak waktu berusia 9 bulan bisa dilewat dan digantikan dengan MMR pada usia 12 bulan.

7. Imunisasi Rotavirus

Manfaat : Mencegah diare akut dan dehidrasi pada bayi dan anak di bawah 2 tahun. Efektif diberikan sedini mungkin, namun tidak efektif pada anak di atas usia 1 tahun. Mencegah diare pada usia balita. Diberikan pada usia 2 bulan dan 4 bulan (rotarix – Glaxo), atau 2,4,6 bulan (rotateq – MSD)

8. Imunisasi Pneumococcal Disease

Manfaat: Melindungi tubuh dari bakteri pnemukokus yang bisa menyebabkan meningitis, pneumonia, dan infeksi telinga.

Waktu pemberian: Umur 2, 4, 6 bulan, serta antara 12 – 15 bulan. Jika anak belum menerima vaksin ini dan usianya saat ini sudah di atas 1 tahun, PCV hanya diberikan dua kali dengan interval 2 bulan. Jika usia anak sudah 2 – 5 tahun, PCV hanya diberikan 1 kali. Bukan berarti menunggu saja hingga usia 2 tahun baru diberikan vaksinnya agar lebih irit dan cuma 1 kali pemberian, karena tandaya itu Anda mengambil risiko anak terkena infeksi pneumokokal saat ini.

9. Imunisasi Hib

Hib singkatan dari Haemophilus influenza type B, yang bisa menyebabkan meningitis, pneumonia, dan epiglotitis (infeksi pada katup pita suara dan tabung suara). Hib berbeda dengan hepatitis B dan penyakitnya pun jauh berbeda. Hib mengakibatkan meningitis (radang selaput otak), namun berbeda lagi antara meningitis yang disebabkan karena Hib dan karena bakteri lain seperi TBC dan Neiseria meningitidis).

Waktu pemberian vakin Hib: Umur 2, 4, 6, dan 15 bulan (berbarengan dengan DPT) dan sudah tersedia bentuk kombo yang hanya 1 x suntik.

10. Imunisasi Tifoid

Manfaat: Melindungi tubuh dari bakteri Salmonella typhi yang menyebabkan demam tifoid (tifus). Anak- anak sering jajan di usia 2 tahun, hal ini membahayakan kesehatannya di mana kemungkinan dia akan terserang tifoid yang memang endemis di Negara kita. Jika anak terkena tifoid, akan merasa demam, tidak mau makan, diare atau konstipasi, mulut pahit dan kemungkinan perlu rawat inap. Oleh karena itu vaksinasi Tifoid pada anak adalah vaksinasi yang sangat penting.

Waktu pemberian: Pada umur di atas 2 tahun, dan diulang setiap 3 tahun.

11. Imunisasi Hepatitis A

Manfaat: Melindungi tubuh dari virus Hepatitis A, yang menyebabkan penyakit hati. Anak yang terkena sakit liver biasa dirawat di Rumah Sakit selama 1 minggu lebih karena dikhawatirkan akan mengalami sepsis dan dehidrasi. Sakit kuning ini ditularkan lewat makanan dan minuman yang mengandung virus Hepatitis A.

Waktu pemberian: Pada umur di atas 2 tahun, dua kali dengan interval 6 – 12 bulan.

12. Imunisasi Varicella

Dahulu cacar air dianggap penyakit yang normal dan dikenakan di antara anak- anak. Namun hal ini adalah persepsi yang salah. Kalau bisa jangan sampai anak terkena varicella. Sekali anak terkena cacar air, virusnya tidak mati namun hidup di ganglion saraf dorsalis sum sum tulang belakang dan dapat aktif menjadi herpes di kemudian hari. Komplikasi yang didapatkan dari infeksi varicella adalah berat meliputi superinfeksi dengan bakteri lain hingga sepsis dan membutuhkan rawat inap.

Waktu pemberian: Pada umur di atas 1 tahun.

13. Imunisasi HPV

Manfaat: Melindungi tubuh dari Humanpapilloma Virus yang menyebabkan kanker mulut rahim. HPV dapat menyebar melalui hubungan seks (85%) dan sisanya dapat menular melalui toilet bersama, handuk bersama, kolam renang dan sebagainya. Sebanyak 80 persen wanita dalam hidupnya pernah mengalami infeksi HPV, namun dada yang menjadi kanker, ada juga yang dapat dieliminasi. HPV selain menyebabkan kanker serviks, juga menyebabkan kutil kelamin pada anak remaja laki dan perempuan, oleh karena itu pencegahannya perlu dilakukan.

Waktu pemberian: Pada anak umur di atas 10 tahun, diberikan 3 kali dengan jadwal 0, 1-2 bulan kemudian, serta 6 bulan kemudian.

14. Imunisasi Influenza

Manfaat: Melindungi tubuh dari beberapa jenis virus influenza. Menurut data survey, orang Indonesia terkena flu kurang lebih 4 kali dalam setahun. Vaksinasi influenza melindungi anak Anda dari serangan flu sebesar 70 – 90 %. Hal ini sangat baik karena anak yang teserang flu, bisa demam, nyeri tenggorokan, tidak dapat masuk sekolah, lesu dan akan menghasilkan anak yang perkembangan dan pertumbuhannya terganggu.

Waktu pemberian: Setahun sekali sejak usia 6 bulan. Bisa terus diberikan hingga dewasa.

Catatan khusus: Untuk usia di atas 2 tahun, vaksin bisa diberikan dalam bentuk semprotan pada saluran pernapasan (live attenuated vaccine), namun belum tersedia di Indonesia.

JADWAL IMUNISASI DEWASA

JADWAL IMUNISASI DEWASA image006

FUNGSI VAKSIN DEWASA

Jangan menganggap bahwa hanya anak kecil yang butuh imunisasi. Vaksinasi juga dibutuhkan oleh orang dewasa. Bahkan jika vaksinasi Anda waktu kecilnya termasuk lengkap, di masa dewasa ini Anda tetap membutuhkan vaksinasi, karna antibodi yang dibuat dari vaksin masa bayi telah habis di usia 18 tahun. Vaksinasi Anda perlu diulang.

Banyak penyakit yang vaksinasinya harus diulang secara berkala untuk mempertahankan imunitas atau kekebalan tubuh terhadap penyakit tersebut.  Kemudian ada pula penyakit yang vaksinnya memang belum ada saat mereka kecil dulu.  Malahan ada vaksin yang memang diperuntukkan untuk orang dewasa, karena untuk penyakit tertentu memang justru memiliki resiko tinggi pada usia dewasa.

Vaksin yang dibutuhkan orang dewasa antara lain untuk penyakit:

1. Tetanus

Tetanus adalah infeksi akut karena racun yang dibuat dalam tubuh oleh bakteri Clostridium Tetani. Penyakit ini bisa membuat kejang otot, rahang terkancing, gangguan bernapas, dan kematian. Bakterinya terdapat di debu, tanah, lalu masuk ke dalam tubuh manusia melalui luka terpotong, luka terbuka, dan luka terbakar. Macam vaksinnya adalah toksoid, diberikan dalam bentuk suntikan. Vaksin tetanus sangat efektif untuk pencegahan tetanus.

2. Meningitis Meningokokus (Meningokok)

Penyakit radang selaput otak (Meningitis) disebabkan bakteri Neisseria Meningitidis (Meningokokus). Cara penularannya melalui udara, batuk, bersin dari orang yang telah terinfeksi bakteri, atau kontak dengan sekret pernapasan (minum dari gelas sama). Gejala penyakitnya berupa demam, sakit kepala, dan tidak enak badan. Meningitis yang disebabkan oleh Meningokokal lebih sering terdapat di Afrika dan agak jarang dijumpai di Indonesia.

3. Tifoid

Lebih dikenal sebagai penyakit Typhus atau demam Tifoid. Penderita akan mengalami panas tubuh tinggi (di atas 39oC), sakit kepala, rasa lelah, dan hilang nafsu makan. Gejala lain, sakit pada perut, buang-buang air, mual, dan menggigil. Penyakit ini disebabkan infeksi bakteri Salmonella Typhi. Tifoid sangat endemis di Indonesia dan dapat menyebabkan tifoid kambuhan, dan menjalar ke infeksi selaput otak.

4. Campak (Measles)

Penyakit yang disebabkan virus ini memiliki gejala demam, menggigil, serta hidung dan mata berair. Timbul ruam-ruam pada kulit berupa bercak dan bintil berwarna merah pada kulit muka, leher, dan selaput lendir mulut. Saat penyakit memuncak, suhu tubuh bisa mencapai 40oC. Campak pada dewasa dapat hilang dengan sendirinya, namun dapat juga berkomplikasi ke arah saluran cerna dan pneumonia (radang paru).

5. Parotitis (Mumps) atau Gondongan

Parotitis disebabkan virus yang menyerang kelenjar air liur di mulut, dan banyak diderita anak-anak dan orang muda. Semakin tinggi usia penderita, gejalanya semakin hebat. Kebanyakan, orang menderita penyakit ini hanya sekali seumur hidup. Efek jangka panjang dari infeksi gondongan adalah infertilitas (ketidakmampuan untuk bereproduksi atau dalam bahasa awam mandul).

6. Rubella (campak Jerman)

Rubella merupakan penyakit yang disebabkan virus, mengakibatkan ruam pada kulit menyerupai campak, radang selaput lendir, dan radang selaput tekak. Ruam ini biasanya hilang dalam waktu 2-3 hari. Gejalanya berupa sakit kepala, kaku pada persendian, dan rasa lemas. Biasanya diderita setelah penderita berusia belasan tahun atau dewasa. Bila infeksi terjadi pada wanita yang sedang hamil muda (tiga bulan pertama) dapat mempengaruhi pertumbuhan bayi. Janin dapat cacat : tuli kongenital, gagal jantung, buta karena katarak

7. Yellow Fever (demam kuning)

Penyakit ini disebabkan virus yang dibawa nyamuk Aedes dan Haemagogus. Orang yang akan bepergian ke Afrika Selatan wajib menjalani vaksinasi penyakit ini. Serangan ringan demam kuning memberikan gejala mirip flu.

8. Hepatitis B

Vaksinasi hepatitis B diperlukan untuk mencegah gangguan hati yang disebabkan virus hepatitis B (VHB). Gejala penyakitnya diawali dengan timbulnya demam selama beberapa hari. Lalu timbul rasa mual, keletihan, dan tetap terasa letih meski telah beristirahat cukup. Urine (air seni) akan terlihat keruh seperti air teh. Bagian putih bola mata dan kuku akan terlihat berwarna kuning. Vaksinasi hepatitis B efektif untuk mencegah infeksi karena hepatitis B  dan juga mencegah pengerasan hati / sirosis hepatis/ kanker liver.

9. Japanese B Enchephalitis

Penyakit ini disebabkan virus yang menimbulkan infeksi otak. Virus dibawa nyamuk Culex yang hidup di daerah Asia (dari India Timur ke Korea, Jepang, dan Indonesia). Vaksinasi diberikan melalui suntikan pada hari ke-0, 7, dan 28. Dilakukan vaksinasi booster setahun kemudian. Vaksinasi diulang setiap 3 tahun.

10. Rabies

Penyakit infeksi otak ini disebabkan virus. Penularannya melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi virus rabies. Hewan yang mungkin menularkan rabies adalah anjing, kucing, kelelawar, monyet, dan lainnya. Vaksin diberikan melalui suntikan sebanyak 3 kali, yaitu hari ke-0, 7, dan 28. Vaksinasi Rabies tidak rutin diberikan jika orang tidak banyak kontak dengan binatang.

11. Influenza

Penyakit yang disebabkan virus dari keluarga Orthomyxoviridae ini menimbulkan wabah berulang dengan aktivitas kuat serta kejadian infeksi dan kematian tinggi pada semua usia. Influenza merupakan penyakit berat bila diderita orang berusia lanjut (di atas 65 tahun) serta penderita dengan penyakit jantung, paru-paru, dan diabetes mellitus (kencing manis). Vaksinnya memilikie efektifitas sekitar 70 – 90 % dalam mencegah influenza.

12. Hepatitis A

Berbeda dari hepatitis B, hepatitis A ditularkan persis seperti diare dan tifoid yaitu melalui makanan dan minuman yang tercemar. Hepatitis A disebut juga penyakit kuning yang berbahaya bagi liver dan mematikan. Namun jika daya tahan tubuh tinggi, hepatitis A ini dapat sembuh dengan sendirinya. Tapi lebih baik tidak terkena hepatitis A daripada terkena infeksinya. Vaksinnya 2 x dlam 6 bulan dan dapat mencegah hepatitis A seumur hidup.

13. HPV (Human Papiloma Virus)

Vaksin HPV berguna untuk mencegah penyakit akibat HPV 6, 11, 16 dan 18 serta krosproteksinya, yaitu kanker serviks dan kutil kelamin. Kuman ini adalah kuman penyebab kanker, oleh karena itu sebelum paparan seksual, ada baiknya mendapatkan vaksinasi ini. Vaksin dapat diberikan pada usia 10 -55 tahun utuk mencegah kanker serviks dan kutil kelamin pada wanita dan vaksin juga diberikan untuk pria 10 – 26 tahun agar tidak menjadi pembawa infeksi penis dan kanker anus.

14. Cacar Air

Vaksin Varicella merupakan vaksin hidup. Semua orang dewasa yang tidak terbukti pemah mengalami Cacar Air atau tidak memiliki kekebalan terhadap Varicella, dianjurkan untuk vaksinasi.

Cacar air pada orang dewasa umumnya lebih berat daripada anak-anak. Infeksi cacar air dapat menyebabkan cacat janin bila infeksi primer terjadi pada trimester pertama kehamilan, sehingga dianjurkan diberikan sebelum menikah/hamil. Diperlukan waktu minimal 4 minggu untuk boleh hamil setelah vaksinasi terakhir.

15. Zoster

Herpes zoster sering kambuh pada orang yang mulai menjelang tua karena adanya penurunan daya tahan tubuh. Zoster adalah penyakit kambuhan cacar air yang rasanya sangat nyeri bahkan ketika luka terkena helaian pakaian pun rasanya nyeri sekali. Orang di atas 59 tahun perlu mendapatkan vaksinasi ini untuk mencegah terjadinya herpes zoster.

16. Pneumonia

Vaksinasi pneumokokus adalah metode untuk mencegah jenis tertentu infeksi paru-paru (pneumonia) yang disebabkan oleh bakteri pneumococcus. Vaksinasi orang berusia 60 tahun ke bawah dengan kondisi berikut: perokok aktif, gangguan sistem pernapasan kronik (PPOK dan asma), gangguan sistem kardiovaskular, diabetes melitus, gagal ginjal kronik, sindroma nefrotik, gangguan hati kronik (termasuk sirosis), alkoholisme, implan koklea, kebocoran cairan serebrospinal, imunokompromais, asplenia, dan orang yang tinggal di panti jompo/tempat penampungan. Pneumonia adalah salah satu penyebab kematian terbanyak pada geriatri, oleh karena itu penting sekali untuk mendapatkan vaksin ini.

Author Info

admin

No Comments

Comments are closed.