vaksin palsu

Jangan Takut Vaksin Palsu Lagi !

Vaksinasi adalah proses pemberian antigen berupa mikroorganisme hidup yang telah dilemahkan atau sudah mati, atau bagiannya yang telah diproses sedemikian rupa untuk menimbulkan imunitas tubuh si penerima vaksin. Vaksin diberikan dengan maksud merangsang pembentukan kekebalan tubuh aktif terhadap penyakit tertentu.

Apa Yang Dimaksud Dengan Vaksin Palsu?

Vaksin palsu adalah sediaan berlabel vaksin yang tidak berisi antigen sehingga tidak merangsang pembentukan kekebalan aktif, maka dari itu menjadikannya tidak bermanfaat. Di lain sisi, keaslian sebuah vaksin pada nyatanya hanya dapat ditentukan setelah melalui pemeriksaan laboratorium oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Vaksin tidak bermanfaat atau vaksin palsu tersebut diduga mengandung bahan-bahan sebagai berikut :

  • Cairan infus, terdiri dari beberapa jenis, namun umumnya adalah larutan gula dan elektrolit.
  • Pelarut vaksin, berupa cairan garam fisiologis atau aqua pro injection yang aman diserap tubuh.
  • Antibiotik gentasimin, di Indonesia, antibiotik untuk menangani infeksi ini tersedia dalam bentuk cairan, tetes mata, tetes telinga, hingga krim luar.

 

vaksin palsu

Hasil investigasi BPOM, Biofarma, Kementerian Kesehatan, dan instansi terkait menyebut bahwa efek samping vaksin palsu diduga kecil. Oleh karena diberikan dengan diencerkan, maka jika gentasimin diberikan dalam vaksin, dosis yang masuk ke tubuh mungkin lebih rendah dari yang diperkirakan. Ditambah lagi, kemasan vaksin lebih kecil (maksimal 0.5 ml) dibandingkan kemasan gentamisin (2 ml mengandung 80 mg). Sehingga maksimal gentamisin yang masuk ke dalam tubuh diperhitungkan sekitar 20 mg.

Setelah mencapai peredaran darah dalam kadar yang lebih kecil lagi, obat ini kemudian dibuang melalui ginjal. Berdasarkan logika ini, efek jangka panjang gentasimin bisa disebut sangat kecil. Efek samping berupa gangguan ginjal dan pendengaran hanya dapat terjadi jika gentasimin diberikan lebih dari sekali atau dalam dosis tinggi.

Selain itu, infeksi atau alergi adalah risiko jangka pendek yang mungkin terjadi akibat suntik vaksin palsu yang mengandung cairan infus. Pada umumnya, kemunculan reaksi alergi atau infeksi yang dapat terjadi akan terlihat pada tiga hari setelah diberikannya suntikan. Infeksi akibat vaksin palsu diperkirakan karena proses pembuatan vaksin yang tidak memenuhi standar sterilisasi.

Mendapatkan Kepastian Vaksin Asli Yang Aman

Menurut laporan Kemenkes yang dilansir Bio Farma, peredaran vaksin palsu diduga tidak lebih dari 1 persen di wilayah Jakarta, Jawa Barat, serta Banten. Lebih jauh lagi, jenis vaksin yang dipalsukan adalah dari kelompok vaksin impor berharga mahal, seperti GSK dan Sanofi Pasteur, yaitu Engerix-B sebagai vaksin hepatitis B, Pediacel sebagai kombinasi Pertusis, Difteri, Tetanus, Hib, dan IPV (vaksin polio yang berisi virus polio yang sudah mati), serta Havrix 720 sebagai vaksin hepatitis A. Sementara jenis vaksin dari Bio Farma selama ini digunakan untuk oplosan ke dalam kemasan vaksin palsu, seperti vaksin campak dan hepatitis B.

Rumah sakit pemerintah dan puskesmas pada umumnya memberikan vaksin secara gratis. Vaksin gratis ini didapatkan dari produsen resmi yang ditunjuk oleh Kemenkes. Oleh sebab itu, untuk mendapatkan vaksin asli, Anda dapat mendatangi sarana pelayanan kesehatan pemerintah, seperti puskesmas, posyandu, atau rumah sakit pemerintah. Kemenkes menjamin vaksin yang disalurkan melalui jalur pemerintah adalah asli dan aman.

Selain itu, Anda juga bisa mendatangi In Harmony Clinic untuk mendapat layanan kesehatan termasuk vaksinasi. Klinik ini merupakan klinik imunisasi dan vaksinasi terlengkap, terdepan, serta pengembang layanan preventif terkemuka di Indonesia. In Harmony Clinic juga berkomitmen untuk menciptakan pusat pelayanan kesehatan holistik, yang menyediakan berbagai opsi layanan medis, alternatif, dan preventif, serta memiliki kerjasama strategis antara berbagai institusi dan penyedia layanan terkait.

Tips Mendapatkan Vaksinasi yang Aman dan Terpercaya

Berikut hal yang setidaknya dapat dilakukan dalam proses pemberian vaksin agar anak Anda terlindungi dari vaksin palsu :

  • Anda dapat meminta dokter yang akan memberikan imunisasi untuk memeriksa tanggal kedaluwarsa vaksin, wadah dan segel vaksin, label vaksin, penanda suhu, serta bentuk fisik vaksin. Pengecekan bentuk fisik vaksin dapat dilihat dari ada atau tidak adanya endapan, warna, serta kejernihannya. Izin edar vaksin asli atau palsu dapat diperiksa di website BPOM.
  • Amati reaksi setelah anak menerima vaksin. Segera periksakan ke dokter jika ada hal yang Anda rasa mengkhawatirkan.
  • Laporkan jika ada hal yang mencurigakan kepada BPOM via Halo BPOM 1500533 atau ke Kementrian Kesehatan di (kode lokal) 1500567.
  • Cek faktur pembelian vaksin di klinik atau rumah sakit penyedia layanan vaksinasi. Seharusnya penyelenggara dapat memberikan struk pembeliannya dan berasalh dari distributor yang resmi, baik di dalam negri maupun di luar negri. Untuk poin ini, Anda perlu meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan tim managemen.

Jika anak Anda ternyata terkena vaksin palsu, pastikan dia terdaftar dan terverifikasi oleh satuan petugas (satgas) penanganan vaksin palsu. Anak yang telah terdaftar dan terverifikasi dapat mengikuti imunisasi wajib ulang di lokasi pelayanan kesehatan rujukan Dinas Kesehatan yang berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Vaksinasi ini bisa didapatkan gratis pada sarana kesehatan pemerintah.

Imunisasi ulang sebaiknya diberikan menggunakan vaksin berjenis sama atau setara yang disediakan oleh pemerintah. Hal ini tentu saja dilakukan jika orang tua setuju setelah mendapatkan penjelasan yang lengkap.

Author Info

admin

No Comments

Post a Comment