Ingin Studi ke Timur Tengah? Lakukan Imunisasi Meningitis Agar Studi Anda Tidak Terganggu

image002Belajar di timur tengah menjadi salah satu kesenangan tersendiri bagi sejumlah pelajar, terutama pelajar muslim. Beberapa daerah timur tengah seperti Arab Saudi atau Mesir merupakan daerah ideal bagi mereka yang ingin menimba ilmu sains dan sosial di daerah Timur Tengah, terutama ilmu fiqih agama. Meskipun ingin menimba ilmu di daerah Timur Tengah, bukan berarti Anda tidak mempersiapkan diri Anda. Sejumlah penyakit dapat menyerang Anda selama studi di Timur Tengah. Bahkan, tidak sedikit penyakit menular bisa menyerang Anda selama hidup di daerah tersebut.

Salah satu penyakit yang berbahaya saat Anda studi di Timur Tengah adalah Meningitis. Meningitis adalah salah satu penyakit menular akibat sejumlah bakteri yang tumbuh di sekitar selaput otak dan sum-sum tulang belakang. Tidak sedikit universitas menyarankan agar pelajar asing yang ingin mendalami ilmu di Timur Tengah untuk melakukan imunisasi meningitis sebelum berangkat studi.

Lalu, mengapa pelajar perlu imunisasi meningitis sebelum berangkat studi? Sebelum membahas lebih lanjut, mari kita bahas tentang meningitis. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, meningitis adalah penyakit yang menyerang selaput otak dan sum-sum tulang belakang. Meningitis terbagi atas beragam jenis dengan gejala dan komplikasi yang berbeda-beda. Hingga saat ini, ada 4 jenis meningitis. Pertama adalah meningitis bakterialis. Meningitis bakterialis adalah varian meningitis yang paling sering diderita masyarakat. Meningitis bakterialis adalah meningitis yang disebabkan bakteri dan menyebar melalui kontak jarak dekat. Bakteri yang menyebabkan meningitis pun berbeda-beda. Bagi dewasa, bakteri Neisseria meningitides dan Streptococcus pneumoniae merupakan bakteri yang sering menyebabkan meningitis. Meningitis tipe ini umumnya bisa dilawan oleh kekebalan tubuh, tetapi kadangkala bakteri ini bisa lebih kuat daripada kekebalan tubuh. Apabila tidak bisa dilawan dan tidak segera ditangani, Meningitis ini bisa menyebabkan kerusakan otak parah, kehilangan indera pendengaran dan menimbulkan infeksi pada darah (septikemia). Pada umumnya, Meningitis Bakterialis bisa menyerang bayi.

Meningitis virus berbeda dengan meningitis bakterialis. Meningitis virus adalah meningitis yang disebabkan oleh virus. Umumnya, meningitis tipe virus merupakan meningitis yang menempel pada penyakit yang disebabkan virus seperti virus cacar air, virus campak, virus influenza, dan virus gondongan. Meningitis tipe ini menular melalui batuk, bersin dan lingkungan yang tidak higienis. Penderita meningitis virus umumnya akan mengalami gejala layaknya virus penyakit. Sebagai contoh, penderita meningitis influenza. Mereka yang menderita meningitis dari virus influenza akan mengalami batuk-batuk hingga demam. Selain itu, anak berusia di bawah lima tahun dan seseorang dengan sistem kekebalan tubuh lemah memiliki risiko lebih besar untuk tertular meningitis virus.

Selain akibat virus dan bakteri, meningitis bisa pula disebabkan jamur dan parasit. Meningitis jamur terjadi sebagai akibat menyebarnya jamur di sumsum tulang belakang melalui aliran darah. Resiko seseorang terkena meningitis jamur akan meningkat apabila sistem kekebalan tubuhnya terganggu, seperti pada penderita HIV dan kanker. Beberapa gejala meningitis jamur adalah penderita akan sensitif terhadap cahaya dan merasa kebingungan.

Sementara itu, Meningitis jenis parasit disebabkan oleh parasit yang biasanya masuk ke dalam tubuh melalui hidung. Amuba yang menyebabkan meningitis parasit umumnya adalah Naegleria fowleri. Amuba ini biasanya ditemukan pada danau, sungai air tawar yang bersuhu hangat, sumber air panas bumi, kolam renang yang tidak dirawat, pemanas air dan tanah.

Berbagai factor juga meningkatkan resiko seseorang menderita meningitis. Faktor genetis, mengalami gangguan kekebalan tubuh, hidup dalam komunitas buatan seperti asrama sekolah, rentan terekspos serangga atau pengerat, serta pergi ke daerah rawan meningitis mampu meningkatkan resiko Anda tertular meningits. Nah, Timur Tengah termasuk daerah yang digolongkan rawan meningitis, terutama meningitis bakterialis. Di daerah Timur Tengah, tidak sedikit penderita Selain Timur Tengah, Afrika dan Asia tenggara juga menjadi daerah rawan meningitis.

Apabila Anda tidak imunisasi meningitis sebelum berangkat studi di daerah rawan meningitis, Anda bisa menderita dampak penyakit yang sangat menakutkan ini. Seseorang yang menderita meningitis awalnya akan mengalami gejala tidak enak, mual, demam, dan muntah-muntah. Kemudian, Anda akan merasa nyeri di persendian, kaki dan tangan menggigil, kulit mulai terlihat pucat, dan bibir mulai membiru. Gejala tersebut akan diikuti dengan bernafas cepat, mudah bingung, mengantuk, leher kaku, sensitif terhadap cahaya, dan kejang-kejang.

Apabila tidak ditangani, Anda akan mengalami komplikasi serius. Anda bisa kehilangan pendengaran, baik parsial atau total. Anda juga bisa mengalami masalah ingatan atau konsentrasi selama beraktivitas, baik saat belajar atau kegiatan lain. Anda juga akan mudah lelah, epilepsy, lumpuh, hingga syok, bahkan kematian. Selain dampak fisik, Anda juga akan terganggu secara psikologi, Anda akan mudah emosi, labil, agresif, dan haus perhatian.

Jadi, masih ingin tidak imunisasi meningitis sebelum berangkat studi setelah mengetahui dampaknya? Apabila Anda ingin studi ke luar negeri, terutama di daerah Timur Tengah, segera lakukan imunisasi meningitis daripada kesulitan saat studi di luar negeri. Anda bisa memperoleh imunisasi meningitis di In Harmony Clinic, Jl Percetakan Negara IV B No 48 Jakarta Pusat Telp 021 422 0214 / 021 4248790 atau Pin BB 2A907EDA / 748E 00E1. Anda bisa berkonsultasi tentang harga hingga berapa kali untuk imunisasi. Semoga Anda bisa menimba ilmu di Timur Tengah setelah berimunisasi di In Harmony Clinic.

Author Info

admin

No Comments

Post a Comment

error: Content is protected !!