Informasi Vaksin MMR

Anda ataupun anak Anda dapat terkena penyakit ini (Mumps- Measles- Rubella) melalui kontak dengan orang yang mengidap penyakit tersebut. Mereka menularkannya melalui pernapasan.

Vaksin Measles, mumps, dan rubella (MMR) adalah cara yang terbaik untuk mencegah penyakit- penyakit ini.

Hampir semua anak yang sudah divaksin MMR tidak terinfeksi penyakit campak, campak jerman dan gondongan. Namun akan semakin banyak anak dan orang lain yang terkena sakit ini jika kita menyudahi usaha vaksinasi ini.

Pedoman vaksinasi MMR sesuai usia

Anak-anak sebaiknya mendapat dua dosis vaksinasi MMR

  1. Dosis pertama saat usia 12 sampai 15 bulan
  2. Dosis ke dua saat usia 4 sampai 6 tahun (bisa lebih awal, jika setidaknya 28 hari setelah dosis pertama)

Sebagian bayi di bawah usia 12 bulan sebaiknya mendapat  vaksinasi MMR jika bepergian ke luar negeri (Dosis ini tidak akan termasuk dalam seri dosis rutin mereka).

Anak-anak usia 1-12 tahun bisa mendapat kombinasi  vaksin bernama MMRV, yang mengandung vaksin MMR dan Varicella (cacat air).

Sebagian orang dewasa sebaiknya juga mendapat vaksinasi MMR: Biasanya semua orang usia 18 tahun ke atas yang lahir setelah tahun 1956 sebaiknya mendapatkan minimal satu dosis vaksin MMR, kecuali jika tampaknya mereka sudah divaksinasi atau pernah mengidap ketiga penyakit ini.

Vaksinasi MMR bisa diberikan secara bersamaan dengan vaksin lain.

Pencegahan rubella paling efektif adalah dengan imunisasi bersamaan dengan campak dan mumps (vaksinasi MMR) sebanyak 2 kali dengan selang penyuntikan 1-2 bulan. Setelah lewat masa kanak-kanak, imunisasi rubella terus dilanjutkan walaupun telah dewasa, bersamaan dengan campak dan mumps (vaksinasi MMR). Wanita usia subur sebaiknya mendapat 2 dosis imunisasi MMR selambat-lambatnya 3 bulan sebelum kehamilan untuk mencegah kecacatan dan kematian bayi. Setelah imunisasi MMR, dianjurkan menunda kehamilan selama 4 minggu, untuk menghindari kecacatan bayi.

Kontra Indikasi Vaksin MMR

Kepada orang- orang tersebut di bawah ini dipertimbangkan untuk tidak mendapatkan vaksinasi MMR :

  • Alergi berat yang membahayakan nyawa terhadap antibiotik neomycin atau semua komponen vaksin MMR lainnya.  – tidak diberikan vaksin MMR–
  • Alergi berat yang membahayakan nyawa terhadap dosis vaksin MMR atau MMRV sebelumnya. – Tidak diberikan vaksin MMR –
  • Siapapun yang sedang sakit saat jadwal penyuntikan  sebaiknya menunggu sampai sembuh sebelum mendapatkan vaksin MMR.
  • Wanita hamil tidak boleh diberi vaksin MMR. Wanita hamil yang membutuhkan vaksin ini harus menunggu sampai melahirkan. Kaum wanita tidak boleh hamil selama 4 minggu setelah diberi vaksin MMR.

Anda harus memberi tahu dokter jika Anda termasuk salah satu di bawah ini :

  • Menderita HIV/AIDS atau penyakit lain yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh
  • Sedang mendapat pengobatan yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, misalnya steroid
  • Menderita kanker jenis apapun
  • Sedang mendapat perawatan kanker dengan radiasi dan obat-obatan
  • Pernah memiliki jumlah platelet yang rendah (gangguan darah)
  • Pernah diberi vaksin lain dalam 4 minggu terakhir
  • Belum lama ini mendapat transfusi darah atau mendapatkan produk darah lainnya

Bukan berarti orang tersebut di atas tidak boleh mendapatkan vaksinasi MMR, namun ada batasan tertentu yang membolehkan dan mentidak bolehkan Anda untuk mendapatkan vaksinasi MMR terkait MMR ini adalah vaksin hidup yang dilemahkan. Dokter ahli yang mengerti vaksinasilah yang menentukan boleh tidaknya pemberian vaksin MMR.

Efek Samping Vaksin MMR

Seperti layaknya obat manapun, vaksinasi dapat mengakibatkan berbagai masalah, misalnya reaksi alergi yang parah.

Risiko vaksinasi MMR sangat kecil, mendapat vaksinasi MMR adalah jauh lebih aman dibanding menderita penyakit campak, gondok, atau rubella.

Kebanyakan orang tidak mendapatkan masalah apapun juga setelah mendapat vaksinasi MMR.

EfekSamping Ringan

  • Demam (kira-kira 1 dari 6 orang)
  • Ruam ringan (kira-kira 1 dari 20 orang)
  • Bengkak pada kelenjar pipi atau leher (kira-kira 1 dari 25 orang)

Biasanya masalah ini terjadi dalam waktu 6-14 hari setelah mendapat suntikan. Masalah ini lebih jarang terjadi setelah dosis ke dua

Efek SampingSedang

  • Kejang yang disebabkan oleh demam (kira-kira 1 dari 3000 dosis)
  • Nyeri dan rasa kaku untuk sementara dalam sendi, kebanyakan pada remaja dan wanita dewasa, kira-kira 1 dari 4 orang
  • Jumlah trombosit rendah selama beberapa waktu yang dapat menyebabkan gangguan pendarahan (kira-kira 1 dari 30.000 dosis)

Masalah yang Parah (Sangat Jarang)

  • Reaksi alergi yang serius (tidak sampai 1 dalam satu juta dosis)

Testimoni Vaksinasi MMR

Para ahli telah belajar dari wabah yang baru saja merebak di Amerika, di mana anak yang sudah divaksin MMR tetap mendapatkan gondongan. Selama wabah ini penyebaran mumps biasanya terjadi di tempat yang sangat padat penduduk, seperti di sekolah. Pada anak yang sudah mendapatkan vaksin MMR ini, kejadian komplikasi serius sangat rendah.

“Bersyukur penggunaan vaksin sudah menyebar di  Amerika, jumlah kasus gondongan di US menurun secara signifikan setelah adanya vaksin MMR” menurut Dr. Doug Campos-Outcalt of the American Academy of Family Physicians. Vaksin MMR aman dan berperan penting dalam pencegahan melawan penyakit MMR dan komplikasi serius, jadi kita harus tetap berusaha untuk memberikan vaksin MMR ini pada anak sebanyak 2 dosis—tepat waktu .”

Telah banyak penelitian yang valid menyimpulkan bahwa Tidak Ditemukan Hubungan Antara Vaksin MMR dengan Autisme.

Beberapa orang tua memiliki kepercayaan bahwa Autisme berkaitan dengan vaksinasi MMR, hanya karena anak mereka didiagnosis autis setelah menerima vaksin MMR.Menurut  Dr. Anne Schuchat, kepala program imunisasi Centers for Disease Control and Prevention (CDC), “Jika Anda menitik beratkan pada risiko dan keuntungan vaksinasi MMR pada anak Anda, seharusnya Anda akan tahu bahwa sejak 1998 telah dimulai studi mengenai hubungan antara vaksinasi MMR dan Autisme. Dr. Schuchat menambahkan, “Jumlah anak yang ikut dalam peserta penelitian sangat banyak di Amerika, di Inggris, dan Denmark menemukan hal yang sama yaitu tidak ada hubungan antara vaksinasi MMR dengan autism. CDC dan partnernya memberikan sumbangsih untuk melanjutkan penelitian untuk mencari pneyebab autis. Saya menganjurkan Anda yang ragu- ragu dan sangat ingin tahu tentang autisme, untuk daftarber kunjung ke website CDC “Pelajari Tandanya, Bertindak Cepat” di web site at www.cdc.gov/autism/actearly untuk mengetahui mengenai tahapan perkembangan anak. Yang paling penting, jika Anda sebagai orang tua ingin bertanya tentang vaksin MMR, dapat menghubungi dokter anaknya.”

Keuntungan dari pemberian Vaksin MMR

Demi mencegah terjangkitnyacampak, campak jerman, rubella dan cacat janin karena rubella, mendapatkan imunisasi MMR sangat dianjurkan karena vaksin MMR :

  • Menyelamatkan nyawa
  • Mencegah rawat inap di rumah sakit.
  • Menurunkan penyebaran penyakit MMR melalui udara.
  • Menurunkan risiko terjadinya komplikasi serius dari penyakit MMR

Dapatkan informasi harga vaksin MMR di inHarmony Clinic.

 

Author Info

admin

No Comments

Comments are closed.