Efek Samping Vaksin MMR

Vaksin MMR merupakan vaksin yang diberikan dengan tujuan melindungi tubuh dari penyakit gondong, campak, dan rubella. Vaksin ini diberikan hanya dalam dua kali sesi penyuntikan untuk dosis penuh, yaitu pada saat anak berusia 15-18 bulan dan 6 tahun.

vaksin mmr 2vaksin mmr 2vaksin mmr

Vaksin ini disuntikan pada bagian otot lengan atas atau paha. Pemberian vaksin MMR ini akan memicu sistem imun untuk menghasilkan antibody yang nantinya siap melawan virus rubella, campak, dan gondong.

Umumnya vaksin MMR tidak memiliki efek samping yang berarti. Sekalipun ada, efek samping ringan yang mungkin dirasakan adalah kemerahan di bagian tubuh yang disuntik atau demam. Selain itu efek samping yang juga mungkin muncul antara lain :

  • Pembengkakan kelenjar
  • Kejang-kejang
  • Demam
  • Sendi kaku atau nyeri sendi
  • Ensefalitis atau radang otak
  • Perdarahan atau jumlah trombosit rendah
  • Munculnya penyakit gondong yang tidak menular, hanya berlangsung sekitar dua hari
  • Munculnya campak ringan yang tidak menular dan hanya berlangsung sekitar tiga hari

Kejang-kejang akibat demam juga bisa terjadi, namun kasus ini terhitung jarang. Guna menghindari meningkatnya risiko ini, anak-anak disarankan untuk mendapatkan vaksin MMR sedini mungkin, karena seiring bertambahnya usia, risiko anak terkena efek samping ini dapat meningkat.

Selain efek samping di atas, terdapat pula beberapa anak yang alergi terhadap vaksin MMR atau obat yang terkandung di dalamnya. Tapi, kasus ini jarang sekali terjadi. Jika memang anak Anda alergi terhadap kandungan yang terdapat di dalam vaksin MMR, maka hindari pemberian vaksin ini karena bisa membahayakan tubuh.

Author Info

admin

No Comments

Post a Comment

5 × 2 =