Dua Vaksin Dapat Kurangi Penularan Meningitis

vaksin meningitisMasih kental di ingatan kita mengenai meninggalnya Olga Syahputra karena meningitis 27 Maret lalu. Meningitis pun menjadi perhatian public, termasuk media massa. Bagaimana sebenarnya meningitis ini? Meningitis sebenarnya adalah radang pada selaput otak. Seperti yang terjadi pada Olga Syahputra, Meningitis merupakan penyakit menular yang dapat berujung pada kematian. Namun apakah masalah ini hanya berhenti hingga di sini? Tidak, selalu ada harapan untuk dunia kesehatan.

Meningitis sendiri merupakan  infeksi pada selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Bakteri meningitis penyebab yang umum dan dilakukan tanpa bahaya di hidung dan tenggorokan sekitar 10 persen orang. Bakteri dapat ditularkan dari orang ke orang melalui kontak dekat. Siapapun dapat terkena meningitis, tetapi bayi dan anak-anak berada pada risiko terbesar.

Dua vaksin baru, menurut hasil penelitian, dinilai dapat mengurangi penyebaran meningitis yang dibawa oleh mereka yang telah mengidap penyakit yang menyerang otak ini. Penelitian ini melibatkan dua vaksin: MenACWY dan 4CMenB. Kedua vaksin ini diujikan pada sukarelawan yang berusia antara 18-24 tahun. Berdasarkan penelitian ini didapatkan hasil yang cukup menggembirakan bagi dunia kesehatan. MenACWY-CRM dapat memutuskan penyebab bakteri meningitis di hidung dan tenggorokan sebesar 39 persen, sedangkan PCMenB dapat menurunkan populasi bakteri hingga 20-30 persen.

Penelitian ini dipublikasikan secara online pada Agustus 2014 dan penelitian ini dinilai dapat memberikan pencerahan bagi dunia kesehatan. Professor Penyakit Menular di Universitas Southampon Inggris menyambut  hasil penelitian dengan positif seperti yang dikutip melalui health.com. “Praktek standar untuk vaksinasi dengan tujuan merangsang tingkat tinggi antibodi dalam darah untuk melindungi terhadap penyakit.”

8 Faktor Penyebab Meningitis

Seperti halnya yang terjadi pada penyakit lain, kita tidak pernah menyadari kehadiran bakteri atau virus di dalam tubuh hingga sudah terlambat. Hal yang sama terjadi terhadap penyakit meningitis. Seperti dilansir oleh situs kesehatan Webmd.com, berikut ini rangkuman delapan faktor yang dapat meningkatkan resiko seseorang terserang meningitis:

  1. Genetika. Beberapa orang mungkin mewarisi kecenderungan untuk terkena meningitis. Jika mereka berhubungan dengan organisme yang dapat menyebabkan infeksi, mereka akan mudah terinfeksi.
  2. Pria. Lebih banyak pria yang terkena meningitis daripada wanita.
  3. Kondisi hidup yang penuh sesak. Orang-orang di kamp-kamp, tempat penitipan anak, sekolah, dan asrama perguruan tinggi lebih mungkin untuk mendapatkan meningitis.
  4. Terekspos serangga atau hewan pengerat. Orang-orang yang tinggal atau mengunjungi daerah tempat serangga atau tikus membawa kuman akan mudah terserang penyakit ini.
  5. Tidak mendapatkan vaksinasi. Orang-orang yang tidak mendapatkan suntikan untuk gondok, penyakit Hib, atau infeksi pneumokokus sebelum usia 2 tahun lebih mungkin untuk mendapatkan meningitis.
  6. Berusia lanjut. Orang yang berusia lanjut dan belum juga mendapatkan vaksin pneumokokus lebih mungkin terserang meningitis.
  7. Tidak memiliki limpa. Limpa merupakan bagian sistem kekebalan tubuh, dan yang bekerja dengan baik, membuat seseorang rentan terhadap meningitis.
  8. Perjalanan ke daerah tempat meningitis umum terjadi. Misalnya, orang yang bepergian ke “sabuk meningitis ” di sub-Sahara, Afrika, harus mendapatkan suntikan meningokokus.

 

Author Info

admin

No Comments

Comments are closed.

error: Content is protected !!