Definisi Vaksin, Imunisasi, Vaksinasi

Masyarakat sering terkecoh mengenai pengertian vaskin, vaksinasi dan imunisasi. Semoga artikel ini bermanfaat untuk memperjelas sesuatu yang sudah salah kaprah.

Vaksin adalah sediaan biologis yang meningkatkan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Vaksin biasanya mengandung agen yang menyerupai mikroorganisme penyebab penyakit, dibuat dari mikroba yang dilemahkan atau mikroba mati atau toksin atau salah satu protein permukaan bakteri/ virus. Vaksin merangsang sistem kekebalan tubuh untuk mengenali bahan tersebut sebagai benda asing, kemudian vaksin tersebut dihancurkan oleh tubuh dan tubuh kemudian akan memiliki ingatan itu, sehingga sistem kekebalan tubuh lebih mudah dapat mengenali dan menghancurkan mikroorganisme sejenis ini jika suatu saat masuk ke tubuh.

Produk obat biologis berbeda dari obat kimia karena produk biologis (vaksin) adalah sneyawa yang sangat kompleks, tidak bisa dicari secara untaian molekulnya. Vaksin memiliki banyak variasi dalam hal persiapan pembuatannya dan berbeda untuk setiap jenis organisme.

Produk-produk vaksin, kegunaanya untuk mencegah terjadinya suatu penyakit, beberapa diberikan pada bayi yang baru lahir, oleh karena itu pembuatannya harus benar-benar hati- hati di mana vaksin ini memiliki potensi yang besar untuk efektif mencegah penyakit, di samping itu vaksin tersebut harus aman dan tidak memiliki efek berbahaya pada tubuh.

Imunisasi adalah proses dimana seseorang dibuat resisten atau kebal terhadap penyakit menular, biasanya dengan pemberian vaksin. Vaksin merangsang sistem kekebalan tubuh sendiri untuk melindungi orang terhadap masuknya infeksi atau penyakit.

Imunisasi adalah alat yang terbukti untuk mengendalikan dan menghilangkan penyakit infeksi yang mengancam kehidupan dan diperkirakan dapat mencegah antara 2 dan 3 juta kematian setiap tahun. Ini adalah salah satu investasi kesehatanpaling murah, dengan strategi yang telah terbukti dan dapat dijangkau pada semua populasi. Imunisasi ada 2 jenis, yaitu imunisasi aktif dan imunisasi pasif.

pengertian imunisasi

Induced immunity = IMUNISASI

Active immunity = Imunisasi aktif

Passive immunity = Imunisasi pasif

Artificial active immunity = VAKSINASI

Ketika Anda menerima imunisasi aktif, vaksin yang disuntikkan membuat tubuh Anda memproduksi antibodi sendiri yang dapat melawan bakteri atau virus. Pada imunisasi pasif, Anda disuntikkan langsung antibodinya. Antibodi ini diambil dari donor dan kemudian diproses sehingga akhirnya serum ini mengandung konsentrasi tinggi antibodi.

Imunisasi pasif sering digunakan untuk anak-anak dan orang dewasa yang telah lemah sistem kekebalan tubuhnya atau tidak bisa divaksinasi. Biasanya digunakan segera setelah seseorang terpapar penyakit tertentu, namun belum sempat divaksinasi. Contohnya, imunisasi pasif rabies (rabies immune globuline) biasanya digunakan setelah digit anjing/ kucing/ monyet. Kegunaan serum (imunisasi pasif) hepatitis B (gamma globulin) diberikan pada bayi setelah dilahirkan dari ibu yang hepatitis B atau diberikan pada seseorang yang baru saja terkena jarum dari pasien hepatitis B.

Untuk terbentuknya antibodi yang mampu melawan penyakit, dibutuhkan waktu 2 minggu. Jadi jika ada cukup waktu, vaksinasi aktif lebih baik. Perlu diingat bahwa imunisasi pasif perlindungannya hanya untuk jangka pendek yang hanya efektif melindungi untuk beberapa minggu saja. Sebaliknya, imunisasi aktif dapat menghasilkan antibodi yang berlangsung seumur hidup.

Nama lain dari imunisasi aktif adalah VAKSINASI.

Vaksinasi : adalah penyuntikan mikroba mati atau lemah untuk merangsang sistem kekebalan tubuh terhadap mikroba tersebut, sehingga tubuh menghasilkan antibodi untuk mencegah penyakit. Vaksinasi bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh, melawan penyakit dengan sistem alami tubuh. Sistem kekebalan tubuh yang sehat mampu mengenali menyerang bakteri dan virus dan menghasilkan zat (antibodi) untuk menghancurkan atau menonaktifkannya. Vaksinasi mempersiapkan sistem kekebalan tubuh untuk menangkal penyakit. Untuk mengimunisasi terhadap penyakit virus, virus yang digunakan dalam vaksin telah melemah atau dibunuh. Untuk membuat tubuh kebal terhadap bakteri, hanya digunakan bagian/ potongan kecil bakteri mati untuk merangsang pembentukan antibodi terhadap seluruh bakteri. Vaksinasi kadang membutuhkan beberapa kali suntikan untuk tujuan memperkuat efektifiasnya, hal ini dikenal dengan nama “booster.”

vaksin

Author Info

admin

No Comments

Comments are closed.