Cegah TBC Dengan Vaksinasi BCG

Tuberkulosis atau biasa dikenal dengan singkatan TBC adalah penyakit menular paru-paru yang disebabkan oleh basil Mycobacterium Tuberculosis. Penyakit ini ditularkan dari penderita TBC aktif yang batuk dan mengeluarkan titik-titik kecil air liur lalu terinhalasi oleh orang sehat yang tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit ini.

TBC paling sering menyerang paru-paru dengan gejala seperti batuk, berat badan turun, tidak nafsu makan, demam, keringat di malam hari, batuk berdarah, nyeri dada, dan lemah. Terdapat sejumlah orang yang memiliki risiko penularan TBC yang lebih tinggi. Kelompok-kelompok tersebut meliputi :

  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pengidap HIV/AIDS, diabetes, atau orang yang sedang menjalani kemoterapi.
  • Orang yang mengalami malnutrisi atau kekurangan gizi.
  • Perokok.
  • Pecandu narkoba.
  • Orang yang sering berhubungan dengan pengidap TBC aktif, misalnya petugas medis atau keluarga pengidap.

Langkah utama untuk mencegah tuberkulosis adalah dengan menerima vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin). Vaksin ini akan menstimulasi sistem kekebalan tubuh untuk melawan bakteri TBC.

Bayi yang baru lahir hingga berusia dua bulan merupakan usia yang paling efektif untuk menerima imunisasi BCG. Orang dewasa juga bisa menerima imunisasi ini. Namun keefektifannya akan lebih rendah, sehingga jarang dianjurkan kecuali bagi mereka yang berisiko tinggi, misalnya petugas medis yang menangani pasien TBC.

Vaksin ini hanya perlu dijalani sebanyak satu kali melalui suntikan oleh dokter atau petugas medis. Dosis imunisasi BCG yang akan diberikan adalah 0.05 mL untuk bayi. Biasanya dosis disesuaikan lagi bila penerima vaksin berusia di atas 1 tahun.

Vaksin BCG umumnya aman dan jarang memicu efek samping, namun risiko kemunculannya tetap ada. Efek samping yang mungkin terjadi setelah menerima vaksin ini meliputi demam dan terbentuknya benjolan pada lokasi suntikan.

Author Info

admin

No Comments

Post a Comment

5 × 4 =