Cegah Rotavirus Dengan Vaksinasi

Rotavirus adalah jenis virus yang menginfeksi usus. Virus ini juga menjadi penyebab umum dari penyakit diare pada bayi dan anak-anak di seluruh dunia. Hampir sebagian besar anak berusia hingga 5 tahun sudah pernah terinfeksi rotavirus. Kondisi ini khususnya terjadi di negara-negara berkembang dengan tingkat nutrisi dan jumlah perawatan kesehatan yang kurang optimal.

Penyakit yang merupakan penyebab diare terbanyak pada anak-anak ini ditularkan melalui anus ke mulut (fecal-oral). Virus ini dapat bertahan hingga sepuluh hari sesudah gejala mereda pada penderita. Selama periode ini, virus dapat menyebar dengan mudah pada anak-anak ketika terjadi kontak melalui tangan atau mulut. Anak-anak menjadi terinfeksi setelah menyentuh benda yang terkontaminasi, termasuk makanan, mainan, dan perabotan.

Infeksi rotavirus dapat menjalar dengan cepat di tempat penitipan dan rumah sakit anak. Para pekerja di tempat ini bisa menjadi penyebar virus jika mereka tidak mencuci tangan setelah beraktivitas, terutama sebelum makan, setelah kembali dari kamar mandi, atau setelah mengganti popok bayi.

Gejala-Gejala Rotavirus

Demam dan muntah-muntah merupakan pertanda awal infeksi rotavirus. Kemudian diikuti oleh diare selama 3-8 hari. Gejala yang muncul pada orang dewasa sehat cenderung bersifat ringan atau tidak ada sama sekali. Infeksi juga bisa menyebabkan sakit pada daerah perut. Waspadai gejala dehidrasi akibat infeksi rotavirus yang dapat berupa :

  • Selalu merasa haus berlebihan
  • Merasa lelah/lemas, kadang rewel.
  • Tidak buang air kecil selama 12 jam atau lebih
  • Kulit yang kering/dingin
  • Mata menjadi cekung
  • Mulut dan mata yang kering (menangis tanpa mengeluarkan air mata)

Diare akut harus segera diberi tindakan agar tidak membahayakan nyawa penderita. Segera hubungi dokter jika pada anak timbul gejala tambahan, seperti diare berdarah, demam di atas 39,4 Celcius, atau muntah tanpa henti selama lebih dari tiga jam pada penderita anak-anak.

Pada pasien dewasa, hubungi dokter jika gejala tambahan ini dialami :

  • Muntah tanpa henti selama lebih dari 1-2 hari
  • Demam tinggi di atas 39.4 Celcius
  • Terdapat darah pada kotoran ketika buang air besar
  • Muntah darah

Jenis-Jenis Vaksin Rotavirus

Jenis-Jenis Vaksin RotavirusSebelum vaksin ditemukan pada tahun 2006, rotavirus telah menyebabkan setengah juta angka kematian anak pada tiap tahunnya. Waspadai penjangkitan rotavirus pada bayi dan anak-anak berusia  4-24 bulan dengan memberikan vaksin sebagai upaya pencegahan.

Vaksinasi adalah upaya pencegahan efektif dalam melawan infeksi rotavirus. Saat ini tersedia dua buah jenis vaksin rotavirus di Indonesia. Salah satunya diberikan dalam tiga dosis pada saat anak berusia dua bulan, empat bulan, dan enam bulan. Jenis yang lain diberikan dalam dua dosis saat anak berusia dua bulan dan empat bulan. Efek samping yang jarang terjadi setelah pemberian vaksin rotavirus adalah nyeri pada bagian perut, muntah, dan diare.

Author Info

admin

No Comments

Post a Comment