Cegah Komplikasi Pneumonia dengan Vaksinasi

vaksinasiPneumonia merupakan penyakit yang sering dijumpai di masyarakat, termasuk di Indonesia. Penyakit ini dapat mengenai semua usia: anak-anak, remaja, dewasa muda, dan usia lanjut. Namun, kasus Pneumonia tertinggi terjadi pada anak-anak, orang dewasa yang memiliki penyakit kronik seperti kencing manis, penyakit jantung koroner, penyakit pernapasan kronik, gagal ginjal, kanker, dan lain-lain. Mereka yang berusia lanjut ternyata memang paling sering terserang pneumonia.

Manula yang terinfeksi pneumonia tidak selalu mengalami gejala demam tinggi, batuk hebat, atau sesak napas, seperti mereka yang masih muda dan memiliki kekebalan tubuh yang baik. Jadi, di samping anak-anak dan orang tua, orang dewasa yang masih muda tetapi menderita penyakit kronis memiliki risiko terkena pneumonia. Lalu apa yang harus dilakukan agar terhindar Pneumonia? klinikvaksinasi.com memiliki jawabannya hanya untuk Anda.

Pencegahan dengan Vaksinasi

Jika Anda atau keluarga tercinta berusia 65 tahun keatas, mereka berhak mendapatkan vaksinasi pneumonia Centers for Disease Control (CDC) merekomendasikan bahwa semua orang dalam kelompok usia ini mendapatkan vaksinasi pneumonia sebanyak dua kali.

Streptococcus pneumoniae, kadang-kadang dikenal dengan sebutan pneumococcus , merupakan bakteri umum yang dapat menyebabkan infeksi paru-paru serius seperti pneumonia. Virus ini juga dapat menyebabkan infeksi invasif aliran darah, jaringan yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang (meningitis), dan organ-organ serta jaringan lainnya. Mereka yang berusia lanjut sangat rentan terhadap infeksi oleh Pneumococcus, dan jika dibiarkan begitu saja, virus ini dapat berkomplikasi pada kematian.

Selama 30 tahun terakhir ini , CDC telah merekomendasikan bahwa semua orang usia 65 dan lebih tua mendapatkan vaksin pneumonia dosis tunggal yang disebut pneumokokus polisakarida vaksin 23 (PPSV23) setiap 3 tahun sekali. Vaksin ini juga dianjurkan bagi mereka yang berusia antara 2-64 tahun dan memiliki resiko tinggi terkena pneumonia atau infeksi S. pneumoniae lainnya.

Jika CDC sudah menyarankan mendapatkan vaksin ini, seberapa efektifkah vaksin pneumonia? Studi mengenai vaksin ini telah dilakukan pada 7-valent pneumococcal conjugate vaccine (PCV7) dan sudah mendapatkan lisensi oleh FDA pada akhir tahun 2000-an.

Berdasarkan penelitian tersebut didapatkan sebuah haisl yang menyatakan PCV7 dinilai sangat efektif dalam mencegah penyakit pneumokokus invasif pada anak-anak. 13-valent pneumococcal conjugate vaksin, juga dikenal sebagai Prevnar 13® atau PCV13, yang mendapatkan lisensi dari FDA pada bulan Februari 2010 dan memberikan perlindungan terhadap infeksi yang disebabkan oleh berbagai besar dari serotipe (“strain”) pneumokokus.

Di Indonesia, vaksinasi influenza dan pneumonia direkomendasikan untuk diberikan kepada Jemaah haji dan umrah. Vaksinasi pneumonia tidak hanya dapat menurunkan risiko penularan, namun juga menghemat biaya pengobatan baik yang langsung maupun tidak langsung.

 

Author Info

No Comments

Post a Comment

9 − 8 =