Cegah Hepatitis B Dengan Vaksinasi

Hati memiliki ratusan fungsi sehingga menjadi salah satu organ terpenting dalam tubuh manusia. Fungsi hati di antaranya adalah memproduksi cairan empedu yang dapat membantu pencernaan lemak, menyimpan karbohidrat, memproduksi senyawa yang penting dalam pembekuan darah, serta menghilangkan racun dari tubuh.

Cegah Hepatitis B Dengan VaksinasiManusia hanya memiliki satu organ hati. Organ ini memiliki daya tahan yang sangat tangguh. Hati bahkan tetap bekerja meski mengalami kerusakan dan mampu terus beregenerasi (memperbaiki diri) selama tidak mengalami kerusakan yang benar-benar parah.

Salah satu infeksi serius yang dapat menyerang hati adalah hepatitis B yang disebabkan oleh virus. Beberapa gejala hepatitis B antara lain :

  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual dan muntah
  • Sakit kuning (dilihat dari kulit dan bagian putih mata yang menguning)
  • Gejala yang mirip pilek, misalnya lelah, nyeri pada tubuh, dan sakit kepala

Tetapi gejala-gejala tersebut tidak langsung terasa dan bahkan ada yang sama sekali tidak muncul. Karena itulah banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi. Inkubasi adalah jarak waktu antara virus pertama masuk ke dalam tubuh hingga munculnya gejala pertama infeksi tersebut. Masa inkubasi hepatitis B biasanya berkisar antara 1-5 bulan sejak terjadi pajanan terhadap virus.

Langkah Pencegahan Terpapar Virus Hepatitis B

Langkah Pencegahan Terpapar Virus Hepatitis B

Langkah efektif dalam pencegahan hepatitis B adalah dengan vaksin. Di Indonesia sendiri, vaksin hepatitis B termasuk vaksin wajib dalam imunisasi. Proses pemberian vaksin dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu saat anak lahir, saat anak berusia satu bulan, dan saat anak berusia 3-6 bulan. Tetapi orang dewasa dari segala umur dianjurkan untuk menerima vaksin hepatitis B sebanyak 3 x juga dengan interval 0-1- 6 bulan. Vaksin ini membutuhkan booster ketika anti hBs anda kurang dari 10 IU/ml.

Pemberian vaksin ini juga dianjurkan untuk mereka yang berisiko tinggi tertular hepatitis B, seperti :

  • Orang yang memiliki lebih dari satu pasangan seksual
  • Orang yang menggunakan obat suntik atau berhubungan seks dengan pengguna obat suntik
  • Petugas kesehatan (paramedis) yang berisiko terpapar virus hepatitis B. Orang yang tinggal serumah dengan penderita hepatitis B
  • Penderita penyakit hati kronis
  • Penderita penyakit ginjal

Pemeriksaan hepatitis B juga diterapkan bagi ibu hamil. Jika sang ibu mengidap penyakit ini, bayinya dapat menerima vaksin pada saat lahir (12 jam setelah persalinan) untuk mencegah penularan dari ibu ke bayi.

Langkah lain yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena hepatitis B di antaranya adalah :

  • Berhenti atau jangan menggunakan obat-obatan terlarang.
  • Hindari berbagi penggunaan barang bersama, seperti sikat gigi, anting-anting, alat cukur, alat manicure dan pedicure.
  • Waspadalah saat ingin menindik dan menato tubuh.
  • Jangan berhubungan seks tanpa alat pengaman, kecuali Anda yakin pasangan Anda tidak memiliki hepatitis B atau penyakit kelamin menular lainnya.

Author Info

admin

No Comments

Post a Comment

4 × two =