Bebas Polio dengan Vaksin Polio Suntik

vaksin polio suntik klinikvaksinasiSejumlah negara maju di dunia kini telah menggunakan vaksin polio injeksi (IPV) yang dinilai lebih efektif, dibanding vaksin polio oral. Indonesia pun mulai berusaha untuk menggunakan IPV, untuk mencegah penyakit polio. Namun, ada beberapa alasan mengapa vaksin polio suntik belum diterapkan di seluruh wilayah di Indonesia. Penundaan itu dilakukan, dengan alasan kondisi geografis dan belum diproduksinya vaksin tersebut di dalam negeri.

Selama bertahun-tahun di Indonesia, vaksin polio yang diberikan secara oral (melalui mulut). Pemberian vaksin melalui program imunisasi pada anak yang dilakukan pemerintah, terbukti membuat Indonesia bebas polio yang ditandai dengan dikeluarkannya sertifikat bebas polio dari WHO pada 27 Maret 2014. Meski demikian, pencegahan pun harus terus dilakukan.

Selama ini dunia mengenal pemberian vaksin dua tetes pada anak untuk melindungi mereka dari virus polio. Vaksin dalam bentuk suntikan akan bekerja di aliran darah dan mmenngunakan virus non-aktif, yang pada saat bersamaan meningkatkan kekebalan tubuh. Walau Indonesia sudah dinyatakan bebas polio sejak 2006, namun saat ini vaksin polio suntikan perlu dilakukan secara bertahap untuk menjaga keberhasilan program Bebas Polio 2018.

Untuk mencapai target bebas polio pada 2018 di semua negara di dunia, termasuk Indonesia, upaya dilakukan. Mengingat virus itu menular lewat kotoran manusia, masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan atau memperbaiki sanitasi.
Imunisasi pun jadi strategi utama eradikasi polio. Dalam WHA ke-68 yang dihadiri delegasi dari 194 negara anggota WHO di Geneva, Swiss, Jumat (22/5), disepakati kebijakan WHO terkait penarikan vaksin polio oral (OPV) diadopsi semua negara secara bertahap. Dalam strategi global eradikasi polio, pada akhir 2015 OPV ditarik dan diganti vaksin polio suntik mengandung virus tak aktif.
Selain itu, tahun 2016, negara-negara anggota WHO berencana menarik komponen serotipe 2 dalam vaksin polio trivalen (komponennya terdiri dari tiga tipe: 1, 2, dan 3) yang dipakai dalam sistem imunisasi rutin secara global. Vaksin itu akan digantikan vaksin polio bivalen (tipe 1 dan 3). Langkah itu untuk mengeliminasi risiko vaksin terkait paralytic polio (VAPP) dan potensi munculnya kembali virus polio karena OPV memakai virus aktif yang dilemahkan. Menurut Data WHO, 145 negara memakai vaksin polio oral trivalen pada anak dalam program imunisasi rutin. Kini, mayoritas wilayah WHO bebas polio, termasuk di kawasan endemik polio.

Author Info

No Comments

Post a Comment