Bahaya Kutil Kelamin / HPV Pada Laki- Laki

By : dr Meta Melvina

Klinikvaksinasi.com – HPV jarang menyebabkan masalah kesehatan yang parah pada pria. Tetapi dapat menyebabkan kanker anus / anal pada pria yang berhubungan seks dengan pria. Tidak ada tes untuk deteksi HPV pada pria.

Pengetahuan Untuk Anda Para Pria Mengenai Kanker Serviks Pada Wanita

Beberapa jenis HPV dapat menyebabkan kanker serviks. HPV jenis ini disebut HPV dengan resiko tinggi. Orang yang terserang oleh HPV risiko tinggi bukan berarti akan mengidap kanker serviks. Tapi HPV risiko tinggi dapat menyebabkan kanker. Pada umumnya, infeksi HPV risiko tinggi tidak menyebabkan masalah, dan infeksi tersebut dapat hilang sendiri. Namun kasus kanker serviks adalah infeksi HPV risiko tinggi yang persisten (tidak hilang).

Dokter dapat medeteksi wanita yang mengalami infeksi HPV risiko tinggi melalui tes Pap Smear / Pap Net. Diupayakan pengobatan sedini mungkin sebelum terjadinya kanker serviks. Pastikan untuk melakukan tes Pap secara rutin sehingga perubahan sel leher Rahim dari normal menjadi abnormal dapat diketemukan lebih awal.

HPV pada Pria

HPV risiko rendah menyebabkan kutil kelamin. Kutil dapat terbentuk dalam beberapa minggu, bulan dan tahun setelah kontak seksual dengan orang yang memiliki kutil. Pada wanita, kutil dapat tumbuh di :

  • Dalam dan sekeliling vagina
  • Di vulva (bibir vagina), serviks atau selangkangan
  • Di dalam atau sekeliling anus

Pada pria, kutil kelamin dapat tumbuh di:

  • Permukaan penis
  • Permukaan buah zakar, paha dan selangkangan
  • Di sekeliling anus

penyakit kulit kelaminDapat pula kutil kelamin ini ditemukan di mulut, atau tenggorokan pada orang yang melakukan oral sex dengan orang yang terinfeksi kutil kelamin.

Ukuran kutil kelamin bermacam- macam. Pada beberapa orang, didapatkan kutil tersebut sangat kecil sehingga tidak terlihat. Bentuknya bisa datar dan pucat, namun ada juga yang bergerombol membentuk rangkaian seperti kembang kol merekah. Seringnya lesi ini berkelompok. Pada orang yang mengalami kutil kelamin ini, dapat terasa gatal, sensasi terbakar dan tidak nyaman.

Pada infeksi HPV risiko rendah, terkadang orang tidak merasakan gejala apapun juga karena ada beberapa orang yang terinfeksi HPV risiko rendah tidak menimbulkan kutil. Oleh karena itu sulit sekali mencari sumber penularan pada penyakit kutil kelamin ini. Maka dari itu penting sekali pencegahan dengan vaksinasi.

Beban Penyakit Kutil Kelamin dan Kanker pada Pria

Kanker pada pria yang berhubungan dengan infeksi HPV adalah kanker anus, kanker penis, kanker orofaring (tenggorokan) yang terutama disebabkan oleh HPV 16. Diperkirakan ada sekitar 22.000 kasus kanker yang disebabkan oleh infeksi HPV 16 dan 18 tahunnya ditemukan di Amerika dan sepertiganya dialami oleh pria. Dari data Amerika didapatkan peningkatan kasus kanker tenggorokan (1% tiap tahun) dan kanker anus (meningkat 3 % tiap tahun) pada pria.

Jenis HPV non onkogenik (risiko rendah) yaitu 6 dan 11 menyebabkan >90% kasus kutil kelamin (condyloma) dan kasus respiratory papillomatosis yang berulang-ulang. Kira-kira didapatkan 250.000 kasus kutil kelamin terjadi di Amerika pada usia orang yang aktif melakukan hubungan seksual.

Populasi Laki- Laki Khusus Berisiko Terkena Infeksi HPV

MSM (Male Sex with Male) adalah istilah yang sering digunakan untuk seorang laki- laki yang melakukan hubungan seksual dengan laki- laki, adalah kelompok orang yang memiliki risiko tinggi untuk terjadinya infeksi HPV 6, 11, 16, and 18. Kelompok ini terserang HPV dengan risiko lebih tinggi dibaningkan dengan orang yang melakukan seks dengan perempuan.

Pencegahan Kutil Kelamin dengan Vaksinasi HPV

Data dari penelitian Gardasil (HPV4) menunjukkan bahwa penyuntikan vaksinasi Gardasil sangat efektif dalam mencegah kutil kelamin, dan kanker anus/ kanker dubur. Gardasil tidak dilisensikan untuk pria di atas 26 tahun, karena belum ada informasi untuk kelompok usia ini. Masih dalam penelitian. Analisis efektivitas menunjukkan penghematan sebesar $50,000 untuk orang yang divaksinasi dibandingkan jika dia harus terkena kanker atau kutil kelamin.

Seseorang yang mengidap virus HIV (human immunodeficiency virus) juga memiliki risiko tinggi untuk terkena HPV. Kutil kelamin sangat sering terjadi di populasi ini dan kutilnya sulit untuk diobati pada orang pengidap HIV. Kanker dubur sering dialami oleh pengidap HIV yang MSM dan walaupun sudah mendapat terapi ARV untuk HIV tetap saja jumlah kanker dubur meningkat. (ARV tidak mengurangi beban kanker dubur yang disebabkan oleh HPV pada pria).

penyakit kulit kelamin 2Satu penelitain yang sangat bagus hasilnya didapatkan bahwa Gardasil (vaksin HPV4) sangat aman dan berkhasiat untuk mencegah infeksi HPV pada anak yang sudah mengalami HIV dengan khasiat yang sama tingginya dengan anak yang normal.

Walaupun titer antibody dari vaksinasinya memang lebih rendah daripada anak yang tidak HIV, namun signifikansi secara klinisnya belum diketahui. Saat ini sedang diteliti mengenai lamanya respon imunitas dan efikasi vaksin Gardasil pada orang yang sudah terinfeksi oleh HIV.

TANDA-TANDA KUTIL KELAMIN

  • Tumbuhnya daging kecil-kecil di kelamin
  • Pembengkakan berwarna abu-abu di kelamin
  • Kelompok kutil kelamin tumbuh seperti kembang kol
  • Rasa tidak nyaman atau gatal di sekitar kelamin
  • Pendarahan selama atau setelah berhubungan badan

Bukan hanya daerah penis saja yang dapat mengalami dan terserang kutil kelamin, namun anus, bibir, mulut dan tenggorokan atau bagian tubuh yang memiliki kelembaban dapat mengalami kutil. Di daerah mulit hingga tenggorokan ini terjadi jika seseorang melakukan hubungan oral – seks dengan pasangannya. Cara penularanya dapat terjadi jika seseorang kontak langsung dengan penderita terinfeksi.

TERAPI Kutil Kelamin

Kutil kelamin dapat dibiarkan saja ataupun dapat diterapi.

Jika Anda telah memutuskan untuk mengangkat kutil kelamin ini, jangan menggunakan cara herbal untuk mengobati kutil kelamin ini, karena mungkin kutil akan hilang sesaat dan kemudian pasti akan kembali kambuh. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghilangkan kutil kelamin ini, ada yang berupa olesan dengan topical ataupun bedah :

  • Membakar kutil menggunakan kauter.
  • Menggunakan sinar laser untuk menghancurkan kutil
  • Menggunakan gas beku untuk mematikansel kutil
  • Memotong kutil yang menonjol

Walaupun kutilnya sudah diobati, virus HPV mungkin masih ada di daerah tersebut, oleh karena itu sering terjadi rekurensi / kekambuhan setelah pengobatan kutil kelamin. Dengan mengobati kutil kelaminnya, bukan berarti seseorang tidak akan menularkan kutil tersebut pada pasangannya, penularan tetap masih mungkin terjadi karena hingga saat ini belum diketahui seberapa lama seseorang menjadi agen penular, walaupun lesinya sudah diobati.

Tidak banyak diketahui mengapa HPV risiko rendah (6,11) dapat menyebabkan kutil kelamin di satu individu, namun tidak untuk individu yang lain.

Jika kutil kelamin tidak diobati, kemungkinannya, kutil kelamin tersebut akan :

  • Hilang
  • Tetap tidak berubah
  • Bertambah besar dan bertambah banyak

Kutil kelamin tidak akan menjadi kanker.

Sebaiknya setelah diterapi, Anda yang menderita kutil kelamin dilakukan vaksinasi dengan Gardasil, agar mengurangi rekurensi/ kekambuhan kutil kelamin.

Author Info

No Comments

Post a Comment