Bahaya Kolera

Kolera adalah penyakit menular di saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae. Bakteri ini biasanya masuk ke dalam tubuh melalui air minum yang terkontaminasi, disebabkan oleh sanitasi yang tidak baik atau dengan memakan ikan yang tidak dimasak benar, terutama kerang. Gejalanya termasuk diare, perut keram, mual, muntah, dan dehidrasi. Ciri utama penyakit kolera adalah buang air besar encer berwarna putih seperti air tajin (cucian beras) dengan bau yang amis.

Kematian biasanya disebabkan oleh dehidrasi. Kalau terlambat diobati, maka risiko kematian sangat tinggi pada penderita. Perawatan dapat dilakukan dengan rehidrasi agresif, biasanya diberikan secara intravena secara berkelanjutan sampai diare berhenti. Selain rehidrasi, pemilihan antibiotic yang tepat pun turut mempercepat penyembuhan diare karena kolera.

Gejala dan Tanda

Kolera adalah penyakit yang sangat sangat berbahaya. Kolera dapat menyerang anak- anak dan orang dewasa dan dapat menyebabkan kematian hanya dalam beberapa jam. Sebanyak 75 % orang yang terinfeksi bakteri kolera tidak memberikan gejala apa- apa kecuali jika bakteri tersebut dapat ditemukan di feses penderita (setelah 7 – 14 hari infeksi) dan kemudian menularkan lagi bakteri tersebut ke orang- orang lain di sekitarnya karena hygiene dan sanitasi yang buruk.

Dari orang yang menunjukkan gejala, 80 % nya hanya gejala ringan sampai sedang, sisanya 20 % mengalami diare sangat cair akut dengan dehidrasi berat. Jika ini terjadi, apalagi pengobatannya terlambat, dapat menyebabkan kematian .

Orang dengan imunitas yang lemah – seperti anak – anak yang mengalami gangguan gizi (gizi kurang dan buruk) atau ODHA / HIV sangat berisiko terjadi kematian jika terinfeksi.

Faktor Risiko dan Beratnya Beban Kesehatan karena Kolera

Penyebaran penyakit Kolera erat sekali dengan tidak memadainya pengelolaan lingkungan hidup. Daerah khas yang memiliki risiko tinggi terkena wabah kolera adalah daerah kota yang kumuh, di mana infrastruktur dasar tersebut tidak tersedia, serta tempat- tempat pengungsian, di mana persyaratan minimum air bersih dan sanitasi tidak terpenuhi. Jika terjadi bencana alam – akan berdampak pada sulitnya mendapatkan air bersih dan migrasi penduduk ke tenda- tenda yang tidak memadai dan sesak – dapat meningkatkan risiko penularan kolera. Epidemi tidak pernah timbul dari mayat.

Kolera tetap menjadi ancaman global kesehatan masyarakat dan merupakan indikator kunci atas kurangnya pembangunan sosial. Baru-baru ini, munculnya penyakit kolera kembali disinyalir sejalan dengan meningkatnya orang yang tinggal di daerah yang tidak memiliki sanitasi yang baik.

Jumlah kasus kolera dilaporkan yang terus meningkat. Untuk tahun 2011 saja, total 589.854 kasus yang dari 58 negara, dengan kematian 7816. Lebih banyak kasus yang tidak terhitung karena keterbatasan dalam sistem survey dan kasus yang ditutupi karena ketakutan akan hukuman karena berarti adanya kelalaian dalam menjaga tatanan kota dan air bersih. Beban penyakit kolera diperkirakan 3 – 5 juta kasus dan 100.000- 120.000 kematian setiap tahunnya.

Fakta Kunci Tentang Kolera :

  • Kolera adalah penyakit diare akut yang dapat mematikan dalam hitungan jam jika terlambat diobati.
  • Diperkirakan terdapat 3 – 5 juta kasus kolera tiap tahunnya dengan tingkat kematian dan 100.000- 120.000 orang.
  • Hingga 80 % kasus kolera dapat diobati dengan minum Oralit jika tidak terlambat ditangani.
  • Tolok ukur yang efektif dalam pengendalian kolera adalah pencegahan, kesiapsiagaan dan respon yang cepat.
  • Penyediaan air bersih dan sanitasi penting dalam mengurangi dampak kolera dan penyakit-penyakit lain yang ditularkan melalui air.
  • Vaksin kolera oral (yang diminumkan) dianggap sebagai sarana tambahan untuk mengontrol kolera, namun sebaiknya tidak menggantikan pengendalian konvensional.

sumber : klinikvaksinasi.com

Author Info

No Comments

Post a Comment

5 × five =