Bahaya Influenza pada Anak

Bahaya Influenza pada Anak

Meler (ingusan) adalah gejala yang sering dianggap remeh oleh ibu. Sering kali berpikir bahwa penyakit anak adalah batuk pilek dan mencret. Namun perlu dikaji lebih dalam, apa penyebab meler tersebut. Banyak penyakit yang memiliki gejala keluar lendir/ ingus dari hidung.

Adapun penyakit yang memiliki gejala meler adalah common cold (selesma – batuk pilek biasa), batuk pilek karena bakteri, influenza (flu), rhinitis alergi dan ada beberapa obat yang menyebabkan flu like syndrome. Jadi meler itu ada yang infeksi dan bukan infeksi, yang infeksi, ada yang penyebabnya bakteri dan ada yang penyebabnya virus.

Apa bedanya Common Cold dan Influenza ?

Flu dan common cold adalah penyakit saluran napas bagian atas yang disebabkan oleh virus yang berbeda. Karena memiliki gejala yang mirip yaitu ingusan, flu dan common cold sulit dibedakan berdasarkan gejalanya saja.

Pada umumnya, flu lebih berat dibandingkan common cold. Flu memiliki gejala lain seperti demam, sakit badan, perasaan tubuh lelah sekali, batuk kering yang sering. Sedangkan batuk pilek biasa (common cold) biasanya lebih ringan daripada flu. Orang dengan common cold lebih cenderung hidungnya meler daripada tersumbat. Common cold tidak menyebabkan masalah kesehatan serius, seperti halnya pneumonia, infeksi bakteri hingga harus rawat inap, namun influenza bisa menyebabkan masalah serius.

Influenza

Bagaimana membedakan cold dan flu?

Tes khusus perlu dilakukan untuk membedakan flu dengan common cold jika dalam beberapa hari gejala tidak perbaikan dengan obat simptomatik ringan. Dengan stik “Rapid influenza diagnostic tests” kita bisa mengetahui pilek tersebut disebabkan karena virus influenza atau penyebab lain seperti bakteri, common cold dan alergi. Namun pemeriksaan ini tidak selalu dilakukan, kecuali sedang ada wabah influenza.

Virus Influenza

Virus Influenza

Virus influenza digolongkan dalam kelompok virus RNA (Ribose Nucleic Acid) dan dibagi atas tiga tipe, yaitu A, B, dan C. Virus dengan tipe A dan B bisa menyebabkan epidemik. Sedangkan virus influenza tipe C hanya menyebabkan masalah pernafasan yang ringan, dan diduga bukan penyebab dari epidemik. Virus ini melakukan mutasi setiap tahunnya. Ditularkan melalui udara dari manusia ke manusia maupun daribinatang ke manusia.

Gejala Influenza pada Anak

Gejala Influenza pada AnakGejalanya timbul dalam waktu 24-48 jam setelah terinfeksi dan bisa timbul secara tiba-tiba. Pada beberapa hari pertama sering terjadi demam, bisa sampai 38,9-39,4°Celsius. Banyak penderita yang merasa sakit sehingga harus tinggal di tempat tidur, nyeri sendi juga dikeluhkan. Sakit kepala berat, dirasakan di sekeliling dan di belakang mata.

Pada awalnya gejala saluran pernafasan relatif ringan, berupa rasa gatal di tenggorokan, rasa panas di dada, batuk kering dan hidung berair. Kemudian batuk akan menghebat dan berdahak. Kulit teraba hangat dan kemerahan, terutama di daerah wajah. Mulut dan tenggorokan berwarna kemerahan, mata berair dan bagian putihnya mengalami peradangan ringan. Kadang-kadang bisa terjadi mual dan muntah, terutama pada anak-anak. Setelah 2-3 hari sebagian besar gejala akan menghilang dengan segera dan demam biasanya mereda, meskipun kadang demam berlangsung sampai 5 hari. Bronkitis dan batuk bisa menetap sampai 10 hari atau lebih, dan diperlukan waktu 6-8 minggu ntuk terjadinya pemulihan total dari perubahan yang terjadi pada saluran pernafasan.

Komplikasi Influenza pada Anak

Influenza pada anak dapat berdampak pada komplikasi penyakit berikut :

1. Komplikasi yang sering terjadi :

  • Radang telinga tengah akut
  • Pneumonia (radang paru)
  • Sinusitis
  • Eksaserbasi penyakit dasar
  • Dehidrasi (karena anak sulit menghisap akibat hidung mampet)

2. Komplikasi yang jarang terjadi :

  • Sindroma Reye (akibat pemberian aspirin/ paracetamol)
  • Radang otak
  • Myositis (radang otot)
  • Myocarditis (radang otot jantung)
  • Kejang demam

Terapi Influenza Ringan Hingga Berat

Karena influenza adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, terapi utamanya adalah istirahat dan penyembuhan gejala seperti obat batuk – pilek dan penurun panas. Sebagai suportifnya adalah pemberian vitamin yang disinyalir tidak memberikan manfaat terhadap penyembuhan penyakit flu.

Pilihan terapi pada influenza bukanlah antibiotik, melainkan anti virus (Tamiflu). namun karena influenza dapat bersamaan dengan infeksi bakterial dan sulit dibedakan dengan batuk pilek akibat infeksi bakteri, sering kali dokter menjadi meresepkan antibiotik. Jadi pemberian antibiotik untuk kasus influenza kurang tepat dan tidak bermanfaat.

Kasus influenza berat dengan komplikasi membutuhkan rawat inap dan follow up ketat karena dapat menyebabkan kematian anak akibat sepsis dan sesak napas.

Jika anak Anda membutuhkan informasi mengenai Influenza, Anda dapat menghubungi : Klinik Vaksinasi In Harmony

 

Author Info

admin

No Comments

Comments are closed.

error: Content is protected !!