Bahaya HPV / Kanker Serviks pada Anak Perempuan

KlinikVaksinasi.com – Sekitar 80% dari kanker serviks disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) tipe 16 dan 18. HPV lain yaitu HPV tipe 6 dan 11 juga menyebabkan kanker anal (dubur), kanker vulva (bibir kemaluan wanita), vagina, penis dan saluran kemih.

Kanker serviks menempati posisi ke-2 penyebab kematian tersering perempuan di seluruh dunia akibat keganasan, dan menempati posisi pertama di negara berkembang. Di Amerika Serikat, sekitar 12.000 perempuan terdiagnosis kanker serviks setiap tahunnya dan diperkirakan sekitar 4000 kasus berakhir dengan kematian. Di Indonesia, survey menyatakan bahwa setiap 1 jam, ada 1 wanita Indonesia meninggal karena kanker serviks, di mana di dunia, kematian ini ada setiap 2 menit.

Siapa yang Berisiko Terkena HPV ?

  1. Infeksi HPV (Human Papillomavirus) persisten
  2. Memiliki beberapa partner seksual
  3. Hubungan badan yang terlalu dini
  4. Merokok
  5. Menggunakan kontrasepsi oral
  6. Pernah memiliki penyakit menular seksual
  7. Sistem kekebalan yang lemah

Berisiko terkena kanker serviks bukan berarti penyebab kanker serviks tapi berarti kelompok di atas berisiko mengalami infeksi HPV dan menjadi kanker serviks.

Apa Tanda dan Gejala Kanker Serviks ?

Kanker serviks tahap awal tidak menunjukkan tanda dan gejala. Oleh karena itu infeksi HPV berisfat silence infection. Berikut ini adalah tanda dan gejala kanker serviks, walaupun beberapa penyakit lain memiliki gejala yang mirip :

  1. Perdarahan lewat vagina (haid lebih dari 1 x dalam sebulan)
  2. Keputihan yang disertai darah
  3. Nyeri setelah hubungan seksual
  4. Bercak darah setelah hubungan seksual.

Pada anak Anda yang berusia 10 – 17 tahun mungkin belum ada tanda dan gejala kanker serviks walaupun virus tersebut sudah masuk ke dalam tubuh anak Anda. Virus ini membutuhkan waktu 3 – 17 tahun setelah masuk untuk membuat sel kanker. Jadi berhati- hatilah jika anak perempuan Anda mengeluh keputihan.

kanker serviks

Bagaimana jika sudah terlanjur terkena kanker serviks ?

Pada seseorang yang sudah diperiksa dokter dan dikatakan menderita lesi prekanker, diberikan terapi Krioterapi peluruhan lesi calon kanker menggunakan zat NO2 beku yang ditempelkan pada permukaan serviks. Terapi ini berhasil 90 persen menurut penelitian, dan penderita masih dapat hamil.

Jika seseorang telah didiagnosa kanker serviks stadium awal, dokter kemungkinan akan mengambil seluruh bagian rahim, setidaknya bagian serviks dan sebagian rahim perlu diambil, dengan tujuan menurunkan angka penyebaran kanker, sehingga penderita akan sulit untuk hamil bahkan mungkin tidak dapat hamil / punya anak lagi.

Jika seseorang sudah menderita kanker serviks stadium lanjut, dokter harus mengambil keseluruhan rahim beserta indung telur dengan cara operasi besar untuk mencegah penyebaran kanker ke organ lainnya dan pasien pun perlu menerima kemoterapi dan radiasi yang tentunya akan memperberat stamina tubuh.

Author Info

No Comments

Post a Comment

error: Content is protected !!