Bahaya Herpes Zoster

Fenomena Imunosenescence dialami oleh orang tua, artinya penurunan fungsi setiap organ tubuh, jadi bukan hanya kulit yang menua menjadi keriput, namun terjadi juga penuaan pada setiap organ tubuh di mana terjadi :

  1. Disfungsi Imunitas sehingga manula lebih mudah terserang infeksi
  2. Inflamasi Kronis (peradangan menjadi lebih lama)
  3. Lebih rentan terhadap kanker dan penyakit autoimun
  4. Respon vaksinasi terhadap usia lanjut mengalami penurunan, jadi antibodi yang dibentuk tidak setinggi antibodi pada anak- anak.

Sebanyak 98% orang pernah terinfeksi cacar air (varisela), 1 dari 3 orang yang sudah terkena cacar air, berisiko terkena Herpes Zoster semasa hidupnya. Reaktivasi varisela menjadi herpes zoster 10 x lebih sering pada usia tua dibandingkan dengan anak muda. Namun masih memungkinkan juga anak muda terkena herpes zoster.

Bagaimana seseorang dapat tertular Herpes Zoster ?

Anda tidak mungkin terkena cacar ular karena tertular pasien yang sedang menderita cacar ular. Namun orang yang belum pernah terkena cacar air dalam hidupnya dan belum divaksin, bisa mendapatkan cacar air dari penderita cacar ular. Jadi penyakit cacar ular (herpes zoster ini) selalu didahului dengan infeksi cacar air, entah disadari ataupun tidak disadari.

Herpes zoster mulai sering terjadi di usia senja, 50 tahun ke atas, namun juga dapat terjadi di usia lebih muda saat daya tahan tubuh turun. Seseorang dengan penyakit kanker, penerima kemoterapi, dan pengguna obat steroid mudah terserang herpes zoster.

Di Indonesia, menurut penelitian tahun 2014, puncak kasus herpes zoster terjadi di usia 45 – 64 tahun. Wanita memiliki prevalensi lebih tinggi untuk terkena herpes zoster. Dan saat ini tren Herpes Zoster mulai sering terjadi di usia semakin awal.

Tubuh memiliki kekebalan dengan cara membentuk kekebalan seluler dan humoral. Imunitas seluler yang spesifik ini dapat mencegah reaktivasi virus varisela. Namun imunitas ini akan menurun sejalan bertambahnya usia. Saat usia 50 tahun, daya tahan tubuh mulai turun, sehingga kejadian herpes zoster mulai meningkat.

Gejala Herpes Zoster

  1. Nyeri sebelum muncul lesi herpes, lebih hebat dan lebih lama
  2. Nyeri saat muncul lesi kulit sangat hebat
  3. Ruam kulit tidak khas
  4. Perjalanan lebih panjang
  5. Bisa berulang
  6. Dapat timbul komplikasi

Komplikasi Lanjutan Herpes Zoster

Setelah kejadian herpes pada kulit, walaupun lesi sudah menyembuh, rasa nyeri yang berkepanjangan terjadi pada 2 dari 3 orang. Rasa seperti terbakar, atau memegang es lebih dari 5 menit, rasa tersetrum atau disayat- sayat.

Berdasarkan penelitian subyektif, dikatakan bahwa nyeri saat terkena herpes itu lebih nyeri dari nyeri melahirkan. Dan nyeri pasca herpes lebih nyeri dari nyeri karena pengapuran tulang.

Nyeri ini sangat mengurangi kualitas hidup. Selain itu herpes zoster menyebabkan komplikasi : vertigo, kelumpuhan saraf otak, tuli, radang otak, neuropati motorik. Kelopak mata turun (ptosis), gangguan berkemih jika terkena herpes di daerah tulang ekor.

Komplikasi serius pada mata : 50- 72 % akan mengalami gangguan mata kronis hingga hilang penglihatan. Komplikasi herpes zoster pada mata ini ditemukan sebanyak 83 % dari seluruh komplikasi herpes zoster.

Jurnal Neurologi 2014 (Breuer) Herpes zoster meningkatkan risiko TIA (Transient Ischaemic Attack) yang dikenal dengan nama Gejala Stroke, Stroke dan Miokard Infark (serangan jantung). Terjadi vasculopathy (radang pembuluh darah) di sepanjang pembuluh darah sehingga serangan jantung mudah terjadi.

Lihat artikel lain mengenai pencegahan dan vaksinasi herpes zoster untuk Anda yang berusia 50 tahun ke atas.

 

Author Info

No Comments

Post a Comment

error: Content is protected !!