Bahaya Hepatitis A

Infeksi virus hepatitis A dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi, di antaranya adalah hepatitis fulminan, autoimun hepatitis, kolestatik hepatitis, hepatitis relaps, dan sindroma pasca hepatitis (sindroma kelelahan kronik). Hepatitis A tidak pernah menyebabkan penyakit hati kronik. Perjalanannya dapat menjadi akut kemudian sembuh atau menjadi fulminan dan menyebabkan kematian.

Data Epidemiologi Hepatitis A

Seroprevalensi dari virus hepatitis A beragam dari beberapa negara di Asia. Pada negara dengan endemisitas sedang seperti Korea, Indonesia, Thailand, Srilanka dan Malaysia, data yang tersedia menunjukan insidensi di perkotaan lebih jarang dibandingkan dengan di daerah pinggiran kota. Kebanyakan usia yang terjangkitnya adalah masa remaja (akhir masa kanak- kanak).

Hepatitis A masih merupakan suatu masalah kesehatan di negara berkembang seperti Indonesia. Berdasarkan data yang berasal dari rumah sakit, hepatitis A masih termasuk kasus hepatitis akut yang sering didapatkan dan membutuhkan perawatan yaitu berkisar dari 39,8-68,3%

Penularan Hepatitis A

Penyakit ini ditularkan secara fekal-oral dari makanan dan minuman yang terinfeksi virus. Dapat juga ditularkan melalui hubungan seksual (oral – anal). Penyakit ini terutama menyerang golongan sosial ekonomi rendah yang sanitasi dan higienenya kurang baik.

Seseorang penjamu (penyaji) makanan jika dia memiliki virus Hepatitis A di tubuhnya, virus tersebut akan mengotori tangan dan kukunya (saat berbilas dari toilet), kemudian kuku yang mengandung virus ini dapat menularkan virus saat menyiapkan makanan untuk orang lain. Ketika orang sehat memakan makanan yang mengandung virus Hepatitis A, orang sehat ini akan menjadi tertular virus hepatitis A.

Masa inkubasi penyakit ini adalah 14-50 hari, dengan rata-rata 28 hari. Penularan berlangsung cepat. Pada KLB (kejadian luar biasa) di suatu SMA di Semarang, dan juga di suatu Universitas di Bandung, penularan melalui kantin sekolah diperburuk dengan sanitasi kantin dan WC yang kurang bersih.

Anak SD sering mendapatkan penyakit ini karena mereka senang sekali berbagi makanan, menggunakan alat makan bersama dengan teman- teman lainnya yang mana tidak diketahui mereka saling menularkan penyakit.

Gejala Penyakit Hepatitis A

Gejala dapat bervariasi, asimptomatik tanpa ikterus (kuning pada kulit) sampai yang sangat berat yaitu hepatitis fulminan yang dapat menimbulkan kematian hanya dalam beberapa hari.

Fase Inkubasi. Merupakan waktu antara masuknya virus dan timbulnya gejala atau ikterus. Fase ini berbeda-beda lamanya untuk tiap virus hepatitis. Panjang fase ini tergantung pada dosis inokulum yang ditularkan dan jalur penularan, makin besar dosis inokulum, makin pendek fase inkubasi ini. Pada hepatitis A fase inkubasi dapat berlangsung selama 14-50 hari, dengan rata-rata 28-30 hari.

Fase Prodromal (pra ikterik). Fase diantara timbulnya keluhan-keluhan pertama dan timbulnya gejala ikterus. Awitannya dapat singkat atau tiba- tiba ditandai dengan malaise umum, nyeri otot, nyeri sendi, mudah lelah, gejala saluran napas atas dan anorexia. Mual muntah dan anoreksia berhubungan dengan perubahan penghidu dan rasa kecap. Demam derajat rendah umunya terjadi pada hepatitis A akut. Nyeri abdomen biasanya ringan dan menetap di kuadran kanan atas atau epigastrium, kadang diperberat dengan aktivitas akan tetapi jarang menimbulkan kolesistitis.

Fase Ikterus. Ikterus muncul setelah 5-10 hari, tetapi dapat juga muncul bersamaan dengan munculnya gejala. Pada banyak kasus fase ini tidak terdeteksi. Setelah timbul ikterus jarang terjadi perburukan gejala prodromal, tetapi justru akan terjadi perbaikan klinis yang nyata.

Fase konvalesen (penyembuhan). Diawali dengan menghilangnya ikterus dan keluhan lain, tetapi hepatomegali dan abnormalitas fungsi hati tetap ada. Muncul perasaan sudah lebih sehat dan kembalinya nafsu makan. Keadaan akut biasanya akan membaik dalam 2-3 minggu. Pada 5-10% kasus perjalanan klinisnya mungkin lebih sulit ditangani, <1% kasus hepatitis A menjadi fulminan.

Komplikasi Bahaya Hepatitis A

Hepatitis fulminan dapat terjadi jika perjalanan ke arah kesembuhan dari infeksi ini tidak terjadi. Kasus hepatitis A fulminan sangat jarang, namun komplikasi serius ini banyak diakibatkan oleh hepatitis A. Sebanyak 50% orang yang mengalami gagal hati akut akan eninggal atau membutuhkan transplantasi hati Pasien usia lanjut dan pasien dengan penyakit hati kronis memiliki risiko tinggi mengalami gagal hati karena hepatitis A. Jika infeksi hepatitis A menurun kejadiannya, maka secara paralel, kejadian hepatitis A fulminan pun menurun.

Hepatitis Fulminan ini terjadi ketika kerusakan sel hati mencapai 75 % dari total sel liver sehingga liver tidak lagi dapat berfungsi. Selain kehilangan fungsinya, gagal hati fulminan dapat menyebabkan ensefalopathy (kelainan otak) dan pembengkakan otak.

Pemeriksaan Laboratorium Hepatitis A

Pada saat gejala klinis mulai terasa, antibodi IgM dan IgG anti- HAV dapat terdeteksi. Pada hepatitis A akut, kehadiran IgM anti-HAV terdeteksi 3 minggu setelah infeksi, titer IgM anti-HAV akan terus meningkat selama 4-6 minggu, lalu akan terus turun sampai level yang tidak terdeteksi dalam waktu 6 bulan.

IgA dan IgG anti-HAV dapat dideteksi dalam beberapa hari setelah timbulnya gejala. Antibodi IgG akan bertahan selama bertahun-tahun setelah infeksi dan memberikan imunitas seumur hidup. Pada masa penyembuhan, regenerasi sel hepatosit terjadi. Jaringan hepatosit yang rusak biasanya pulih dalam 8-12 minggu.

Author Info

No Comments

Post a Comment