Apa Bedanya Flu dan Common Cold?

flu klinikvaksinasiDi Indonesia, flu bukanlah penyakit yang kerap kali dianggap enteng oleh banyak pihak sebagai penyakit yang tidak berbahaya. Padahal influenza memiliki komplikasi yang lebih membahayakan nyawa dari common cold. Seperti yang diulas dalam tulisan sebelumnya Tentang Bahaya Influenza, common cold dan flu bukan penyakit yang sama.

Apa yang membuat dua penyakit berbeda satu dengan lainnya?

Perbedaannya ada pada penyebabnya. Virus influenza-lah yang menyebabkan flu. Penyebab paling umum salesma adalah rhinovirus. Tidak hanya ada beberapa hal yang dapat membedakan dua penyakit ini. Berikut ini kami jelaskan mengenai perbedaan mengenai flu dan salesma.

Flu

Menurut Steven Lamm, MD, ahli Internis dari fakultas Kedokteran New York University, seseorang yang menderita flu pasti akan langsung menyerang secara tiba-tiba, seperti petir. Gejala flu meliputi mengigil, kelelahan, nyeri otot, dan sesak dada. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan saat Anda merasa virus flu telah menyerang Anda. Tidak semua jenis obat dapat meringankan gejala flu ini karena ada beberapa jenis obat seperti Tylenol misalnya dapat menyebabkan keracunan jika dikonsumsi tanpa rekomendasi dokter. Dr. Lamm juga tidak merekomendasikan pemberian antibiotic pada penderita flu karena antibiotic menargetkan bakteri bukan virus. Virus adalah penyebab flu. Satu-satunya cara adalah Anda harus berkonsultasi dengan dokter.

Obat anti virus seperti tamiflu dan Relenza harus diberikan dalam kurun waktu 48 jam setelah gejala muncul. Perawatan dengan menggunakan obat-obatan anti viral dapat mengurangi komplikasi yang disebbakan oleh gejala-gejala flu, mempercepat pemulihan, dan secara signifikan dapat mengurangi kemungkinan Anda terserang penyakit-penyakit seperti Pneumonia atau Bronkitis.

Common Cold (Selesma)

Hampir semua orang pernah mengalami salesma. Gejala utama penyakit ini ada di bagian kepala. Misalnya hidung meler, batuk, mata berair, sakit tenggorokan, dan bersin.Ā Gejala ini biasanya semakin parah dalam satu hingga dua hari. Konsumsi vitamin C sebanyak 250 sampai 500 mg setiap hari dapat membantu mempercepat kesembuhan penyakit ini. Mengonsumsi Antihistamin dan larutan salin untuk semprotan hidung juga dianjurkan agar dapat melancarkan pernapasan.

Jika Anda mengalami demam ringan sebaiknya jangan langsung mengkonsumsi obat pereda panas. Panas bisa jadi salah satu cara tubuh untuk melawan infeksi, kecuali dokter menyatakan penyakit Anda parah. Saran kami adalah tingkatkan intensitas istirahat dan minum air supaya terhindar dari dehidrasi akibat keringat berlebih. Juga tidak direkomendasikan penggunaan decongestant (pelancar pernapasan).

 

Ingin lebih tahu bagaimana pencegahan flu? Jangan lewatkan tulisan kami berikut mengenai vaksinasi flu.

Author Info

No Comments

Post a Comment

14 + 10 =