Anafilaksis

Apakah Bunda Pernah Mendengar istilah Anafilaksis (Reaksi Alergi Akut) ?

Pengetahuan ini sangat diperlukan bagi ibu, terutama mereka yang akan merencanakan vaksinasi atau imunisasi bagi anaknya. Beberapa vaksin bisa menimbulkan reaksi alergi dan akan sangat bermanfaat jika Bunda mengetahui jenis-jenis vaksin yang bisa menyebabkan reaksi alergi. Dalam artikel ini kami akan membahas mengenai salah satu reaksi alergi, yaitu Anafilaksis.

Anafilaksis

Pengertian Anafilaksis

Anafilaksis atau Anaphylaxis, merupakan reaksi alergi berat. Umumnya reaksi yang muncul akan terlihat pada kulit pasien seperti ruam-ruam, pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, dan gatal-gatal. Namun pada kasus tertentu reaksinya bisa lebih berat seperti, muntah, nafas memburu, dan bahkan pingsan. Beberapa vaksin bisa menimbulkan reaksi alergi dan anafilaksis, oleh karena itu dokter, vaksinator, atau tenaga medis yang bertanggung jawab akan menginformasikan Bunda mengenai hal ini dan bertanya pada Bunda mengenai riwayat alergi Bunda atau si kecil sebelum memberikan dosis vaksin yang diinginkan. Perlu kita ketahui bahwa anafilaksis tidak hanya disebabkan oleh vaksin; kondisi ini bisa juga disebabkan oleh berbagai faktor yang dapat memicu reaksi alergi, seperti makanan ataupun gigitan serangga.

Mengatasi Anafilaksis

Tak terbayang rasanya jika si kecil mengalami reaksi anafilaksis. Namun kondisi ini sangat bisa diatasi dengan penanganan yang tepat. Pastikan dokter atau vaksinator yang akan melayani proses vaksinasi atau imunisasi Anda memiliki penanganan terhadap anafilaksis.

Cara yang dikenal paling efektif dalam mengatasi anafilaksis adalah dengan menggunakan injeksi epinephrine atau disebut juga adrenaline. Adrenaline sendiri sebenarnya adalah hormon yang bisa diproduksi oleh tubuh manusia, namun pada kasus anafilaxis, tubuh manusia akan kesulitan memproduksi jumlah adrenaline yang dibutuhkan; karenanya suntikan adrenaline harus diberikan. Adrenaline adalah hormone alami yang dilepaskan tubuh manusia dalam merespons stress/tekanan. Saat disuntikan, adrenaline secara cepat membalikkan efek anafilaksis dengan mengurangi pembengkakan saluran tenggorokan, membuka saluran pernafasan, serta mempertahankan fungsi jantung dan tekanan darah.

Saat gejala-gejala anafilaksis terjadi, dokter atau tenaga medis akan memastikan kondisi pasien, salah satu caranya adalah dengan mengukur tekanan darah pasien menggunakan sphygmomanometer atau yang lebih umum dikenal dengan istilah alat tensi.

Jika pasien sudah dipastikan mengalami anafilaksis, adrenaline lalu akan disuntikan pada bagian luar paha pasien. Pasien yang sudah pernah mengalami anafilaksis karena vaksin tertentu, maka tidak boleh lagi mendapatkan vaksin yang sama nantinya. Namun vaksin dengan merek berbeda masih mungkin bisa diberikan.

Author Info

admin

No Comments

Post a Comment

15 + 15 =